Seperti yang dilakukan pada tahun-tahun lalu, BNPT tetap terus melakukan antisipasi akan gerakan mencurigakan yang dilakukan oleh kelompok teroris di bulan Ramadan.
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Hamli mengatakan berdasarkan pengalaman di bulan ramadan lalu, kelompok terorisme kerap beraksi.
"Kita waspada terus. Seluruh komunitas intelijen waspada, karena ada tren sejak tahun 2000, kelompok teror melakukan serangan di bulan puasa," ujar Brigjen Pol Hamli dalam seminar online yang dihelat The Indonesia Intelligence Institute (6/5/2020).
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk terus waspada terhadap ancaman terorisme yang bisa saja terjadi di tengah pandemi virus corona ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Hamli saat ia menjadi narasumber dalam channel Youtube SekaliLagi.id, dengan tema Mewaspai Kejahatan Terorisme di Era Corona pada Rabu, (6/5/3030).
Tidak hanya mewaspadai serangan teroris, Intelijen juga terus melakukan pengawasan terhadap serangan dadakan yang dilakukan di tengah pandemi corona.
Baca: Boy Rafli Amar
Baca: Viral Video Jenazah ABK Indonesia Kapal China Dibuang ke Laut, Ada Kemungkinan Eksploitasi
Baca: Menhub Perintahkan Transportasi Aktif Lagi, Garuda Indonesia Langsung Gercep Buka Penjualan Tiket
Dari keterangan yang diungkapkan intelijen, tim Densus 88 berhasil membongkar rencana aksi terorisme yang disinyalir akan dilancarkan pada Ramadan kali ini.
"Densus 88 alhamdulillah berhasil membongkar rencana itu dan menemukan bahan peledak dalam jumlah yang besar," ujar Hamli.
Serangkaian penangkapan telah dilakukan Densus 88 di beberapa kota seperti Sidoarjo, Surabaya, hingga Serang Banten.
Menurutnya, ada beberapa kelompok teroris yang memanfaatkan pandemi corona ini sebagai waktu yang tepat untuk lebih menebar serangan teror.
"Kelompok teroris harus terus diwaspadai. Kita masyarakat menganggap situasi pandemi ini sebagai ujian. Tapi kelompok teroris berbeda, mereka merasa ini waktu tepat untuk menyerang karena masyarakat takut corona, aparat energinya dikerahkan ke pandemi, saat inilah waktu menyerang," katanya dikutip dari siaran Youtube SekaliLagi.id.
Dilansir dari Tribunnews, pembicara lain yaitu Sofyan Tsauri mengatakan bahwa penemuan tersebut berasal dari sebuah wacana di grup teroris.
Mereka disinyalir akan melakukan penyerangan di tengah isu-isu corona untuk membuat beberapa pihak kacau dan panik.
"Ada yang ingin mengacaukan Indonesia di sela-sela isu Corona," ujar mantan narapidana terorisme tersebut.
Selain itu, Sofyan juga mengingatkan bahwa ada sekelompok teroris yang akan menyebarkan kebencian terhadap etnis tertentu.
"Mereka memprovokasi agar etnis itu diserang karena dianggap sebagai penyebar virus Corona," ujar Sofyan.
Seorang pengamat terorisme, yaitu Ridlwan Habib menilai kerja sama lintas instansi diperlukan untuk mencegah terorisme di tengah pandemi corona terlebih di bulan Ramadan ini.
Ia pun menilai jika Kepala BNPT yang baru saja dilantik, Irjen Pol Boy Rafli Amar mampu mengajak berbagai organisasi masyrakat (ormas) untuk bersatu mencegah adanya serangan teror.
"Perang melawan ideologi terorisme tidak bisa hanya oleh pemerintah saja, masyarakat harus terlibat," katanya.
Baca: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Baca: Ayah Nikita Willy Meninggal Dunia, Langsung Dimakamkan Tanpa Dibawa ke Rumah Duka
Baca: Alasan Menhub Budi Karya Aktifkan Kembali Moda Transportasi: Beruntunglah Bapak-bapak Anggota DPR
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Boy Rafli Amar sebagai ketua BNPT yang baru menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius pada Rabu (6/5/2020) pagi.
Pelantikan tersebut berlangsung pukul 09.30 WIB dengan diawali pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 88/P Tahun 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat utama di lingkungan BNPT.
Acara selanjutnya yaitu dilakukannya penandatanganan berita acara dan pengucapan selamat dari Presiden dan tamu undangan kepada Boy Rafli.
Pelantikan Boy sebagai Kepala BNPT juga merupakan penunjukan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz melalui telegram Kapolri ST/1378/KEP/2020 pada Jumat (1/5).
Boy menggantikan Suhardi yang telah empat tahun menjabat sebagai Kepala BNPT.
Sebelum ditunjuk menjabat Kepala BNPT, Boy Rafli Amar pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Polri, seperti Kapolda Banten (2014-2016), Kepala Divisi Humas Polri (2016-2017), Kapolda Papua (2017-2018), dan Wakil Kepala Lemdiklat (2018-2020).
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Intelijen Waspadai Serangan Teror di Bulan Ramadan