Dengan polosnya, anak tersebut bertanya seraya khawatir sosok 'Peri Gigi' tidak mau datang mengambil gigi apabila mengetahui dirinya terkena virus.
Ahli kesehatan dan penyakit menular AS, Anthoni Fauci meyakinkan seorang gadis muda bahwa peri gigi tidak berisiko terinfeksi virus corona.
Dokter yang kini populer di mata warga Amerika ini mengatakan candaannya itu dalam unggahan di media sosial Snapchat milik aktor Will Smith berjudul "Will From Home", sebuah program talkshow bersama tokoh-tokoh terkemuka.
Will Smith, seorang aktor peraih Academy Award dan Grammy Award asal Amerika Serikat ini dikenal masyarakat luas baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui akun Snapchatnya, Will Smith membagikan kontennya berisi percakapan dengan para tokoh-tokoh terkemuka melalui telekonferensi atau komunikasi virtual.
Baca: New York Beri Sinyal Akan Cabut Lockdown COVID-19, Buka Kembali Bisnis dan Sekolah
Kali ini, tamu Will Smith adalah Dr Anthony Fauci. Lalu siapakah dia?
Anthony Fauci adalah seorang imunolog dan direktur dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID).
Namanya melambung saat menyatakan tidak setuju terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang ditayangkan di televisi.
Dr Fauci tidak setuju dengan pengembangan uji klinis hidroksiklorokuin sebagai obat pasien infeksi virus corona. Namun dia akan mempertimbangkan klorokuin.
Tentu, Anthony Fauci merebut hati banyak warga Amerika Serikat saat mengikuti briefing pandemi virus corona bersama Presiden AS, Donald Trump yang kemudian sepakat dengan pendapatnya.
Anthony Fauci diundang Will Smith untuk berbicara mengenai virus corona dan menjawab sejumlah pertanyaan.
Baca: Demonstrasi Anti-Lockdown Bermunculan di Amerika Serikat dan Brazil, Pemimpin Negara Ikut Bergabung
Satu pertanyaan yang dinilai cukup mendapat perhatian adalah saat pemeran Bad Boys, Men in Black, I Am Legend, dan Hancock ini memberi kesempatan seorang gadis berusia 7 tahun bernama Ava untuk bertanya langsung kepada Anthony Fauci.
"Apakah peri gigi mau datang saat aku kehilangan gigiku karena virus corona?", tanyanya dengan polos seraya memperkenalkan dirinya.
"Dan, dapatkah dia menangkap virusnya?", katanya
Menanggapi gadis tersebut, Fauci dengan cepat meyakinkan; "Saya pikir kamu tak perlu khawatir tentang Peri Gigi," katanya sambil tersenyum.
"Saat ..gigimu lepas, lalu kamu taruh di bawah bantal, aku jamin Peri Gigi tak akan terinfeksi dan tak akan sakit," katanya menghibur Ava.
Baca: Will Smith
Diketahui Will Smith sering mengunggah beragam konten termasuk talkshow di akun Snapchat miliknya.
Cuplikan percakapan ketiganya: Will Smith, Ava, dan Anthony Fauci diunggah dalam YouTube portal berita CBS Philly
Baca: Gelombang Kedua COVID-19 di Amerika Serikat: Bertemunya Virus Corona dan Datangnya Musim Dingin
Penyebaran virus corona di Amerika Serikat (AS) diprediksi akan memasuki gelombang kedua yang diyakini lebih berbahaya.
Gelombang kedua COVID-19 ini dimungkinkan akan hadir bersamaan dengan awal datangnya musim flu, yaitu musim dingin di AS.
Pernyataan pejabat kesehatan terkemuka di AS pada Selasa (21/4/2020), dikutip AFP, ini meminta warganya bersiap menghadapi kemungkinan tersebut.
Robert Redfield selaku Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit / Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperingatkan warga Amerika untuk berjaga-jaga pada beberapa bulan ke depan.
Redfield juga meminta agar masyarakat Amerika menyiapkan antibiotik untuk menangkis datangnya awal musim penyakit flu.
Baca: Demonstrasi Anti-Lockdown Bermunculan di Amerika Serikat dan Brazil, Pemimpin Negara Ikut Bergabung
"Ada kemungkinan bahwa serangan virus di negara kita pada musim dingin tahun depan akan lebih sulit daripada yang baru kita lalui," katanya kepada Washington Post, Selasa malam (21/4/2020), dikutip AFP.
"Kita akan mengalami epidemi flu dan epidemi virus corona pada saat yang bersamaan," terangnya.
Berdasarkan perhitungan data dari Universitas John Hopkins, kasus infeksi COVID-19 di Amerika Serikat mencapai lebih dari 800.000 kasus sejak awal munculnya pandemi.
Sementara jumlah kematian total mencapai 44.845 pasien, dan menjadi negara dengan jumlah terbesar di dunia.
Adapun miliaran manusia di seluruh dunia telah diperintahkan untuk tetap berada di rumah dalam beberapa bulan terakhir ketika pemerintah berupaya mencegah penyebaran virus.
Baca: Nasib Pelajar Kurang Mampu di Amerika Serikat: Tak Punya Laptop, Pengajaran Tertunda
Negeri Paman Sam, sama halnya seperti negara lainnya, telah berjuang mendapatkan cukup ventilator dan alat perlindungan diri (APD) bagi staf medis menyusul meningkatnya jumlah korban meninggal.
Robert Redfield menyebut datangnya virus corona di AS sama halnya seperti datangnya musim pilek / flu.
Keduanya, menurup Redfield, dapat membuat sistem kesehatan dalam tubuh manusia perlahan menjadi lemah.
Jika kedua penyakit tersebut memuncak pada waktu yang bersamaan, Redfield mengatakan; "Itu bisa jadi sangat, sangat, sangat sulit," bagi sistem kesehatan tubuh untuk mengatasinya.
Menurutnya, tubuh perlu mendapatkan suntikan antibodi flu menjelang datangnya musim dingin.
"Semoga masih ada kasur di rumah sakit yang tersedia bagi ibu dan nenek kalian yang mungkin terkena virus corona,"tambahnya.
Baca: Surat Terbuka Akademisi China, Minta Amerika Serikat dan China Bersatu Hadapi Pandemi Covid-19
Baca: Sempat Berkirim Surat dan Mengaku Berhubungan Baik, Donald Trump Tak Tahu Kim Jong Un Sakit Jantung
Baca: Donald Trump Putuskan AS Stop Danai WHO, Negara Miskin Paling Kena Imbas, Tak Hanya Perangi Covid-19
-