Suratnya ke Para Camat Dinilai Demi Keuntungan Perusahaannya Sendiri, Stafsus Presiden Minta Maaf

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Andi Taufan Garuda Putra merupakan seorang pendiri lembaga peer to peer Lending bernama Amartha. (Dok/Amartha)

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Surat yang ditujukan kepada camat seluruh Indonesia dari salah satu staf khusus Presiden membuah heboh.

Surat tersebut berasal dari staf khusus milineal Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra.

Diketahui Andi Taufan juga seorang pendiri sekaligus CEO PT Amartha Mikro Fintek (Amartha).

Dalam surat yang berkop resmi Sekretariat Kabinet RI itu, berisi permohonan agar para camat mendukung edukasi kebutuhan alat perlindungan diri (APD) guna melawan pandemi virus corona.

Baca: Andi Taufan Garuda Putra

Baca: Mengenal Andi Taufan Garuda Putra, Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi

Namun itu dilakukan oleh perusahaan pribadi milik Andi Taufan yaitu PT Amartha.

Tak hanya itu, dalam surat itu pula Andi memperkenalkan dirinya kepada semua camat selaku Staf Khusus Presiden.

Dikutip dari Kompas.com, terdapat dua poin yang menjadi fokus Andi Taufan untuk diperhatikan para camat.

Pertama, Amartha akan melakukan edukasi seputar Covid-19.

Baca: 16 Negara Ini Belum Laporkan Satu pun Kasus Covid-19, meski Corona Telah Menyebar di 185 Negara

Baca: Penyakit Jantung Koroner

Andi Taufan Garuda Putra merupakan seorang pendiri lembaga peer to peer Lending bernama Amartha. (Dok/Amartha) (Dok/Amartha)

Dimana petugas lapangan perusahaan tersebut akan menjelaskan kepada masyarakat desan soal tahapan penyakit covid-19 atau virus corona serta cara-cara menanggulanginya.

Sedangkan kedua, Amartha akan mendata kebutuhan APD di puskesmas atau layanan kesehatan lainnya di desa agar pelaksanaannya berjalan lancar.

Namun, banyak warganet yang mengecam surat tersebut.

Mereka menilai tindakan tersebut melibatkan perusahaan pribadi Andi Taufan sendiri.

Baca: PT Amarta Karya (Persero)

Baca: Putri Tanjung

Andi Taufan Garuda Putra (Tribunnews.com)

Terlebih hingga mengirimkan surat ke camat untuk membantu aktivitas perusahaannya adalah hal yang tidak pantas.

Terkait surat tersebut, Andi Taufan mengucapkan permohonan maafnya.

Dia juga menarik kembali surat yang ditujukan ke para camat di seluruh Indonesia tersebut.

"Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," kata Andi melalui keterangan tertulis, Selasa (14/4/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: FILM - Geralds Game (2017)

Baca: Inez Cosmetics Beri 2000 Hand Sanitizer ke Pemprov Jateng, Ganjar: Tak Hanya Muka Jari juga Cantik

CEO dan Founder Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA) (KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

Dia menjelaskan bahwa aktivitas perusahaan pribadinya dalam memerangi virus corona di tingkat desa adalah hasil kerja sama dengan Kementerian Desa.

Tak hanya itu, aktivitas ini juga merupakan kolaborasi dengan Pembangunan Daerah Taertinggal dan Transmigrasi.

"Perlu saya sampaikan bahwa surat tersebut bersifat pemberitahuan dukungan kepada Program Desa Lawan Covid-19 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi," lanjut dia.

Pria yang dikenal sebagai pengusaha ini menjelaskan, ketika mengirim surat tersebut dirinya hanya ingin bergerak cepat membantu mencegah dan menanggulangi virus corona di desa-desa.

Baca: Chord Kunci Gitar Glenn Fredly - Hikayat Cintaku (Feat Dewi Perssik), Ku Puja Sampai Mati Ku Puja

Baca: Bandingkan Flu Babi dengan Covid-19, WHO: Virus Corona 10 Kali Lebih Mematikan Daripada Flu Babi

Ilustrasi wabah Covid-19 (pixabay.com)

Menurut Andi Taufan, hal ini dapat dilakukan melalui dukungan secara langsung oleh tim lapangan Amartha yang berada di bawah kepemimpinannya.

Staf khusus minileal Presiden Jokowi itu menjelaskan, dukungan tersebut murni atas dasar kemanusiaan.

Ia menampik jika hal itu menggunakan anggaran Negara, baik APBN ataupun APBD.

Akan tetapi dukungan tersebut, kata Andi mengginakan biaya Amartha serta donasi dari masyarakat.

Andi menjelaskan bahwa biaya tersebut nantinya akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

Baca: Tio Pakusadewo Kembali Terjerat Narkoba, Tak Mengelak Saat Polisi Temukan Alat Hisap Sabu

Baca: Dulu Didukung, Kini Tio Pakusadewo Balik Beri Pesan untuk Jefri Nichol yang Terjerat Narkoba

Andi Taufan Garuda Putra (Tribunnews.com)

"Saya akan terus membantu pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19.

Bekerja sama dan bergotong royong dengan seluruh masyarakat, baik pemerintah, swasta, lembaga, dan organisasi masyarakat lainnya untuk menanggulangi Covid-19 dengan cepat," papar Andi Taufan.

Dia pun kembali meminta maaf atas suratnya tersebut.

"Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul.

Apa pun yang terjadi, saya tetap membantu desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya," lanjut dia.

Baca: Tes Kepribadian - Pilih Kotak Harta Karunmu dan Cari Tahu Seberapa Terbuka Anda pada Orang Sekitar

Baca: Sukses dengan Rapid Test, Korea Selatan Bakal Rilis Obat Antibodi untuk Covid-19 pada Tahun 2021

Andi Taufan dan 6 staf khusus milenial lainnya (Instagram@defnaputra)

Sebagai Informasi, nama Andi Taufan Garuda Putra diperkenalkan Jokowi di Istana Merdela, Jakarta pada Kamis (21/11/2019) bersama dengan enam staf khusus milenial lainnya.

Andi Taufan Garuda merupakan pendiri sekaligus CEO Amartha.

Amartha merupakan sebuah perusahaan pionir teknologi finansial peer to peer lending yang menghubungakan invstor di perkotaan dengan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknologi.

(TribunnewsWiki.com/SO/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Surati Camat demi Bantu Perusahaan Pribadi Perangi Covid-19, Stafsus Jokowi Minta Maaf"



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer