Pria yang terkenal dengan julukan The Godfather of Broken Heart itu dimakamkan di Ngawi, bersebelahan dengan makam putri sulungnya.
Para penggermarnya juga tidak menyangka Didi Kempot akan meninggalkannya secepat itu.
Salah satu dari mereka adalah Bupati Ngawi Budi Sulistyono.
Dilansir dari Kompas.com, Budi dan Didi Kempot masih mengobrol lewat sambungan telepon pada Selasa tengah malam.
Saat itu, Budi juga menanyakan kabar Didi Kempot.
Pria yang dijuluki The Godfather of Broken Heart itu mengaku dalam keadaan sehat.
"Tidak ada tanda-tanda Mas Didi sakit, kita membicarakan rencana konser digital tanggal 25 Mei mendatang di Ngawi," kata Budi di Ngawi, Selasa.
Baca: Inilah 5 Lagu Paling Terkenal Didi Kempot yang Sering Diputar Oleh Sobat Ambyar di Spotify & YouTube
Baca: Setahun Silam, Lagu Pamer Bojo Didi Kempot Pernah Dinyanyikan di Jalanan Inggris
Budi mengatakan bahwa Didi Kempot bakal didapuk sebagai penyanyi tunggal dalam konser digital yang mengambil tema tentang Covid-19 tersebut.
Dalam konser itu, terdapat dialog yang diikuti sejumlah tokoh penting seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Budi yang akrab disapa Kanang itu rencananya memandu langsung dialog tersebut.
“Itu konser kangen Jawa Timur di Ngawi, saya sebagai host dan akan berdialog dengan Ganjar, Pramono anung, Bu Risma dan Pak Anas,” katanya.
Meski Didi Kempot telah berpulang, konser digital tersebut akan tetap digelar.
Kanang mengubah konsep konser itu dengan tema In Memoriam Didi Kempot.
Kanang masih berusaha meminta izin keluarga Didi Kempot untuk menggelar konser tersebut.
"Konser akan diubah, tapi kita minta izin dulu dengan keluarganya dan timnya," kata Kanang.
Baca: Meninggalnya Penyanyi Campursari Didi Kempot Turut Dikabarkan Media Inggris dan Suriname
Menurut Kanang, seluruh warga Ngawi merasa kehilangan sosok penyanyi legendaris itu.
Sebab, banyak hal yang bisa diteladani dari pria yang memiliki nama lengkap Dionisius Prasetyo itu, khususnya dalam keuletannya meniti karir di bidang tarik suara.
“Kalau bicara kehilangan seluruh warga Ngawi kehilangan. Kalau seniman di Ngawi tidak meneladani perjuangan Mas Didi, rugi,” kata Kanang.
Untuk mengenang Didi Kempot, berikut profil dan fakta penyanyi campursari ini, dilansir dari Tribunnews.com.
Baca: Didi Kempot
Didi Kempot lahir di Solo, 31 Desember 1966.
Didi Kempot merupakan putra dari pelawak di Kota Solo, Ranto Edi Gudel (almarhum), yang dikenal dengan nama Mbah Ranto.
Didi Kempot juga saudara pelawak senior yaitu Mamik Podang.
Penyanyi yang terkenal dengan lagu Stasiun Balapan ini sejak kecil menikmati kehidupan di Surakarta.
Didi Kempot diketahui tidak menamatkan bangku sekolah.
Baca: INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN: Penyanyi Didi Kempot Meninggal Dunia Pagi Ini di RS Kasih Ibu
Sejak kecil, Didi Kempot dikenal sebagai anak yang nekat dan berani.
Sejak kelas 3 SMP, Didi Kempot sudah mulai mengamen.
Hal tersebut Didi Kempot lakukan terlepas Didi Kempot anak pelawak yang sedang berjawa pada saat itu.
Menurut Didi Kempot, mengamen bagaikan tes mental untuk dirinya.
Didi Kempot rela menjual sepeda untuk membeli sebuah gitar untuk mengamen.
Didi Kempot mengawali kariernya sebagai musisi jalanan atau pengamen sejak 1984 hingga 1989.
Pada 1984, Didi Kempot mulai menekuni profesi sebagai pengamen di Solo
Dua tahun kemudian, Didi Kempot dan teman-temannya merantau ke Jakarta.
Saat berada di Jakarta, Didi Kempot mengontrak rumah bersama teman-temannya.
Baca: Didi Kempot Meninggal Dunia, Sang Kakak Ungkap Almarhum Sempat Keluhkan Sakit dan Panas
Saat itu, Didi telah menciptakan beberapa lagu hingga akhirnya ia bertekad untuk hijrah ke Jakarta dan berharap lagunya dilirik oleh produser.
Keberuntungan berpihak pada Didi Kempot saat seorang produser mengajaknya masuk ke dapur rekaman.
Didi Kempot memiliki ciri khas dengan pakaian khas Jawa yang lengkap dengan blankon.
Sejak saat itu Didi Kempot mulai muncul di televisi nasional membawakan lagu campursari.
Single Stasiun Balapan merupakan satu lagu paling populer milik Didi Kempot.
Nama Didi Kempot pun semakin dikenal masyarakat berkat lagu tersebut.
Stasiun Balapan merupakan album perdana Didi Kempot.
Ia merekam lagu tersebut pada 1998, kemudian albumnya berhasil diluncurkan satu tahun setelahnya.
Bahkan, berkat lagi tersebut dirinya dinobatkan sebagai Duta Kereta Api.
Baca: Sosok Yan Vellia, Istri Didi Kempot yang Jarang Tersorot Media, Sama-sama Berkarier di Dunia Musik
Meski telah lebih dari 30 tahun menjadi penyanyi campursari, pamor Didi Kempot masih sangat tinggi.
Eksistensi Didi Kempot menjadi seorang musisi terbilang 'tahan banting.'
Bahkan sejak tahun lalu, Didi Kempot kembali naik daun di kalangan anak muda.
Kalangan anak muda menyebut Didi Kempot sebagai 'Sobat Ambyar'.
Tak hanya itu, terdapat sebutan 'Sad Boy' dan 'Sad Girl' untuk para penggemar Didi Kempot.
Didi Kempot juga diberi sebutan spesial sebagai The Godfather of Broken Heart.
Baca: Ciptakan Lebih dari 700 Lagu, Didi Kempot Punya Penggemar hingga Korea Selatan
'Lord Didi' menjadi panggilan baru Didi Kempot yang dibuat oleh penggemar Didi Kempot.
Hal tersebut karena lagu-lagu Didi Kempot yang menceritakan tentang kesedihan dan kisah patah hati.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati Ngawi Akan Gelar Konser Digital In Memoriam Didi Kempot"