Sehingga peruntukkan Kartu Prakerja tak hanya untuk mereka yang sedang mencari pekerjaan saja.
Tak hanya itu, rupanya lulusan magister atau S2 juga diperbolehkan mendaftar keanggotaan Kartu Prakerja.
Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari.
Ditemui di kantor PNPB, Jakarta, pada Selasa (28/4/2020), Denni menjelaskan lebih rinci dari informasi tersebut.
Baca: Ramalan Zodiak Cinta Rabu 29 April 2020, Aries Bersikaplah Bijaksana, Cancer Mulai Sesuatu yang Baru
Baca: Ramalan Zodiak Keuangan Rabu 29 April 2020, Leo Perlu Lebih Kolaboratif, Libra Jangan Berharap
Denni menjelaskan bahwa tidak semua lulusan S2 bisa menjadi prioritas keanggotaan Kartu Prakerja.
Seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, yang menjadi prioritas adalah lulusan S2 yang memiliki tingkat ekonomi rendah.
Tak hanya itu, lulusan S2 yang kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemi corona juga bisa menjadi prioritas.
Denni mengungkap, peraturan bahwa lulusan S2 diperbolehkan mendaftar Kartu Prakerja sudah ada sebelumnya.
"Sebenarnya lulusan S2 boleh. Namun sekali lagi mari kita kedepankan toleransi kita buat mereka yang terdampak dan lebih susah daripada kita," ujar Denni ketika dikonfirmasi Tribunnews.com.
Kartu Prakerja difokuskan untuk angkatan kerja terdampak pandemi Covid-19
Denni menjelaskan sebenarnya program Kartu Prakerja diperintukkan pada masyarakat yang telah berumur 18 tahun ke atas.
Usia 18 tahun ke atas menjadi pertimbangan lantaran seseorang telah dihitung menjadi angkatan kerja serta telah memasuki umur yang produktif.
Lebih penting, pendaftar juga bukan mereka yang sedang menjalani masa studi di sekolah atau perkuliahan.
Meski demikian, Danni menhayakan program Kartu Prakerja saat ini lebih diarahkan untuk membantu angkatan kerja yang terdampak pandemi Covid-19.
"Dalam masa yang extraordinary sekarang ini, kita kemudian kan ada Inpres 4 tahun 2020 yaitu yang mengamanatkan supaya program dan anggaran itu di-refocusing untuk merespon corona atau Covid-19," ungkap Denni.
Danni menjelaskan memang pada awalnya program Kartu Prakerja digunakan untuk meningkatkan kompetensi para pencari kerja di usia produktif.
Namun saat ini, program tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
"Karena itulah kenapa kemudian program kartu pra kerja yang semula designnya adalah purely untuk kompetensi daya saing produktivitas," terang Danni.
Sekarang kemudian ada satu misi lagi yaitu adalah mendukung daya beli, karena itu disebut oleh Bapak Presiden semi Bansos," lanjutnya.
Cara pendaftaran Kartu Prakerja
Sebelum mendaftar, pastikan kondisi internet stabil untuk membuat akun Kartu Prakerja.
Siapkan juga berkas data diri berupa KTP untuk mengisi form swafoto.
Pendaftar juga diwajibkan memiliki alamat email aktif untuk bisa mendaftar dan mendapatkan pemberitahuan lebih lanjut.
- Kunjungi laman prakerja.go.id, pastikan Anda memiliki email aktif
- Pilih 'daftar'
- Masukkan nama lengkap, email dan kata sandi
- Masukkan konfirmasi kata sandi, kemudian centang kotak persetujuan
- Klik 'Daftar' dan lakukan verifikasi email dengan mengecek surat masuk di akun email.
- Kunjungi laman prakerja.go.id, pastikan telah memiliki akun
- Login, kemudian masuk ke 'Dashboard'
- Isi verifikasi KTP
- Klik 'Berikutnya'
- Lengkapi data diri dan unggah foto KTP dan swafoto dengan memegang KTP
- Lakukan verifikasi nomor telepon.
- Klik 'Kirim'.
Setelah selesai verifikasi KTP, mengisi data diri, dan verifikasi nomor telepon, pemohon diwajibkan melakukan deklarasi survey.
Setelah itu para pendaftar atau pemohon wajib mengikuti tes.
Susai tes, pendaftaran, pemohon ikut seleksi batch, pilih lah batch yang diinginkan disesuaikan dengan domisili.
- Pendaftaran selesai, silahkan menunggu proses evaluasi pendaftaran.
- Tunggu notifikasi lolos/gagal.
Selain itu, pada halaman Frequently Asked Questions ditegaskan bahwa Kartu Pra Kerja bukan untuk menggaji pengangguran.
Sementara Kartu Pra Kerja dapat dimiliki WNI usia 18 tahun ke atas dan tidak sedang bersekolah/kuliah.
Karyawan dan korban PHK juga diperbolehkan mendaftar program Kartu Pra Kerja.
Kartu prakerja rencananya bakal dibuka hingga 30 gelombang sampai pekan keempat bulan November.
Pendaftaran program ini dapat dilakukan secara online melalui lewat situs www.prakerja.go.id.
Jumlah dana pada program kartu prakerja sebesar Rp. 3 550.000 dengan alokasi dana Rp. 1 juta digunakan untuk pelatihan secara daring atau online.
Baca: Info Seputar Kartu Pra Kerja, Berisi Saldo Rp 7,6 Juta hingga Cara Mendapatkannya
Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini Cerita WNI saat Bulan Puasa di Jerman
Baca: Ingin Bisnis Kuliner Laku saat Ramadan meski Ada Pandemi Corona? Ini Tips dari Dosen Unair
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Lulusan S2 yang Terdampak Virus Corona Boleh Mendaftar Kartu Prakerja"