Bicara Soal Kemenpora, Taufik Hidayat: Harus Setengah Gedung Dibongkar, Banyak Banget Tikusnya

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkap layar ketika Taufik Hidayat menjadi bintang tamu dalam podcast yang diunggah dalam akun YouTube Deddy Corbuzier, Senin, (10/5/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat kejutkan publik dengan pernyataannya.

Pasalnya, atlet yang lahir di Bandung tersebut menyinggung lingkungan 'kotor' di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pernyataan tersebut disampaikan Taufik Hidayat dalam podcast yang diunggah dalam akun YouTube Deddy Corbuzier, Senin, (10/5/2020).

Video dibuka dengan Deddy Corbuzier yang menanyakan kapok tidaknya Taufik Hidayat yang sempat hijrah dari atlet ke dunia politik.

"Asli sih gua kapok sih,"

Tak tanggung, Taufik Hidayat menyebut gedung Kemenpora penuh dengan tikus-tikus (koruptor).

Pernyataan tersebut diungkapnya berdasarkan ketika dirinya bergabung dengan pemerintahan mengikuti jejak sang mertua, Agum Gumelar.

"Tadinya emang cuma ingin belajar karena mertua (Agum Gumelar) gue di pemerintahan," jelas Taufik Hidayat.

"Terus ada pemikiran 'siapa lagi sih selain bokap yang mau nerusin'", imbuhnya.

Baca: Sidang Praperadilan Lawan KPK, Pengacara Imam Nahrawi: KPK Cacat Hukum

Baca: Imam Nahrawi Tersangka KPK, Jokowi Tunjuk Hanif Dhakiri Jadi Plt Menpora

Berbekal pemikiran tersebut, Taufik Hidayat yang semula hanya aktif menjadi atlet bulu tangkis akhirnya masuk pemerintahan.

Namun rupanya setelah itu Taufik Hidayat merasa kurang cocok berada di dunia politik.

"Ternyata, 'waduh' gue bilang 'gak sejalan nih, kiamat lah'," ungkap Taufik Hidayat yang diikuti desah tawa sang host.

Rupanya, terdapat banyak hal 'kotor' yang terjadi di Kemenpora hingga Taufik Hidayat megatakan gedung kementerian tersebut 'dibongkar'.

"Siapapun di situ menterinya (di Kemenpora) akan sama aja," kata Taufik Hidayat.

"Itu harus setengah gedung dibongkar. Tikusnya banyak, banyak banget," ungkapnya.

Video wawancara Deddy Corbuzier kepada Taufik Hidayat dapat disaksikan di bawah ini:

Taufik Hidayat sempat terseret dalam kasus korupsi Imam Nahrawi

Atlet yang mengundurkan diri sebagai pebulu tangkis profesional sejak 16 Juni 2013  tersebut memang sempat terseret dalam kasus korupsi di lingkungan Kemenpora.

Seperti yang diberitakan Kompas.com, Taufik Hidayat mengaku pernah menjadi kurir penerima uang untuk eks Menpora Imam Nahrawi.

Pengakuannya dikatakan ketika menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu, (6/5/2020).

Sebelumnya Imam Nahrawi didakwa menerima suap Rp 11,5 miliar dan gratifikasi Rp 8,648 miliar.

Uang tersebut berasal dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Dalam sidang itu, Taufik Hidayat mengakui pernah mengantarkan sejumlah uang ke asisten Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Uang yang disebutkan di persidangan adalah sebesar Rp 1 miliar yang diambil dari anggaran Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Dalam dakwaan disebutkan, pada Januari 2019, Imam Nahrawi selaku Menpora meminta uang Rp 1 miliar ke Direktur Perencanaan dan Anggaran Kemenpora, Tommy Suhartanto.

Setelah itu, Tommy Suhartanto langsung menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satlak Prima, Edward Taufan.

Taufik Hidayat pada akhirnya menerima uang dari Direktur Keuangan Satlak Prima saat itu, Reiki Memesah, untuk diserahkan ke Imam Nahrawi melalui Miftahul Ulum.

Dalam persidangan, Taufik Hidayat mengaku hanya mengantar uang itu dan tidak tahu maksud dan tujuannya.

Pernyataan tersebut juga dipertegas Taufik Hidayat ketika diwawancarai oleh Deddy Coburzier.

"Saya tidak tahu uang itu (untuk apa),  saya tidak bertanya. Tetapi saya tahu itu (titipan tersebut adalah) uang," tutur Taufik Hidayat.

Sebagai orang baru di dunia pemerintahan pada saat itu, Taufik Hidayat mengaku tidak berpikir panjang.

"Karena saya saat itu (masih) baru, jadi yang nitip, oh ya sudah deh," ucap sang atlet.

"Saya akui, saya salah, cuma kan saya tidak berpikir panjang," lanjutnya.

Selama Imam Nahrawi menjadi Menpora, Taufik Hidayat pernah menduduki dua jabatan.

Yaitu sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Satlak Prima 2016-2017 dan Staf Khusus Kemenpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan 2016-2018.

Hingga artikel ini diunggah, pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus Imam Nahrawi masih dilaksanakan.

Baca: Taufik Hidayat

Baca: Legenda Bulu Tangkis Indonesia, Taufik Hidayat Diperiksa KPK Terkait Suap Hibah Koni dan Menpora

Baca: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/M.Hafidz)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kata Taufik Hidayat soal Pernah Antar Uang ke Imam Nahrawi"



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer