Dalam tayangan belajar dari rumah, siswa dijelaskan tentang sejarah Kerajaan Tarumanegara.
Peserta didik juga diberikan beberapa pertanyaan sebagai tugas belajar dari rumah.
Pertanyaan tugas belajar dari rumah itu seputar tentang sejarah Kerajaan Tarumanegara.
Jawaban belajar dari rumah telah dirangkum berikut ini.
Dilansir TribunnewsWiki, Tarumanegara berasal dari kata taruma dan negara.
Baca: Kerajaan Tarumanegara
Nagara artinya kerajaan atau negara sedangkan taruma berasal dari kata tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Ci Tarum atau Citarum.
Dalam catatan, kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu beraliran wisnu.
Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasinghawarman pada tahun 358 M.
Terdapat beberapa bukti peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
Berikut bukti prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
Baca: Situs Batu Berak Lampung
Prasasti Tugu ditemukan di daerah Tugu, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Dalam Prasasti Tugu, terdapat lima baris tulisan dalam bahasa Sansekerta dan aksara Palawa.
Tulisan ini menceritakan mengenai penggalian Sungai Candrabaga yang dilakukan pada masa pemerintahan Rajadirajaguru sepanjang 12 kilometer.
Serta penggalian Sungai Gomati di tahun 22 oleh Purnawarman selama masa pemerintahannya.
Penggalian sungai ini adalah cara untuk menghindari banjir yang sering terjadi dan kekeringan pada musim kemarau.
Pada prasasti yang ditemukan di Kampung Muara Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor ini terdapat hal menarik, teman-teman.
Sebuah lukisan tapak kaki gajah terlihat ada pada permukaan peninggalan Kerajaan Tarumanegara ini.
Tapak kaki ini disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, gajah yang ditunggangi Dewa Wisnu.
Baca: Kunci Jawaban Lengkap Soal Matematika SMP dan SMA, Belajar dari Rumah di TVRI Kamis 30 April 2020
Prasasti Jambu yang disebut juga Prasasti Pasir Koleangkak ini ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan huruf Palawa.
Isi dari prasasti ini adalah tulisan yang memuji pemerintahan pada masa Raja Mulawarman.
Selain berisi tulisan itu, pada Prasasti Jambu juga terdapat gambar telapak kaki.
Prasasti Jambu dinamakan demikian berdasarkan tempatnya ditemukan, nih, teman-teman.
Prasasti Jambu ditemukan di sekitar perkebunan jambu di bukit Koleangkak, sekitar 30 kilometer di sebelah barat Bogor.
Prasasti Pasir Awi berisi pahatan gambar dahan, ranting, dedaunan, dan buah-buahan.
Selain itu, prasasti yang terletak di lereng sebelah selatan bukit Pasir Awi, Kabupaten Bogor ini juga terdapat gambar sepasang telapak kaki.
Baca: Kunci Jawaban Belajar dari Rumah TVRI SMA/SMK Kamis 30 April 2020: Persamaan dan Fungsi Kuadrat
Prasasti ini juga disebut Prasasti Ciampea.
Prasasti ini ditemukan di tepi sungai Ciaruteun di dekat tepi Sungai Cisadane.
Para prasasti ini, terdapat rulisan yang terdiri dari empat baris dan ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan huruf Palawa.
Selain itu, pada Prasasti Ciaruteun juga terdapat lukisan yang terlihat seperti laba-laba dan telapak kaki Raja Purnawarman.
Berbagai peninggalan Kerjaan Tarumanegara ini dinamakan sesuai dengan daerah tempatmya ditemukan.
Seperti Prasasti Muara Ciaten, yang ditemukan terletak di tepi Sungai Cisadane, dekat Muara Ciaten.
Berbeda dengan prasasti lainnya yang berisi tulisan maupun gambar, pada prasasti Muara Ciaten ini terdapat goresan.
Goresan yang ada pada prasasti ini adalah gambar sulur atau ikal yang keluar dari umbi.
Prasasti Cidanghiyang juga disebut dengan Prasasti Lebak.
Tempat prasasti ini ditemukan di Kampung Lebak, tepi Sungai Cidanghiang, di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Prasasti yang ditemukan tahun 1947 ini terdapat dua baris tulisan dalam bahasa Sansekerta menggunakan huruf Palawa.
Isi dari Prasasti Cidanghiyang adalah mengenai keberanian Raja Purnawarman.