Banyak Warga yang Masih Langgar PSBB, Pemkot Bekasi Berlakukan Tes PCR Di 6 Titik Perbatasan Kota

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Arus kendaraan ke arah Jakarta di ruas tol Jakarta-Cikampak, tepatnya di wilayah Kota Bekasi, tampak padat, Minggu (9/6/2019).(KOMPAS.com/DEAN PAHREVI)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Kota Bekasi akan berlakukan tes swab Covid-19 dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk warga yang melintasi enam titik perbatasan Kota Bekasi.

Tes PCR tersebut dilakukan untuk mendekteksi lokasi dan menekan angka kasus persebaran virus corona.

Pemberlakukan tes swab Covid-19 menggunakan PCR ini mulai diberlakukan pada Selasa (5/5/2020).

Enam titik perbatasan yang disebutkan, yaitu perbatasan Lubang Buaya-Pondok Gede, perbatasan Jembatan Sasak Jarang-Wisma Asri Bekasi Utara, perbatasan Sumber Arta, perbatasan Jatiwaringin, dan perbatasan Pabrik Teh Botol Sosro Harapan Indah.

“Melalui sampling bagi warga Kota Bekasi yang masuk maupun keluar Kota Bekasi akan dilakukan tes swab guna mencegah penyebaran Covid 19 ini. Tes tersebut dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Tim RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi yang disebar di beberapa titik,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melalui siaran persnya, Senin (4/6/2020).

Rahmat mengatakan jika saat ini Pemkot Bekasi telah menyiapkan setidaknya 50 alat tes PCR di masing-masing titik perbatasan Kota Bekasi.

Namun, di perbatasan Sumber Artha yang menjadi jalan protokol utama keluar-masuk masyarakat Bekasi akan disiapkan 100 alat tes.

Baca: Gerakan Gantung Makanan Bermunculan di Tengah Kesulitan Ekonomi akibat Pandemi Corona

Baca: Rangkuman dan Jawaban Lengkap Soal Kelas 4-6 SD Materi Aneka Pantun Belajar dari Rumah TVRI

Baca: Asal-usul Nama Panggung Didi Kempot yang Menyimpan Kisah di Masa Awal Meniti Karier

Jadi masyarakat yang hendak masuk ke Kota Bekasi akan terlebih dahulu menjalani tes swab secara acak.

“Berhenti sebentar, dahak taruk, lihat datanya dengan KTP langsung dicatat,” ucap Rahmat.

Usai tes PCR, sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan kemudian akan dibawa dan diuji di Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

“Metode swab prosedurnya memakan waktu 15 detik dengan tidak menimbulkan rasa sakit, dan selanjutnya akan dibawa untuk diteliti di laboraturium Dinas Kesehatan Kota Bekasi,” ujar Rahmat.

Pelaksanaan tes swab Covid-19 ini dilakukan kata Rahmat untuk mendeteksi dengan cepat penyebaran Covid-19.

Sebab masih banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran pada PSBB tahap kedua ini.

"Ini kita akan serius berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk penggalakkannnya (aturan PSBB) di lapangan, termasuk sosialisasi ASN dan non-ASN yang woro woro kepada warga yang masih nongkrong tidak memperdulikan kesehatan ia sendiri untuk tidak keluar rumah jika tidak ada urusan penting,” kata Rahmat.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk patuh dan ikuti aturan Pemerintah Kota Bekasi terkait dengan dilaksanakannya PSBB.

Dengan begitu, ia berharap kalau jumlah kasus positif Covid-19 akan menurun.

"Harus berapa banyak lagi menjadi korban dari Covid 19 ini? Dengan cara kita bekerja sama dari warga dan Pemerintah Kota Bekasi juga Polres Metro Bekasi dan Dandim 0507 Bekasi, untuk sama sama sosialisasikan bahaya dari Covid 19 ini, warga mengikuti dengan anjuran dari Pemerintah untuk menjaga jarak, gunakan masker, lakukan PSBB dan terpenting jika tidak ada kepentingan agar dirujjmah saja. Itu kerja sama yang baik,” tutur dia.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi juga lakukan tes swab Covid-19 di Stasiun Bekasi.

Pemkot telah menyiapkan 300 tes PCR bagi penumpang commuterline.

Baca: Warga Masih Nekat Mudik, Anies: Kalau Mudik Belum Tentu Bisa Kembali ke Jakarta dalam Waktu Singkat

Baca: Tak Punya Riwayat Penyakit, Dokter Ungkap Kemungkinan Penyebab Meninggalnya Didi Kempot

Baca: Sudah Dibuka Gelombang 4, Verifikasi Program Prakerja Ternyata Masih Berjalan dan Belum Tuntas

300 alat tes swab

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyiapkan 300 alat tes swab dengan metode polymerase chain reaction ( PCR) untuk para pengguna commuterline di Stasiun Bekasi, Selasa (5/5/2020).

“Besok jam 05.00 WIB kami siapkan 300 (alat tes swab). Timnya Dinkes nanti, langsung PCR jadi bukan rapid (test),” ujar Pepen di Bekasi, Senin (4/5/2020).

Ia mengatakan, tes swab dengan metode PCR itu dilakukan terhadap penumpang commuterline yang hendak keluar dari Kota Bekasi.

Jadi sebelum masuk ke stasiun, penumpang commuterline akan terlebih dahulu akan jalani tes swab secara acak.

“Begitu datang dia, kami minta dulu buat periksa. KTP mana saja terserah, karena pokoknya orang yang hilir mudik di Bekasi keluar kemana itu di-swab,” ucap Rahmat.

Usai tes swab, sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan akan dibawa dan diuji di Laboratorium Kesehatan Kota Bekasi.

Menurutnya, hasil pemeriksaan itu diharapkan bisa memberikan gambaran terkait kondisi penumpang KRL, apakah ada yang terpapar Covid-19 atau tidak.

Karena masih bayak warga Bekasi yang bekerja di Jakarta menggunakan KRL commuterline.

Hal tersebut dilakukannya sebagai langkah antisipasi untuk menekan angka atau kasus positif di Kota Bekasi.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Cynthia Lova)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mulai Besok, Warga yang Lintasi 6 Perbatasan Kota Bekasi Akan Dites PCR Covid-19",



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer