Optimis Pandemi Corona Selesai Akhir Tahun 2020, Jokowi: Tahun Depan Pariwisata Jadi Booming

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo mencanangkan kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Hal ini diungkapkan Presiden dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ditetapkan sebagai pandemi global, dampak yang diakibatkan oleh virus corona memang merepotkan hampir semua negara di dunia.

Termasuk Indonesia yang saat ini masih berperang melawan pandemi corona.

Beberapa kebijakan telah diberlakukan untuk mencegah dan mengatasi wabah corona di tanah air.

Diantaranya pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga adanya imbauan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan bekerja di rumah.

Tak hanya itu untuk mencegah dampak ekonomi, beberapa waktu lalu pemerintah memutuskan untuk tidak memberikan tunjangan hari raya (THR).

Terutama bagi ASN dengan golongan eselon II ke atas.

Kebijakan yang dinilai efektif dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19 diantraranya Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB).

Baca: Pemerintah Blokir Ponsel Black Market, Ini yang Harus Dilakukan Agar Gawai Tetap Bisa Digunakan

Baca: Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Naik, Ahli : Akankah Jadi Italia di Asia Tenggara?

Optimisme Jokowi mengenai PSBB

Presiden Jokowi icara soal lockdown dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020) (KompasTV)

PSBB pertama kali diberlakukan di DKI Jakarta sebagai episenter Covid-19 di Indonesia mulai Jumat, (10/4/2020).

Setelah itu diikuti oleh pengajuan dan persetujuan Kemenkes untuk dilakukan PSBB di Jabodetabek hingga  Makassar.

Dikutip dari Kompas.com, jubir pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengungkap adanya optimisme pemerintah melalui kebijakan PSBB.

Lebih lanjut Yuri menyampaikan pemerintah meyakini pandemi corona di Indonesia akan segera berakhir akhir tahun 2020.

Terutama jika PSBB dilaksanakan dengan tertib oleh seluruh lapisan masyarakat tanah air.

"Semua kebijakan pemerintah dijalankan, ya pasti akan tercapai itu. Itu kan kebijakan pemerintah," kata Yuri kepada Kompas.com, Jumat (17/4/2020).

Hal tersebut juga ia katakan terkait ucapan Presiden Joko Widodo yang meyakini bahwa pandemi Covid-19 akan selesai pada akhir tahun 2020.

Optimisme tersebut, dikatakan oleh Yuri, juga merupakan harapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Yuri mengatakan, pandemi akan segera berakhir apabila semua kebijakan pemerintah seperti PSBB.

Bagi daerah yang belum diberlakukan PSBB, Yuri mengimbau masyarakat harus menjalankan physical distancing  dengan baik.

Tak hanya itu, Yuri juga mengimbau semua orang untuk taat memakai masker dan tetap berada di rumah untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

"Kalau belum ditetapkan PSBB ya physical distancing, pakai masker, tetap di rumah dijalankan dengan baik," ungkap Yuri.

Sektor pariwisata diprakirakan kembali booming tahun depan

Wisata Gua Rangko NTT (Instagram/@lako.modo)

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan optimisme keberhasilan Indonesia melawan pandemi corona secara langsung pada Kamis, (16/4/2020) lalu.

Yaitu ketika sang presiden memimpin rapat terbatas (Ratas) 'Mitigasi Dampak Covid-19 terhadap Pariwisata' melalui video conference.

Jokowi bahkan menyebutkan dirinya meyakini pandemi Covid-19 akan berakhir di akhir tahun 2020.

"Saya meyakini ini (Covid-19) hanya sampai akhir tahun. Tahun depan booming di pariwisata," kata Jokowi.

Jokowi juga memperkirakan usainya pandemi akan berdampak pada peningkatan sektor pariwisata yang cukup drastis.

Menurut Jokowi, industri pariwisata akan tumbuh dengan pesat pada 2021 karena banyak masyarakat yang hanya berdiam diri di rumah selama pandemi Covid-19.

"Semua orang pengin keluar semua, orang ingin menikmati kembali keindahan pariwisata sehingga optimisme itu yang harus terus diangkat," kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta jajarannya untuk tidak terjebak pada pesimisme karena masalah Covid-19 ini.

Ia justru meminta Menteri Pariwisata Wishnutama dan pejabat terkait lainnya untuk mulai mempersiapkan diri.

Update corona per Jumat, 17 April 2020

Hingga Jumat, (17/4/2020), terdapat 5.923 kasus pasien yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 607 orang dinyatakan telah sembuh.

Sedangkan 520 pasien lainnya diinfromasikan telah meninggal dunia.

Secara global, Jumat (17/4/2020) terdapat 2.185.744 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

146.969 orang diantaranya dilaporkan telah meninggal dunia dan 553.323 lainnya telah sembuh. 

Baca: Jenderal Andika Perkasa Nangis setelah Mendengar Perjuangan Tenaga Medis Tangani Pasien Corona

Baca: Mulai Besok, Pemerintah Blokir Ponsel Black Market, Tidak Bisa Digunakan Lagi di Indonesia

Baca: Pemerintah California Minta Para Buruh Pangan Ambil Cuti saat Pandemi COVID-19, Gaji Dibayar Penuh

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Sania Mashabi)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pandemi Covid-19 Bisa Selesai di Akhir 2020 dengan PSBB dan Taat Physical Distancing"



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer