Hal tersebut lantaran penyakit maag bisa saja terjadi saat seorang melaksanakan ibadah puasa.
Puasa menuntut seseorang untuk menahan makan dan minum hingga 13-15 jam.
Namun hal tersebut tentunya tak menjadi hambatan karena ibadah puasa memiliki banyak hikmah.
Ramadan adalah tempat semua Muslim di dunia melakukan puasa sehari penuh.
Umat Islam wajib melaksanakan ibadah puasa.
Baca: Inilah Tips Agar Tak Mudah Haus Selama Puasa Ramadan dan Tetap Bisa Beraktivitas di Siang Hari
Namun ada beberapa golongan tertentu yang diperbolehkan tak berpuasa..
Jika orang sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa, orang yang memiliki penyakit maag sering bertanya-tanya, apakah mereka dapat puasa atau mereka masih wajib melakukan puasa Ramadan?
Dilansir oleh azisilam.com, sebenarnya penderita penyakit maag tidak memiliki alasan untuk meninggalkan puasa.
Karena berdasarkan penelitian, puasa tidak berdampak buruk pada penderita penyakit maag.
Selain itu puasa dapat sangat berguna untuk mencegah gastritis dan mengurangi peradangan di lambung.
Baca: Puasa Memiliki Banyak Manfaat bagi Kesehatan, namun Orang-orang Ini Tak Disarankan Berpuasa
Berikut adalah tips puasa aman untuk para penderita penyakit maag:
Sebagaimana hadis Rasullulah menyebutkan bahwa puasa umat Islam berbeda dengan puasa umat beragama lain dan salah satu pembedanya adalah sahur.
Makan sahur sangat penting sebelum melakukan puasa karena dapat menjaga asupan energi yang dibutuhkan di siang hari.
Anda dianjurkan memakan makanan bergizi yang mengandung cukup karbohidrat, protein dan serat
Selain itu, Anda juga bisa minum susu hangat karena susu bisa mengurangi ketidaknyamanan di perut.
Sebagian besar Muslim biasanya akan tidur lagi setelah makan di waktu Sahur.
Sebenarnya ini bisa berbahaya bagi penderita gastritis karena tidur setelah makan dapat memicu produksi asam lambung dan membuat perut terasa tidak nyaman.
Lebih baik makan di akhir waktu sahur dan menunggu pagi datang dan melaksanakan salat subuh, salat sunnah, membaca Al-Qur’an dan zikir.
Tidur setelah makan juga akan membuat Anda merasa malas untuk bangun dan mulai bekerja.
Pasien disarankan untuk berbuka puasa dengan makanan yang cukup dan menghindari konsumsi makanan yang berlebihan.
Jangan menjadikan buka puasa sebagai momen balas dendam karena makan berlebihan dapat menyebabkan produksi asam lambung berlebihan.
Lakukan buka puasa dengan makan takjil kecil seperti kurma atau sedikit teh manis dan kemudian makan dalam porsi yang cukup setelah melakukan salat Magrib.
Agar sistem pencernaan bekerja optimal maka lebih baik berhenti makan tiga atau empat jam sebelum tidur.
Ini dapat mengurangi beban saluran pencernaan dan memberi tubuh kesempatan untuk memperbaiki kerusakan lambung saat Anda tidur.
Makanan pedas, asam dan berminyak dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan lebih baik jika Anda menderita penyakit maag untuk menghindari jenis makanan ini dan juga menghindari buah-buahan asam seperti lemon, jeruk, anggur dan tomat.
Kafein biasanya terkandung dalam kopi dan dapat memicu tubuh melepaskan lebih banyak cairan.
Ini bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa.
Hindari mengonsumsi kafein saat subuh atau malam hari setelah berbuka puasa.
Kopi juga bersifat asam dan dapat memicu iritasi di perut Anda.
Tubuh kehilangan banyak cairan saat puasa dan untuk menggantinya maka Anda harus minum banyak air setidaknya 8 gelas saat buka puasa dan pada waktu sahur.
Air juga bisa menetralkan asam lambung di lambung dan mengurangi risiko kambuhnya penyakit maag.
Namun, ingatlah untuk menghindari minuman asam dan mengandung kafein seperti jus buah, sirup, soda atau minuman lain yang dapat memicu rasa sakit di perut.
Jika Anda secara teratur mengonsumsi obat untuk penyakit maag, silakan lakukan secara rutin setelah berbuka puasa atau seperti yang disarankan oleh dokter.
Jika Anda adalah pasien maag kronis dan telah menjalankan pengobatan untuk waktu yang lama, maka lebih baik sebelum berpuasa Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Konsultasikan ke dokter tentang berbagai saran dan perawatan selama bulan puasa.
Baca: Panduan Ibadah Ramadan dari Kemenag selama Pandemi Covid-19, Buka Puasa hingga Tarawih di Rumah
Baca: Inilah 3 Hari dan Tanggal yang Dianjurkan Puasa Rajab Karena Keutamaannya, Lengkap Doa Buka Puasa
Meskipun puasa aman untuk pasien maag, tetapi jika pasien maag kronis mendapatkan beberapa gejala seperti mual, muntah, penurunan berat badan secara drastis atau sakit parah maka dibolehkan untuk tidak berpuasa.
Islam fleksibel untuk umatnya dan tidak memaksa umatnya untuk melakukan ibadah di luar kemampuan tubuh. (TribunWow.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ingin Puasa tapi Punya Penyakit Maag? Berikut 10 Tips Agar Tak Kambuh saat Jalani Ibadah Ramadan