Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - KG Media Research mengadakan Webinar 'Indonesia Bingung' yang diselenggarakan pada 23 April 2020.
Melalui webinar tersebut, KG Media Research melakukan survey daring terhadap dua ribu seratus tiga responden dan studi digital independen di plafform Google Analytic untuk mengetahui pola perilaku masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19.
Penelitian ini bertujuan juga untuk mengetahui peluang brand untuk beradaptasi di tengah pandemi saat ini.
Terdapat tiga kunci temuan bagi brand dalam menghadapi pandemi.
Yaitu, brand bisa mengurangi kebingungan melalui informasi yang terpercaya, brand bisa menjadi 'penghibur' yang baik bagi masyarakat, dan brand bisa menjadi penggerak sosial bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Webinar 'Indonesia Bingung' ini dibahas oleh Chief Marketing Officer KG Media Dian Gemiano, Chief Markering Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen, dan Editor in Chief Kompas.com Wisnu Nugroho.
Tidak hanya mengetahui peluang suatu brand, namun white paper yang dilakukan oleh Webinar ini juga dilakukan melalui perilaku konsumen Indonesia di tengah wabah covid-19.
Baca: PT Kereta Api Indonesia
Baca: PT Bank Tabungan Negara (Persero) TBK
Methodologi
Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh KG Media untuk mengetahui pola adaptasi perilaku masyarakat terhadap brand terbagi menjadi dua, yaitu melalui survey daring dan pengumpulan data di platform Google Analytics KG Media.
Kegiatan pengumpulan data yang dilakukan melalui Google Analytics dilakukan untuk melihat perilaku konsumsi konten masyarakat di tengah pandemi.
Tidak hanya itu, survey juga dilakukan untuk menyaring pola konsumsi barang dan jasa masyarakat yang dapat dilihat dari media sosial, banner pada portal berita, dan surel.
Demografi koresponden pun terbagi menjadi dua yaitu dilihat dari Domisili dan Pekerjaan.
Hasil penelitian tersebut pun dipakai oleh KG Media Research untuk mengetahui respon dan jumlah konsumsi konten terkait dengan Covid-19 yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia.
Konsumsi Konten Covid-19 dan Respon Masyarakat
Sebelum diumumkannya pasien positif virus corona oleh Presiden Jokowi pada bulan Maret, konsumsi konten tentang covid-19 masih sangat rendah.
Padahal, isu tentang adanya wabah virus corona tersebut sudah mulai dibicarakan di bulan Februari.
Dari hasil survey, saat diumumkan pertama kasus covid-19 di Indonesia, banyak masyarakat yang memberikan respon beragam.
Meskipun kebingungan masih terlihat jelas, namun banyak yang memilih untuk menjaga diri dengan mencuci tangan dan membatasi diri.
Aktifitas pun masih berjalan seperti biasa.
Media sosial menjadi sumber informasi utama yang bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat.
Namun hal tersebut menjadi pisau bermata dua, karena menimbulkan efek positif dan negatif.
Positifnya, banyak masyarakat yang sudah banyak membaca konten covid-19 untuk memberbarui informasi mereka tentang pandemi ini.
Namun, efek negatif terjadi saat media sosial menjadi gerbang kepanikan di masyarakat.
Hal tersebut terjadi lantaran banyaknya informasi menyelempang yang tidak tepat yang dengan begitu saja diterima oleh masyarakat.
Dari sumber survey online yang disajikan oleh KG Media Research dapat dilihat bahwa tingkat konsumsi masyarakat terhadap konten Covid-19, sebagai berikut:
Update 74%
Terpercaya 51%
Akurat 48%
Relevan 38%
Lengkap 34%
Sajian Menarik 21%
Lain-lain 4%
Pengaruh Brand kepada Masyarakat
Himbauan untuk melakukan sosial distancing oleh pemerintah yang kemudian berubah menjadi physical distancing menjadi kesempatan bran tetap eksis di dalam pasaran masyarakat.
Informasi yang valid menjadi kesempatan brand melakukan kampanye untuk menyebarkan pesan-pesan positif.
Tujuannya agar masyarakat tetap melakukan kegiatan di rumah namun tidak hilang kepercayaan terhadap suatu brand tersebut.
Hal tersebut berpengaruh kepada kata kunci berikutnya, yaitu membuat masyarakat lebih memilih di rumah dengan adanya beberapa tawaran menarik yang ditawarkan oleh suatu brand.
Di sinilah peran brand sangat berperangaruh untuk membuat masyarakat tidak jenuh dan bosan di rumah.
Salah satunya menjadi brand yang menjanjikan beberapa hiburan.
Karena bioskop tutup dan harus dilakukannya isolasi diri, media hiburan seperti Netflix menjadi alasan bahwa diam di rumah bisa menyenangkan.
Hal tersebut pun berpengaruh kepada usaha menghentikan penyebaran virus covid-19 di masyarakat.
Contoh lain yang bisa dilakukan oleh suatu brand agar tetap mendapat kepercayaan publik yaitu dengan mengadakannya konser online.
Class Mild mengajak netizen Indonesia untuk tetap produktif dan berkarya meskipun sedang di rumah.
Cara yang dilakukannya adalah melakukan konser online dengan mengundang beberapa musisi.
Brand Menjadi Roda Penggerak Sosial
Media sosial menjadi efek positif saat bisa membuat suatu brand stand out karena menjadi penggerak sosial masyarakat.
Hal tersebut bisa terlihat dari informasi yang memberitakan beberapa influncer dan selebriti melakukan gerakan membantu melawan penyebaran covid-19.
Sebagai brand, diharapkan bisa menjadi pembangkit semangat untuk saling membantu sesama di tengah pandemi yang menyebabkan runtuhnya angka pertumbuhan ekonomi.
Contoh yang baik dari suatu brand yaitu, Hyundai.
Hyundai menjadi roda penggerak sosial saat perusahaan tersebut memberlakukan aturan keringanan cicilan gratis selama 6 bulan bagi para pemilik mobil yang kehilangan pekerjaannya karena adanya pandemi Covid-19 ini.
Hal tersebut bisa membantu masyarakat tetap semangat dalam menghentikan pertumbuhan angka penyebaran virus corona.