Puasa Memiliki Banyak Manfaat bagi Kesehatan, namun Orang-orang Ini Tak Disarankan Berpuasa

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi puasa

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puasa memiliki banyak manfaat khususnya bagi kesehatan tubuh.

Meski menyehatkan, namun beberapa orang tak diperkenankan puasa karena alasan kesehatan.

Puasa merupakan ibadah dalam agama Islam yakni tindakan menahan hawa nafsu, makan dan minum.

Sebentar lagi, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan yang akan dimulai pada akhir bulan April ini.

Puasa Ramadan tersebut merupakan wajib bagi umat Islam.

Kegiatan berpuasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari atau selama lebih dari 12 jam tubuh tidak akan mengonsumsi makanan dan minuman apapun.

Baca: Panduan Ibadah Ramadan dari Kemenag selama Pandemi Covid-19, Buka Puasa hingga Tarawih di Rumah

Baca: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis: Latin dan Terjemahan Indonesia, serta Manfaatnya bagi Tubuh

Seperti dilansir oleh healthline, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Manfaat tersebut di antaranya adalah membantu mengurangi kadar gula darah, membantu menurunkan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol, serta meningkatkan metabolisme, juga meningkatkan fungsi otak.

Meski demikian, orang-orang tertentu tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Lebih lanjut, berikut empat golongan orang yang mendapat keringanan puasa, seperti dikutip dari muslim.or.id:

1. Orang sakit ketika sulit berpuasa

Para ulama telah sepakat mengenai bolehnya orang sakit untuk tidak berpuasa secara umum.

Namun, ketika sembuh, dia diharuskan mengganti puasa di hari lain.

Jika sakitnya ringan, seperti pilek, pusing atau sakit kepala yang ringan, dan perut keroncongan, maka tetap diharuskan untuk berpuasa.

Apabila sakitnya bisa bertambah parah atau akan menjadi lama sembuhnya, dan menjadi berat jika berpuasa, namun tidak membahayakan.

Untuk kondisi ini dianjurkan untuk tidak berpuasa dan dimakruhkan jika tetap ingin berpuasa.

Jika tetap berpuasa akan menyusahkan dirinya bahkan bisa mengantarkan pada kematian, maka diharamkan untuk berpuasa.

ilustrasi orang sakit (AFP/STR/CHINA OUT)

2. Orang yang melakukan perjalanan ketika sulit berpuasa

Orang yang melakukan perjalanan jauh, dan terasa berat apabila berpuasa, dibolehkan untuk tidak berpuasa.

Namun, jika tidak merasa berat dan mampu, maka lebih utama untuk berpuasa.

Dan, jika berpuasa akan mendapati kesulitan yang berat bahkan dapat mengantarkan pada kematian, maka pada kondisi itu wajib tidak berpuasa dan diharamkan untuk berpuasa.

ilustrasi orang dalam perjalanan (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

3. Orang tua dan dalam keadaan lemah, juga orang sakit yang tidak kunjung sembuh

Para ulama sepakat bahwa orang tua yang tidak mampu berpuasa, boleh baginya untuk tidak berpuasa dan tidak ada mengganti puasa baginya.

Menurut mayoritas ulama, cukup bagi mereka untuk memberi fidyah yaitu memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan.

Hal itu juga berlaku pada orang sakit yang tidak kunjung sembuh.

ilustrasi orang tua (Kompas.com)

4. Wanita hamil dan menyusui

Jika wanita hamil takut terhadap janin yang berada dalam kandungannya dan wanita menyusui takut asinya berkurang untuk bayi yang dia sapih, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Itulah golongan orang-orang yang diberi keringanan saat menjalankan puasa ramadan.

Baca: Dimulai Hari Ini, Simak Bacaan Niat dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Seperti Puasa Sepanjang Tahun

Baca: Malam Nisfu Syaban Jatuh Pada 8 April 2020, Bagaimana Hukum Berpuasa Setelah Malam Nisfu Syaban?

(Health Grid/Levi Larassaty)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer