Lupa Makan Sahur Saat Berpuasa Ramadan? 3 Hal Ini Mungkin Akan Terjadi pada Tubuhmu

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi sahur. Ada tiga hal yang mungkin terjadi di tubuh jika melewatkan sahur

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa orang terkadang tidak makan sahur saat puasa Ramadan.

Sebagian dari mereka ada yang tertidur sehingga tidak sempat makan sahur.

Padahal makan sahur sangat penting agar tetap segar dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Kemudian apa saja dampak buruk bagi tubuh akibat tidak makan sahur?

Dilansir dari Kompas.com, dokter gizi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan, dr. Samuel Oetoro mengatakan bahwa ada beberapa hal yang akan terjadi pada tubuh bila tidak makan sahur.

"Jadi kalau tidak sahur, sebenarnya Anda sedang melakukan puasa yang tidak sehat," kata dr. Samuel sata dihubungi Kompas.com, Rabu (6/5/2020).

1. Gula darah menurun

Samuel menyatakan, apabila tidak makan sahur, maka kandungan gula di darah akan rendah.

"Orang puasa itu, sehabis makan sahur kan 14 jam tidak masuk makanan, pada waktu dia tidak kemasukan makanan, kadar gula di darah itu akan menurun.

Apalagi yang tidak makan sahur, akan semakin rendah," kata Samuel.

Baca: Pola Tidur Bermasalah saat Puasa Ramadan? Ini 5 Kiat Mengatasinya

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini 8 Buah yang Cocok Dikonsumsi saat Sahur untuk Jaga Imunitas

Yang terjadi bila kadar gula mulai menurun, gula yang sebelumnya telah tersimpan di dalam otot dan hati akan dibongkar.

Namun, lanjut Samuel, pembongkaran tersebut akan memakan waktu yang tidak sebentar.

"Akibatnya badan belum sampai sore sudah loyo dan lemas," kata dia.

Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan saat sahur yang mengandung karbohidrat agar menaikkan gula darah.

Adapun karbohidrat tersebut juga harus mengandung serat.

"Misalnya makan nasi merah, roti yang ada seratnya seperti roti gandum, kalau makan kentang ya dengan kulitnya karena serat adanya di kulit, lalu buah dan sayuran jangan lupa juga karena seratnya juga tinggi," papar dia lagi.

2. Metabolisme melambat

Samuel menerangkan, orang yang tidak makan sahur akan mengalami pelambatan metabolisme.

Hal itu dikarenakan orang yang tidak makan sahur tersebut, tak terhidrasi secara baik.

"Karena dia minumnya sedikit atau kurang. Maka kalau makan sahur jangan lupa untuk perbanyak minum air putih," kata Samuel.

Lebih lanjut apabila metabolisme melambat, penyediaan energi juga akan melambat, orang yang berpuasa tanpa makan sahur tersebut akan terasa lemas.

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Autoimun

3. Kekurangan energi

Lalu, yang selanjutnya terjadi yakni akan mengalami kekurangan energi.

Nantinya, akan berdampak pada tubuh yang terasa lemas.

"Oleh karenanya, saat makan sahur harus mengandung protein.

Karena sel-sel tubuh itu kan mengalami regenerasi atau perbaikan, maka dibutuhkan protein," kata dia.

Selain itu, protein juga berperan dalam pembentukan sistem kekebalan di dalam tubuh atau imunitas tubuh.

Sumber lemak juga diperlukan saat makan sahur, namun lemak yang dimaksud yakni lemak sehat.

"Lemak sehat itu apa saja, omega 3 bisa dari ikan, omega 9 dari olive oil, dan lain sebagainya.

Bukan banyak makan gorengan saat sahur," kata Samuel.

Apabila semua sumber yang sudah disebutkan seperti di atas tadi telah terpenuhi, Samuel menegaskan bahwa  orang yang berpuasa akan kuat dan tetap fit hingga waktu berbuka puasa tiba.

Pola Tidur Bermasalah saat Puasa Ramadan? Ini 5 Kiat Mengatasinya

Tidur sangat penting bagi kesehatan kita karena saat itulah manusia dapat beristirahat penuh.

Namun, saat menjalankan puasa Ramadan, banyak yang mengalami perubahan pola tidur.

Beberapa dari mereka juga merasa kurang tidur atau kebutuhan istirahatnya belum tercukupi.

Pola tidur yang bermasalah bisa memiliki dampak buruk pada fungsi tubuh saat siang hari.

Dampak itu misalnya gangguan suasana hati, dan menciptakan peningkatan risiko cedera.

Dilansir dari Kompas.com, menurut pakar pengobatan masalah tidur dari London Sleep Centre Dubai, Kate Bridle, tubuh manusia sangat memerlukan makanan, minuman, dan tidur yang berkualitas.

"Tubuh kita membutuhkan semua ini agar tidak mudah merasa kelelahan, emosi terkontrol, dan fungsi tubuh berjalan dengan baik," ucap dia.

Ilustrasi tidur (massagemag.com)

Lantas, bagaimana puasa bisa mempengaruhi pola tidur kita?

 

Melansir laman Almadina Institute, berpuasa di bulan Ramadan mengakibatkan perubahan pola makan.

Asupan kalori meningkat pada malam hari, waktu makan bergeser, kadar kortisol dan insulin juga meningkat pada malam hari di bulan ramadhan.

Kadar kortisol sangat diperlukan tubuh saat kita stres dan kortisol yang terlalu sedikit bisa mengakibatkan kelelahan kronis.

Selain itu, peningkatan kadar kortisol dan insulin juga membuat nafsu makan meningkat.

Itu sebabnya, banyak orang makan dalam porsi besar ketika malam tiba.

Hal ini tentu dapat meningkatkan berat badan, menurunkan fungsi kekebalan tubuh, dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Tingginya kadar kortisol dan insulin, yang ditambah dengan tingginya nafsu makan serta pola makan buruk, turut berpengaruh negatif pada pola tidur kita.

Selain itu, makan berlebihan menjelang waktu tidur bisa meningkatan refluks asam ke kerongkonan yang mempengaruhi kualitas tidur kkita.

Oleh karena itu, pola makan sehat sangat penting untuk menjaga kualitas tidur kita selama bulan ramadhan.

Puasa mempengaruhi tidur REM Riset yang diterbitkan dalam Sleep and Biological Rhytms menemukan adanya pengurakan signifikan dalam latensi tidur selama ramadhan dan tidur REM.

Baca: Lelah Padahal Cuma Bermalasan Saat Puasa Ramadan di Rumah? Bisa Jadi Kamu Kurang Gerak, Yuk Perbaiki

Latensi tidur merupakan waktu yang dibutuhkan seseorang agar bisa tertidur pulas.

Dengan kata lain, mereka yang berpuasa bisa tertidur lebih cepat tetapi mengalami pengurangan durasi dalam fase tidur REM.

Padahal, tidur REM sangat penting agar tubuh bisa berfungsi optimal.

Lalu, bagaimana menjaga kualitas tidur selama bulan Ramadan?

Melansir laman The National, berikut tips atau kiat menjaga kualitas tidur selama Ramadan:

1. Ciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman

Pastikan kamar tidur kita tenang dan gelap.

Jika memungkinkan, gunakan penyumbat telinga dan masker mata bisa digunakan untuk tidur dan nyenyak.

2. Perhatikan asupan nutrisi

Pola makan juga penting dalam menjaga kualitas tidur.

Banyak orang mengonsumsi makanan berat, kaya kalori dan tinggi gula saat berbuka puasa.

Jenis makanan tersebut dapat mengganggu kualitas tidur karena tubuh perlu mencernanya ketika kita tidur dan beristirahat.

Baca: Resep Masakan Untuk Berbuka Puasa, Gurami Goreng Bumbu Terasi, Cocok Disantap Bersama Keluarga

Baca: Resep Makanan Martabak Manis Teflon yang Cocok Dihidangkan untuk Menu Berbuka Puasa

3. Hindari makanan pedas

Lapisan perut sangat sensitif usai berpuasa.

Itu sebabnya, mengonsumsi makanan pedas saat berbuka akan menyebabkan mulas penumpukan gas, dan menyebabkan gangguan tidur di malam hari.

Ilustrasi cabai pemberi rasa pedas pada makanan (Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati)

4. Hindari makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng mengandung lemak tinggi yang tidak bisa diproses oleh hati sehingga disimpan sebagai jaringan lemak.

Hal ini bisa menghambat saluran pencernaan dan meningkatkan asam lambung, yang pada gilirannya menyebabkan gangguan tidur.

Selain itu, hindari pula makanan olahan dan mengandung garam tinggi karena dapat menyebabkan dehidrasi.

Ilustrasi gorengan (Instagram/dhilasina)

5. Hindari asupan kafein

Bagi beberapa orang, kafein tidak akan membuat mereka sulit untuk tidur di malam hari.

Meski demikian, kafein tetap bisa mempengaruhi kualitas tidur kita.

Ilustrasi kopi (IST - BOLDSKY)

(TribunnewsWiki/Febri/Kompas.com/Ariska Puspita Anggraini/Dandy Bayu Bramasta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pola Tidur Terganggu saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya

 dan "3 Hal yang Mungkin Terjadi pada Tubuh akibat Tidak Makan Sahur, Apa Saja?"



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer