Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – LONG XING 629 merupakan kapal penangkap ikan asal China.
Kapal LONG XING 629 (IMO: 8687268) dibangun pada tahun 2003 (usia 17 tahun) dan saat ini berlayar di bawah bendera China.
Pemberitaan mengenai kapal LONG XING 629 mendadak viral lantaran video yang beredar memperlihatkan seorang ABK yang meninggal kemudian dilarung ke laut.
Diketahui anak buah kapal tersbut berasal dari Indonesia.(1)
Baca: Susi Pudjiastuti Geram, Tanggapi Video soal Jenazah ABK Indonesia yang Dibuang dari Kapal China
Baca: Mengenal Sosok Jang Hansol, Youtuber Korea yang Ceritakan Kasus Pelarungan ABK Indonesia
Spesifikasi
Kapal LONG XING diketahui milik Dalian Ocean Fishing Co.,Ltd yang berada di distrik Zhongshan, Dalian, China.
Kapal penangkap ikan ini dibangun di Negara China pada tahun 2003.
Panjang kapal ini 48,60 meter dengan kapasitas 28 orang.
Kapal LONG XING memiliki otoritas untuk berlayar di laut lepas.
Berikut adalah spesifikasi lengkap kapal LONG XING asal China:
Perusahaan pemilik: DALIAN OCEAN FISHING CO, LTD.
Alamat Pemilik: DISTRIK ZHONGSHAN, DALIAN, CHINA
Nama Pemilij: ZHOU FENG
Kewarganegaraan: China
Port Reg: Dalian
Dibangun di Negara: China
Dibangun pada Tahun: 2003
Awak kapal: 28
Panjangnya: 48.60
Satuan panjang: Meter
Kedalaman: 3,75
Unit Kedalaman Dibentuk: Meter
Balok: 8.70
Unit Beam: Meter
Tonase: 502.00
Jenis tonase: GT
Kekuatan mesin: 1029
Unit Daya: KW
Jenis freezer: lain
Kapasitas Pembekuan: 3
Unit Kapasitas Pembekuan: MT / hari
Jumlah freezer: 5
Kapasitas pancing: 368
Unit Topi FishHold: MT
Dikirim oleh CCM: China
Rincian komunikasi: Inmarsat C: 441219956
Metode memancing: Longline (tidak ditentukan)
Bendera: China
Nomor pendaftaran: (LIAO) CHUANDENG (JI) (2019) FT-200007
IRCS: BANJ8
Jenis Kapal: Tuna longliner
MENANG: BANJ8
IMO-LR: 8687268
VID: 4602
- Nama dan riwayat bendera
Nama Sebelumnya: YUANDA 19
Bendera Sebelumnya: CHINA
- Otorisasi
Jenis Auth: Longline
Nomor Auth: No.GH-0506 (2019) Guoyu (gong)
Area Auth: Samudera Pasifik
Spesies Auth: TUNA
Periode Auth Dari: 29 Jan 2019
Periode Auth Untuk: 31 Mar 2099
Kapal pukat dengan otorisasi untuk melakukan pengiriman di laut: Tidak ditentukan
Otorisasi untuk mengirim di laut lepas: IYA.(2)
Baca: Jenazah ABK Indonesia Dibuang ke Laut: Kapten Kapal Sebut Dilarung, China Klaim Sesuai Standar
Pembuangan ABK Indonesia yang meninggal ke laut
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengkonfirmasi bahwa ada satu orang anak buah kapal (ABK) warga negara (WNI) lagi yang meninggal dari Kapal Long Xing 629.
Satu ABK WNI tersebut meninggal setelah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit Busan, Korea Selatan.
Kemlu RI dalam keterangannya Kamis (7/5/2020) menyatakan ABK tersebut meninggal dikarenakan pneumonia.
KBRI Seoul saat ini tengah mengupayakan jenazah ABK WNI berinisial 'E'.
Pemerintah Indonesia menyatakan keseriusannya atas permasalahan yang dihadapi ABK WNI berbendera China itu dan akan memanggil Duta Besar China untuk meminta penjelasan lebih lanjut.
Kapal berbendera RRT Long Xin 605 dan Tian Yu 8 dikabarkan membawa 46 awak kapal WNI dan 15 diantaranya berasal dari Kapal Long Xing 629.
Di antara 15 WNI tersebut termasuk ABK WNI berinisial E, yang meninggal di Busan setelah mendapatkan perawatan.
Sebelumnya sebuah sumber menyebut, ada 18 ABK asal Indonesia bekerja di kapal Longxing 629 yang mengarungi laut lepas sejak setahun lalu.
Selama di tengah laut, ada 3 ABK yang meninggal dunia karena sakit dan jasadnya dibuang ke laut.
KBRI Seoul berkoordinasi dengan otoritas setempat telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April 2020.
Sebanyak 14 awak kapal Long Xing lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei 2020.
KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal a.n. E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia.
Adapun 20 awak kapal lainnya dikabarkan melanjutkan bekerja di kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8.(3)
Baca: Viral Video Jenazah ABK Indonesia di Kapal China Dibuang ke Laut, Ada Kemungkinan Eksploitasi
Jadi sorotan negara lain
Awalnya, pemberitaan ini menjadi sorotan setelah diposting di YouTube milik Jang Hansol, Korea Roemit.
Jang Hansol menunjukkan pemberitaan yang kini tengah hangat dibicarakan oleh masyarakat Korea.
Ketika kapal tersebut mampir ke Busan, Korea Selatan, 14 ABK melaporkan ke pemerintah setempat tentang kondisi mereka yang memprihatinkan pada 6 Mei 2020.
Media Korea Selatan MBC menayangkan liputan eksklusif dari pemberitaan tersebut.(4)
Baca: Jang Hansol