Sementara rivalnya, Burger King menyebut akan membuka layanan drie-thru di 350 gerainya di Inggris pada 30 Juni.
Diwartakan BBC, Rabu (13/5/2020), agenda ini diumumkan kedua pimpinan resto tersebut setelah pemerintah Inggris mengeluarkan rilis terbaru yang berisi arahan kepada warga Inggris untuk kembali bekerja jika kondisi aman.
Adapun rantai bisnis makanan cepat saji di Inggris akan lebih lambat berputar akibat hadirnya tindakan pencegahan keamanan.
McDonald's akan membuka layanan antar hanya dari 15 restoran saja.
Baca: Promo McDonalds DiRumahAja Pamer 5 Hanya Rp 73 Ribuan dan Burger King Hanya Rp 19 Ribuan
Kebijakan ini dilakukan mulai Rabu (13/5/2020) dan akan membuka 30 area drive thru mulai minggu depan.
Sampai minggu ini, restoran dan tempat parkir mobil masih tutup, sehingga pelanggan harus memesan menggunakan aplikasi Uber Eats.
McD di Inggris juga membatasi menu makanan dengan pembatasan pembelian maksimum 25 poundsterling atau setara Rp 456,4 ribu.
Pihak manajer mengatakan kepada pelanggan bahwa layanan McD tidak akan secepat seperti biasanya.
Pembatasan maksimum pembelian 25 poundsterling ada menyusul penerapan aturan social distancing bagi pekerja restoran.
Baca: Resep Kentang Goreng ala McD yang Cocok Disantap untuk Temani Kegiatan Setelah Berbuka Puasa
"Selama masa uji coba ini, kami sangat memperhatikan prosedur keselamatan yang baru kami buat, sementara kami akan membatasi pesanan pelanggan untuk menyeimbangkan permintaan pelanggan dengan sedikitnya karyawan di dapur kami (shifting)" kata pihak McDonald di Inggris.
Sementara itu, pihak Burger King juga akan kembali membuka gerainya secara bertahap pada 16 April.
Mereka mengatakan akan membuka kembali tiga perempat dari 350 restoran yang tersebar di Inggris pada akhir Juni 2020.
Seperti halnya McD, pihak Burger King juga menyajikan menu secara terbatas.
Pelanggan dimina memesan melalui aplikasi seluler pengiriman makanan 'Just Eat and Deliveroo', bahkan ketika mengunjungi restoran dengan layanan drive thru.
Baca: Promo Akhir Pekan PHD Buy 1 Get 1 Pizza hingga Ayam & Nasi di McDonalds Hanya Rp 15 Ribuan
Agar stafnya dapat bekerja dengan aman, McDonald's telah mengumumkan kebijakan keamanan, yaitu:
1. Menempatkan sedikit karyawan di dapur dan bagian layanan serta mengurangi penyajian menu selama beberapa jam.
2. Memeriksa suhu karyawan pada saat kedatangan menggunakan contact-less termometer.
3. Memasang layar suhu di lokasi utama dapur dan bagian layanan.
4. Melindungi karyawan dengan peralatan pelindung seperti sarung tangan dan masker wajah.
5. Membuat pelatihan tambahan tentang praktik kebersihan termasuk meningkatkan kegiatan mencuci tangan dan menempatkan ekstra pembersih tangan di sekitar resto.
Sementara Burger King juga telah menerapkan sejumlah standar prosedur keselamatan seperti menyediakan masker dan sarung tangan untuk karyawan.
Burger King juga mengenalkan karyawannya akan langkah-langkah pembersihan serta melatih cara menjalankan dapur secara higienis sambil terus menerapkan social-distancing.
Diwartakan sebelumnya, pada Maret 2020, McDonald's menutup semua gerainya di Inggris dan Irlandia karena wabah virus corona.
Perusahaan berencana untuk menutup cabangnya pada Senin (23/3/2020) pukul 19.00 setempat.
Sementara itu, McDonald's juga bekerja sama dengan kelompok masyarakat untuk mendistribusikan makanan dan minuman dalam beberapa hari mendatang.
Update Pasien Virus Corona 23 Maret 2020: Total 335.997 Kasus, 98.330 Sembuh,14.641 Orang Meninggal
Cara Mencegah Virus Corona, Jaga Jarak hingga Cuci Tangan
Gejala Virus Corona yang Dialami Andrea Dian: Sempat Demam, Lalu Ada Flek di Paru-paru
Mereka berencana untuk menawarkan makanan dan minuman gratis untuk semua pekerja garis depan kesehatan dan layanan darurat sebelum penutupan.
Keputusan ini diambil saat pemerintah mengimbau restoran, kafe, pub dan tempat-tempat umum lainnya untuk menutup sebagai upaya membendung penyebaran penyakit.
"Saya sangat berterima kasih kepada karyawan brilian yang telah bekerja keras untuk terus melayani Anda dengan aman dalam kondisi yang sulit," kata Paul Pomroy, Excecutive Chief Officer McDonald's Inggris dan Irlandia.
"Selama 24 jam terakhir menjadi jelas bahwa menjaga jarak sosial yang aman sementara mengoperasikan take away yang sibuk dan drive thru semakin sulit dan oleh karena itu kami mengambil keputusan untuk menutup setiap restoran di Inggris dan Irlandia pada pukul 19.00, Senin 23 Maret" jelasnya.
"Kami tidak mengambil keputusan ini dengan ringan dan tahu bahwa restoran kami telah memainkan peran penitng dalam masyarakat yang menyediakan ratusan ribu minuman gratis untuk pekerja kesehatan, pekerja sosial dan personel layanan darurat,"
"Kami merasa sekarang adalah saatnya untuk membuat keputusan ini untuk menutup gerai secara sementara,"
Baca: Ilmuwan Sebut Pengaruh Cuaca Panas Terhadap Covid-19: Hanya Memperlambat, Tidak Hentikan Penularan
Baca: Tanggulangi Pandemi, RS Khusus Pasien Covid-19 di Pulau Galang Siap Digunakan 5 Hari Lagi
Pomroy juga menjelaskan bahwa pihaknya juga akan bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat di seluruh Inggris dan Irlandia untuk mendistribusikan makanan dari gerainya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Menjelang penutupan, mereka akan memastikan petugas kesehatan dan personel layanan darurat tidak harus membayar makanan apapun atau minum di restoran saat bisa menunjukan izin kerjanya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada setiap 135 ribu karyawan kami," tambah Pomroy.
"Saya sangat bangga dengan mereka semua karena beradaptasi begitu cepat ke lingkungan kerja yang terus berkembang, mengambil setiap langkah untuk menjaga pelanggan, kurir dan tima kami aman dansaling menjaga dengan sangat baik," jelasnya.
Pomroy akan terus memperbarui kondisi gerai melalui situs websitenya, media sosial dan peringatan melalui e-mail dalam beberapa minggu mendatang.
Gerai makanan cepat saji raksasa ini telah menutup area tempat duduk di restoran-restorannya setelah pemerintah menutup pub, klub, kafe, dan restoran pada hari Jumat.
Namun, saat itu masih sempat membuka take away, drive-thru dan McDelivery.
Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan kepada seluruh tempat untuk menutup secepat mereka bisa karena dia mengakui ini adalah cara uang tepat untuk menutup tempat sosial di Inggris.