Terjadi Kebakaran Hutan di Zona Chernobyl Ukraina, Radiasi Meningkat 16 Kali dari Biasanya

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Kebakaran - Petugas pemadam kebakaran tengah berupaya memadamkan api di pipa minyak pertamina yang terbakar di Jalur KCIC.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Terjadi kebakaran hutan di wilayah Chernobyl, Ukraina.

Petugas kebakaran tampak menangani bencana yang terjadi di zona eksklusif Chernobyl itu pada hari ketiga, Senin (6/4/2020).

Mereka berjuang memadamkan api meski area itu masih terkontaminasi radiasi nuklir, seperti diberitakan South China Morning Post.

Bahkan, radiasi di daerah itu kini meningkat 16 kali lebih tinggi dibanding biasanya.

ILUSTRASI Kebakaran - Petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumatera Selatan mencoba memadamkan api kebakaran lahan di kawasan Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (11/9/2019). Kebakaran lahan yang meluas dibeberapa titik di Kawasan Sumatera Selatan membuat kualitas udara kota Palembang memburuk.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)

Baca: FILM - Chernobyl Season 1 (2019)

Baca: Dikaitkan dengan Penyebaran Covid-19, Sejumlah Tower 5G di Inggris Dibakar

Keterangan tersebut diungkap oleh pejabat lingkungan setempat, Egor Firsov.

Tetapi tingkat radiasi di ibu kota Kiev, yang berjarak sekitar 100 km (62 mil), berada dalam normal.

Sekitar 25 hektar lahan hutan di dalam wilayah yang sebagian besar tidak berpenghuni itu terbakar pada Senin pagi, kata Layanan Darurat Negara dalam sebuah pernyataan.

Tidak ada korban yang dilaporkan.

Kini sekitar seperempat dari api berada di dalam zona Chernobyl.

ILUSTRASI Kebakaran - Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru berusaha memadamkan kebakaran lahan seluas dua hektare di Jalan Siak 2 Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, Senin (2/9/2019). Kebakaran lahan dikawasan itu telah terjadi sejak hari Kamis (29/8/2019) lalu. Berdasarkan pantauan satelit yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Stasiun Pekanbaru, terpantau 150 hotspot yang tersebar di beberapa Kabupaten dan Kota di Riau. Terbanyak terpantau di Kabupaten Rokan Hilir 49 titik, Pelalawan 30 titik, Bengkalis 25 titik, Meranti 16 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Kampar 2 titik, Kuansing dan Siak masing-masing 1 titik. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)

Baca: Badan Pengawas Tenaga Nuklir

Api dilaporkan telah menyebar ke area lebih dari 100 hektar (250 hektar) selama akhir pekan.

Sekitar 140 petugas pemadam kebakaran telah bekerja untuk memadamkan api, dengan bantuan pesawat.

Polisi mengatakan mereka mulai melacak seseorang yang diduga memulai kobaran api dengan membakar rumput kering di daerah tersebut.

Pria 27 tahun itu mengatakan ia membakar rumput "untuk bersenang-senang" dan kemudian gagal memadamkan api ketika angin menyebabkannya membesar dengan cepat.

Pria, yang tinggal di kota kecil di daerah itu, bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl setelah meledak pada 26 April 1986, di Pripyat, Uni Soviet. (santafenewmexican.com) (santafenewmexican.com)

Baca: Badan Tenaga Nuklir Nasional

Kehancuran reaktor 1986 dan ledakan di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl dianggap sebagai bencana nuklir terburuk dalam sejarah.

Zona Pengecualian Chernobyl seluas 2.600 kilometer persegi (1.003 mil persegi) ditetapkan setelah bencana.

Sebagian besar tidak berpenghuni, meskipun sekitar 200 orang menetap setelah diperintahkan untuk pergi.

Ukraina mulai memfasilitasi pariwisata ke situs tersebut pada tahun 2011 ketika radiasi yang dilepaskan selama bencana mereda menjadi apa yang dianggap oleh pemerintah sebagai tingkat yang diizinkan.

Tahun lalu Ukraina mencatat jumlah wisatawan terbanyak di zona pengecualian, dekat perbatasan utara dengan Belarus, dengan lebih dari 100.000 pengunjung.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)

Di Tribunnews.com "Kebakaran Hutan Terjadi di Zona Chernobyl Ukraina, Radiasi Meningkat 16 Kali dari Biasanya"



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer