Mengenal Mustafa al-Kadhimi, dari Seorang Jurnalis, Kepala Intelijen, hingga Perdana Menteri Irak

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi

Ia juga seorang penulis opini serta editor bagian Irak di situs web Al-Monitor yang berbasis di AS.

Pada Juni 2016, al-Khadhimi mengambil alih peran direktur Badan Intelijen Nasional Irak, mengingat intensifikasi pertempuran melawan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS).

Selama masa jabatannya, ia menjalin hubungan dengan puluhan negara dan lembaga yang beroperasi dalam koalisi internasional pimpinan AS melawan ISIL.

Selama kunjungan ke ibu kota Saudi, Riyadh, pada 2017, ditemani oleh mantan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, al-Kadhimi terlihat memeluk temannya, Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Pandai Menjalin Hubungan Politik

Baca: Kasus Positif Covid-19 Capai 20 Ribu Sehari, Trump Berencana Bubarkan Gugus Tugas Virus Corona

Baca: Punya Risiko Kesehatan Tinggi, Presiden AS Donald Trump Tetap Fokus Buka Ekonomi di Tengah Pandemi

Al-Kadhimi dikenal pandai membina hubungan dengan semua pemain utama politik Irak.

Selain itu, dirinya juga memiliki hubungan yang baik dengan AS.

Baru-baru ini, ia mulai menjalin hubungan dengan menjangkau Iran.

Meski demikian, menurut analis politik Irak Hisham al-Hashimi, al-Kadhimi tidak menghadapi tugas yang mudah untuk memperbaiki keadaan negara itu.

"Saya tidak meragukan kemampuannya dalam masalah teknis seperti membentuk undang-undang yang adil dan komisi yang adil," kata al-Hashimi kepada Al Jazeera.

"Dia akan berhasil dalam mempersiapkan pemilihan awal, tetapi waktunya tidak berpihak kepadanya karena kondisi ekonomi yang mengerikan dan penyebaran pandemi coronavirus."

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer