Dari postingan tersebut, pihak kepolisian dari Polrestabes Bandung dan XTC Kota Bandung pun melakukan mediasi dengan keluarga sang Youtuber.
Namun, saat dilakukannya mediasi tersebut, sang Youtuber sedang tidak berada di lokasi sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.
Pihak kepolisian pun juga melakukan penulusuran terhadap waria yang menjadi korban Ferdian.
Setelah dimintai keterangan, ternyata video yang disebut-sebut prank tersebut bukanlah video settingan.
Salah seorang waria yang menjadi korban Ferdian mengaku terhina dan berharap adanya proses hukum untuk memberikan efek jera.
"Sakit hati saya, itu (kardus) isinya sampah, saya teh berharap isinya mi instan atau apa. Padahal saya (bekerja) cuma pengen buat besok makan, saya juga sadar pemerintah sudah menerapkan aturan (PSBB) tapi kalau saya nggak nyari makan, dari siapa," kata transpuan tersebut sembari menahan tangis.
Dari postingan @ClickBandung, terlihat juga satuan Team Prab u 1 dan Ketua Sahabat Polisi Bandung sedang melakukan klarifikasi ke korban lain yang juga transpuan.
Hingga kini, sang Youtuber pembuat konten prank sampah tersebut belum diketahui keberadaannya.
Akun Instagram miliknya pun kini sudah dihapus.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aksi YouTuber Ferdian Paleka Prank Kasih Sembako Sampah ke Waria Tuai Kecaman",