Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini Cerita WNI di Islandia yang Menjalankan Ibadah Puasa

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Aktivitas saat menjalani puasa ramadhan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi corona atau covid-19 membuat suasana Ramadan kali terasa sangat berbeda bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini juga dirasakan oleh seorang warga negara Indonesia atau WNI yang tinggal di Islandia.

WNI tersebut bernama Asti dan menceritakan suasana Ramadan di Islandia di tengah wabah covid-19.

Dilansir dari Kompas.com, Asti bercerita bahwa sebelum pandemi corona, para laki-laki salat maghrib berjamaah, buka puasa bersama, mengaji lanjut isya, dan tarawih di masjid.

"Sekarang karena pandemi seperti halnya di seluruh dunia, segala kegiatan berkumpul dilarang," kata Asti pada Selasa (28/4/2020) dikutip dari Kompas.

Asti juga mengatakan tidak ada iktikaf di masjid.

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini Cerita WNI saat Bulan Puasa di Jerman

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Muslim Inggris Buka Puasa Bersama via Zoom dan Facebook

Ilustrasi buka puasa bersama (Commons.wikimedia.org)

Hal lain yang dirasakan oleh Asti adalah tidak adanya pengajian oleh ibu-ibu komunitas Indonesia selama masa pandemi.

"Biasanya kan sebelum pandemi, ibu-ibu komunitas Indonesia di Islandia pengajian tiap bulan.
Ini enggak ada di Ramadhan sekarang," kata dia.

Hal yang semakin membuat dirinya sedih dan rindu dengan momen-momen suasana Ramadan sebelum Covid-19 adalah momen buka puasa bersama.

Kata dia, di Islandia biasa ada waktu berbuka puasa bersama dan semua WNI di Islandia akan berkumpul dengan membawa jajanan atau hidangan khas Nusantara.

"Karena Covid-19, sejak Maret 2020 udah stop pengajian dan enggak ada buka puasa bersama Ramadaan ini," katanya.

Kendati merasa banyak perbedaan mencolok pada bulan Ramadan saat pandemi corona yang dialaminya, Asti optimistis situasi di Islandia dapat kembali seperti sedia kala tak lama lagi.

Dia yakin karena hingga kini tak ada penambahan kasus virus corona di sana.

Baca: 7 Cara Tingkatkan Imunitas Tubuh Meskipun Sedang Puasa Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Baca: Ramadan di Tengah Corona, Berikut 4 Drama Korea yang Bisa Ditonton Saat Ngabuburit Di Rumah

Asti menuturkan bahwa mulai 4 Mei 2020, Islandia akan memperlonggar aturan yang ada selama masa pandemi karena sudah tidak ditemukan kasus baru corona.

"Mungkin karena penduduk sedikit, sehingga mudah dikendalikan, jadi 4 Mei nanti, semua sekolah buka normal, termasuk setingkat SMA atau college, dan universitas yang tadinya tutup," dia menjelaskan.

Salon dan restoran diperkirakan juga akan kembali membuka operasionalnya pada 4 Mei.

Menurut Asti, Pemerintah Islandia tetap menganjurkan prosedur atau SOP kesehatan Covid-19, yaitu boleh berkumpul maksimal 50 orang.

Namun, masjid akan tetap ditutup selama bulan Ramadan yang berarti tidak ada salat Jumat, tarawih, salat wajib, dan buka puasa, hingga iktikaf atau berdoa sendiri di masjid kali ini.

Ilustrasi salat tarawih (Tribunnews.com/JEPRIMA)

Ramadan Kala Pandemi Corona, Ini Kebijakan Ibadah Berbagai Negara dari Turki hingga Pakistan

Pandemi corona atau covid-19 membuat banyak negara mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah saat Ramadan. 

Berbagai kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang menyebabkan covid-19.  

Berikut ini adalah kebijakan berbagai negara ketika Ramadan di tengah pandemi Covid-19, diberitakan TribunnewsWiki.com dari Independent, Kamis (23/4/2020).

Turki melarang pemasangan tenda yang menyediakan makanan untuk sahur dan buka.

Warga di sana juga dilarang memberi tip pada penabuh genderang yang biasa bertugas untuk membangunkan sahur.

Kebijakan itu diambil setelah hampir 100.000 kasus dan 2.259 kematian tercatat pada Rabu sore (22/4/2020), menurut Universitas Johns Hopkins.

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Tarawih Pertama di Aceh Dilaksanakan Secara Berjamaah

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19, Jokowi Ajak Umat Sambut Bulan Suci dengan Rasa Syukur

Sebuah gambar yang diambil pada 24 April 2020 menunjukkan masjid Sultanahmet, yang dikenal sebagai masjid Biru pada hari pertama ramandan selama 4 hari kuncian saat negara itu mengadopsi langkah-langkah untuk mengekang penyebaran COVID-19 (coronavirus novel). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan penguncian empat hari dari 23 April 2020 di Istanbul dan 30 kota besar lainnya sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona baru. (Ozan KOSE / AFP)

Mesir melarang pengadaan meja amal, meskipun hanya ada 3.490 kasus dengan total kematian saat ini di angka 264.

Arab Saudi telah menangguhkan visa bagi umat Muslim yang ingin melakukan ibadah ke Mekah dan Madinah.

Iran melarang publik untuk mengadiri tempat suci, termasuk masjid.

Karena kebijakan ini harus diambil, Presiden Iran Hassan Rouhani meminta maaf.

Pakistan mengizinkan orang datang ke masjid dengan catatan tak lebih dari lima orang.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin/Febri/Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puasa di Islandia Saat Corona: Tidak Ada Ibadah di Masjid dan Buka Bersama Makanan Khas Nusantara"



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer