Kejadian itu terjadi di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
Pencurian tersebut terjadi pada hari Senin (4/5/2020) sekitar pukul 19.00 WIB saat ia mampir disebuah minimarket.
"Jam 19.00 saya mampir mini market, tim saya mampir ke warung sebelah minimarket. Enggak ada 2 menit, kaca belakang (mobil) sudah jebol," ujar Tirta.
Ia pun melaporkan tindakan pencurian tersebut ke Polda Metro Jaya.
Laporan pembobolan mobil oleh maling tersebut terdaftar dalam nomor LP/2647/V/YAN/2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal 4 Mei 2020.
Baca: Banyak Warga yang Masih Langgar PSBB, Pemkot Bekasi Berlakukan Tes PCR Di 6 Titik Perbatasan Kota
Baca: Jerinx SID Siap Disuntik Virus Corona & Anggap Covid-19 Konspirasi, Buka Diskusi Bareng dr Tirta
Baca: Dirawat di Rumah Sakit karena Bronkitis, dr. Tirta Jadi PDP Covid-19, Titipkan Ini ke Anies Baswedan
Sebelumnya, ia mengatakan jika ia hanya mampir sebentar ke sebuah minimarket selama kurang lebih 2 menit.
Namun, saat ia kembali ke arah mobil yang diparkirnya di depan minimarket tersebut, kaca belakang mobilnya sudah pecah.
dr. Tirta pun mengungkapkan jika barang miliknya, laptop dan sejumlah berkas atau dokumen tentang Covid-19 miliknya telah hilang diambil maling.
"Laptop dan beberapa dokumen hard copy hilang. Kebetulan ada dokumen berisi hasil uji lab APD hazmat lokal di situ," ungkap Tirta.
Sebelumnya, ia pun sempat membagikan foto yang memperlihatkan kaca mobil belakangnya telah rusak.
"Di sebrang ada Mercy E 230, ada tas pink, kaca film 50%, aman-aman aja,
kaca film saya, gelap. Disitulah saya meremehkan, 2-3 menit, balik, boom,
Bukti, Kejahatan bisa ada dimana aja. Waspada ya guys," cuitnya di akun Twitter pribadinya, @tirta_hudhi pada Selasa (5/4/2020) pukul 12:01 dini hari.
Dalam cuitannya yang lain, dr. Tirta pun merasa sang pencuri adalah maling yang sangat ahli.
Karena tidak adanya bunyi alarm saat kejadian pembobolan terjadi, bahkan kaca mobil miliknya pun lebih tebal dari mobil yang ada diseberangnya.
ia pun mengakui jika ia ceroboh dan maling akan terus menggunakan kesempatan untuk melakukan tindak pencurian.
Baca: Meninggal Dunia di RS Kasih Ibu Solo, Penyanyi Campursari Didi Kempot Akan Dimakamkan di Ngawi
Baca: Lakukan Investigasi Internal, Kominfo Kini Bekerja Sama dengan BSSN untuk Tangani Masalah Tokopedia
Baca: Lagu Ojo Mudik Jadi Persembahan Terakhir Didi Kempot, Gandeng Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo
Meskipun begitu, dokter sekaligus relawan BNPB tersebut mengimbau kepada followernya untuk tetap berhati-hati saat keluar rumah.
Ia juga bersyukur karena dirinya aman dan mengatakan jika nyawa lebih penting dari pada barang yang dicuri.
"Yg penting. Nyawa aman. Jadi tetap aktivitas relawan jalan. Cuma skrn ekstra waspada.
Kalian juga hati2 kalo keluar rumah yah !" tulisnya.
Diketahui, dr Tirta yang mempunyai nama lengkap Tirta Mandira Hudhi adalah seorang dokter, pengusaha, aktivis, dan influencer.
Ia lahir di Surakarta pada 30 Juli 1991.
Pada tahun 2018, dr. Tirta memutuskan untuk vakum dari dunia kesehatan dan memilih untuk menekuni usahanya.
Kemudian, ia pun dipanggil oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.
Undangan tersebut diberikan pada dr. Tirta untuk membahas alokasi donasi yang dilakukan oleh para influencer agar tepat sasaran.
Dr. Tirta yang memiliki kepedulian tinggi terhadap wabah corona ini merasa terpanggil ketika Indonesia tengah melawan virus yang menyerang sistem imunitas dan pernapasan manusia ini.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mobil Dr Tirta Dibobol Maling di BSD, Laptop dan Dokumen Raib"