Donald Trump mengerti betul kebijakannya tak boleh mengabaikan nyawa banyak orang.
Nemun, dirinya juga tak menutup mata banyak orang yang kesulitan karena kehilangan pekerjaan, seperti diberitakan ABC News, Senin (4/5/2020).
Karenanya, Trump membuat catatan penting untuk memulai kembali roda perekonomian Amerika Serikat.
Baca: Tanggapi Berbagai Komentar Miring Donald Trump, Dirjen WHO Tegaskan Tak Ingin Buang-buang Waktu
Baca: Kim Jong Un Sumringah Saat Muncul Lagi ke Publik, Donald Trump: Senang Melihat Dia Kembali!
"Kami akan membuka kembali negara kita,"
"Kita harus membuka kembali dengan aman, tapi secepat mungkin,"
"Sangat mengerikan untuk dilalui, tapi (pasti) berhasil," katanya.
Terkait rencana ini banyak ahli kesehatan masyarakat mengatakan kebijakan ini akan menimbulkan risiko, jika belum ada vaksin.
Namun, Trump percaya jika vaksin bisa ditemukan pada akhir tahun.
Baca: Donald Trump Setuju Permintaan Jokowi Kirim Ventilator ke Tanah Air, Banyak Masyarakat AS Protes
Baca: Tepis Klaim Donald Trump, Pihak WHO Tegaskan Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Laboratorium
Pemerintah memperkirakan ekonomi Amerika Serikat menyusut pada angka 4,8% dari Januari hingga Maret.
Selain itu, sekitar 30,3 juta orang telah mengajukan bantuan pengangguran.
Masuk akal, karena enam minggu sejak wabah menyebar di Amerika, pengusaha mulai menutup dan memangkas tenaga kerja yang mereka miliki.
Meski demikian, ABC News menilai upaya Trump untuk memulai ekonomi berkaitan dengan pemilihan presiden yang akan dilakukan.
Dukungan Trump mulai merosot di sejumlah negara bagian.
Baca: Yakin Virus Corona Buatan Laboratorium di Wuhan, Amerika Serikat Akan Minta Tanggung Jawab China
Baca: 5 Kabar Baik Penanganan Wabah Virus Corona di Indonesia: Banyak yang Sembuh hingga Ada 41 Lab Baru
Konon, jika pemilihan dilakukan di hari tersebut, Trump sudah pasti kalah dari Joe Biden.
Karenanya, para pembantu presiden percaya memulai kembali ekonomi akan menjadi tonggak penting untuk memenangkan pemilu November mendatang.
Walau hal itu harus dibayar dengan risiko kesehatan masyarakat.
Presiden sendiri telah memulai menjadwalkan perjalanan setelah sebelumnya hanya terkurung di Gedung Putih.
Ia dijadwalkan ke pabrik masker di Arizona, selasa.
Juni mendatang, ia dijadwalkan memberikan pidaro di Akademi Militer AS.