Sudah hampir 3 bulan beberapa masyarakat terbatas dalam melakukan kegiatan sosial dan harus berdiam diri di rumah untuk mencegah penularan virus corona.
Jika kondisi ini berlangsung lama tanpa kejelasan kapan berakhirnya, banyak orang akan mengalami kelelahan mental.
Kelelahan secara mental tersebut disebut juga sebagai "quarantine fatigue".
Quarantine Fague, menurut seorang psikologi dari Ohio State University, adalah kondisi yang menyebabkan banyak orang mengalami kelelahan di akhir hari.
Walaupun tidak banyak aktivitas yang dilakukan oleh orang tersebut, ia terus merasa kelelahan.
Hal tersebut pun bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yakni banyaknya perubahan dan ketidakpastian dalam hidup.
Baca: Berbahaya! Meletakkan Ponsel di Samping Anda saat Tidur Berisiko Bagi Kesehatan, Ini Efek Buruknya
Baca: Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Rabu 13 Mei 2020, Virgo Perhatikan Makanan, Taurus Nikmati Kesunyian
"Banyak orang merasa sangat cemas, terutama jika mereka mengalami kesulitan keuangan," ucap Fristad.
Khususnya bagi mereka yang telah memiliki anak, tuntutan ekstra untuk menyelesaikan tugas serta kewajiban untuk membantu anak-anak belajar dari rumah juga membuat banyak orang tua merasa lelah.
Quarantine Fatigue bisa terjadi akibat seseorang terlalu stress dalam menanggapi aturan di rumah saja.
Menurut psikolog klinis Melissa Wesner, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam merespons situasi pandemi saat ini.
"Respons setiap orang bergantung pada pengalaman hidupnya," ucap Wesner.
Misalnya, banyak orang yang bekerja dari rumah merasa kelelahan dan penurunan produktivitas.
Bahkan, banyak orang berkepribadian ekstrovert merasa stres karena tidak bisa bertemu secara fisik dengan teman, keluarga, dan rekan kerja.
Meski teknologi dapat membantu beberapa orang tetap terhubung secara sosial, menurut Wesner, interaksi secara online atau di dunia maya tidak mampu sepenuhnya mengisi kekosongan jiwa sebagian orang.
Untuk mengatasi kelelahan mental yang bisa menyebabkan stress berlebih, para ahli menyarankan untuk membuat beberapa rutinitas baru.
Hal tersebut dilakukan karena banyak rutinitas sehari-hari yang terganggu selama pandemi.
Oleh karena itu, perlu adanya penyegaran kegiatan dalam keseharian agar tidak muncul kebosanan di dalam rumah.
Salah satu rutinitas yang banyak tersingkirkan selama pandemi ini adalah rutinitas fisik.
Pasalnya, banyak gedung olahraga atau tempat gym yang tutup serta orang-orang yang harus tetap berada di rumah membuat aktivitas fisik berkurang.
Baca: Inilah yang Akan Terjadi pada Tubuh Jika Nekat Makan Gorengan saat Mengawali Buka Puasa
Baca: Kerap Merasa Panik atau Cemas Tanpa Sebab? Ikuti 4 Tips Berikut Agar Anxiety Hilang dengan Cepat
"Banyak orang tidak berolahraga yang membuat mereka menjalani gaya hidup pasif. Hal ini bisa membuat tidur malam terganggu yang memicu kelelahan di siang hari," ucap Fristad.
Untuk mengatasi hal itu, Fristad menyarankan kita untuk tetap melakukan rutinitas olahraga dnegan cara baru, seperti olahraga di rumah atau mengikuti kelas olahraga virtual.
Selain itu, kita juga harus menghindari cara melampiaskan emosi dengan cara yang tak sehat.
"Banyak orang melampiaskan stres dengan alkohol atau obat-obatan. Cara ini justru membuat mereka mudah merasa lelah," ucap Fristad.
Bahkan tidak sedikit orang yang juga meluapkan emosi melalui media sosial yang bisa berdampak buruk terhadap tingkat pengendalian emosi.
Kondisi tersebut juga bisa menyebabkan kita terlalu banyak berpikir hal yang tidak penting yang mengarah ke kelelahan berpikir.
Selain itu, Fristad juga menyarankan kita untuk menyediakan waktu berkualitas untuk diri sendiri atau "me time".
"Menyediakan waktu untuk diri sendiri sangat membantu meredakan stres," ucap Fristad.
Kegiatan menyendiri selama karantina di rumah saja yang positif yakni membaca buku atau berkebun.
Dengan membaca buku, pikiran-pikiran negatif yang selalu muncul akan tersamarkan dengan cerita menarik di dalam buku tersebut.
Kemudian, berkebun juga bisa menetralisir emosi yang tidak stabil yang terjadi selama berdiam diri di rumah.
Bermain dengan peliharan pun juga bisa meningkatkan kesehatan mental karena stress yang dihadapi oleh sebagian orang biasanya akan hilang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal "Quarantine Fatigue" Penyebab Kelelahan Saat di Rumah Saja"
dan di Tribunnews.com dengan judul Kondisi Buruk karena Terlalu Lama di Rumah Saja Bisa Sebabkan Quarantine Fatigue, Apa itu?