Sekuriti supermarket terebut akhirnya tewas saat itu juga.
Hal tersebut seperti yang dilaporkan oleh Gubernur Michigan, Amerika Serikat.
Seorang ibu rumah tangga, suami dan putranya didakwa membunuh seorang sekuriti bernama Calvin Munerlyn (43).
Munerlyn merupakan sekuriti supermarket Family Dollar di Flint, Michigan, Amerika Serikat.
Munerlyn tewas dengan luka tembakan di belakang kepalanya setelah ketiga pelaku mendapat pengaduan dari putrinya tidak diperbolehkan masuk ke supermarket.
Baca: Ayahnya Baru Saja Meninggal akibat Corona, Seorang Pekerja RS di Inggris Dibunuh Kelompok Bersenjata
Baca: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Dua Korban Tewas Tanpa Busana di Solo
Sharmel Teague (45), suaminya Larry Teague (44) dan putranya, Ramonyea Bishop (23) mendatangi supermarket tempat Munerlyn bekerja, Jumat (1/5/2020).
Setelah kejadian tersebut polisi langsung berusaha mencari pelaku.
Sharmel Teague telah ditangkap, tetapi dua tersangka lain suami dan putranya masih menjadi buronan.
Ketiganya didakwa melakukan pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata api tingkat pertama.
Larry Teague juga didakwa melanggar perintah Gubernur Michigan yang mewajibkan pemakaian masker saat berada di luar rumah untuk mencegah penularan virus corona.
Sementara itu putrinya belum dituntut.
Jaksa Wilayah Genesee David Leyton mengatakan pada konferensi pers pada hari Senin (4/5/2020) memaparkan kronologi penembakan ini.
Setelah pertengkaran verbal di depan supermarket, Sharmel Teague berteriak dan meludahi Munerlyn lalu pergi.
Munerlyn menyuruh Sharmel Teague meninggalkan toko dan memerintahkan kasir untuk tidak melayaninya.
Beberapa saat kemudian, Sharmel Teague dengan putra dan suaminya datang ke supermarket Family Dollar sebelum penembakan terjadi.
Putranya Bishop diduga menarik pelatuk.
Baca: Kesal sang Anak Tak Mau Makan, Ibu Muda Usia 19 Tahun Tak Sengaja Bunuh Balita dengan Piring
Jaksa mengatakan: "Kematian Calvin Munerlyn tidak masuk akal dan tragis, dan mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban hukum."
"Yang dilakukan anakku (hanya memperbolehkan pelanggan bermasker) adalah pekerjaannya." kata Ibu Munerlyn, Bernadett, pada kantor berita Associated Press.
Situs GoFundMe menggalangan donasi untuk pemakaman Munerlyn telah terkumpul hampir 100.000 dolar AS.
Menurut halaman itu, korban meninggalkan delapan anak.
Gubernur Michigan Gretchen Whitmer memerintahkan semua penduduk di negara bagian Midwest untuk mengenakan masker ketika berada di tempat bisnis, sebagai pencegahan Covid-19.
Pengelola supermarket atau toko dapat menolak calon pembeli yang tidak mematuhi aturan ini.
Hingga Senin (4/5/2020), jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di Michigan mencapai 43.950, termasuk 4.135 kematian.
Pekan lalu, ratusan orang, beberapa dari mereka bersenjata, berunjukrasa Kantor Gubernur Michigan di Lansing dan menuntut diakhirinya lockdown.
Ada resistensi kemarahan di tempat lain di AS terhadap peraturan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus.
Peraturan wajib memakai masker yang harusnya berlaku mulai Jumat lalu di Oklahoma dibatalkan dalam beberapa jam setelah mendapat reaksi keras dari pelanggan.
Karyawan toko di Stillwater mengaku mendapat ancaman kekerasan, termasuk yang melibatkan senjata.
Wali Kota Will Joyce dengan cepat mengubah perintah itu hanya bersifat imbauan. (bbc news)
Baca: Kasus Penganiayaan Gara-gara Masker, Perawat di Semarang Juga Diancam Akan Dibunuh Calon Pasien
Baca: Pria Ini Tega Hamili Anak Kandung yang Berusia 19 Tahun hingga Melahirkan, Terkuak 5 Tahun Kemudian
Artikel ini telah tayang di Tribun-medan.com dengan judul Ditolak Belanja Akibat tak Pakai Masker, Keluarga Pelanggan Ngamuk Tembak Mati Sekuriti Supermarket