Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pada 7 April 1963, Josip Broz 'Tito' diangkat menjadi presiden seumur hidup oleh konstitusi baru negara sosialis-federal Yugoslavia.
Dikenal dengan nama Josip Broz, Tito dilahirkan dari sebuah keluarga petani kaya-raya di Kroasia pada tahun 1892.
Saat itu Kroasia merupakan bagian dari Kekaisaran Austro-Hungaria, di mana pada tahun 1913, Tito direkrut menjadi tentara.
Setelah Perang Dunia I pecah, ia ikut berperang melawan pasukan Serbia. Pada 1915, dirinya dikirim ke front markas Rusia, tempat di mana ia tertangkap dan dimasukkan ke dalam kamp tawanan.
Berada di kamp, dirinya kemudian diajarkan untuk berkiblat pada ajaran Boshevisme (gerakan politik yang menggabungkan unsur-unsur nasionalisme radikal di Rusia.
Tahun 1917, ia ikut berpartisipasi dalam Revolusi Rusia dengan bergabung ke dalam barisan tentara merah Rusia.
Setahun setelahnya pada 1920, ia kembali ke Kroasia di bawah kekuasaan Kerajaan Yugoslavia yang didominasi oleh orang-orang Serbia. [1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ratu Matilda Naik Tahta sebagai Penguasa Perempuan Pertama di Inggris
Perjalanan Politik (1)
Tito sempat bergabung dengan Partai Komunis Yugoslavia sebelum kemudian ditangkap tahun 1928 sebagai agitator politik.
Partai Komunis Yugoslavia merupakan organisasi yang efektif dan mampu meraup banyak massa di daerah tersebut.
Setelah bebas dari penjara pada 1934, dengan cepat ia naik pangkat dalam partai dan memilih nama 'Tito' sebagai nama samaran untuk melakukan pekerjaan bawah tanah bersama rekan-rekan ideologisnya.
Tito juga sempat pergi ke Uni Soviet untuk bekerja dengan Komintern -sebuah organisasi komunis internasional- yang pada tahun 1937-1938 selamat dari kebijakan pembersihan dari pemimpin Soviet, Joseph Stalin terhadap kepemimpinan Partai Komunis Yugoslavia.
Tahun 1939, Tito diangkat menjadi sekretaris jenderal Partai Komunis Yugoslavia.
Pada 1941, pasukan Axis (Blok Poros: negara seperti Jerman, Italia, dan Jepang yang berperang melawan pasukan sekutu Amerika) menyerbu dan menduduki Yugoslavia.
Dalam hal ini, Tito dan partisan komunisnya muncul sebagai pemimpin perlawanan anti-Nazi.
Tahun 1944, pasukan Soviet membebaskan Yugoslavia, dan pada Maret 1945, Tito diangkat sebagai kepala pemerintahan baru Yugoslavia.
Gerakan non-komunis sepenuhnya disingkirkan dari pemerintahan. Pada November 1945, Tito diangkat sebagai Perdana Menteri Yugoslavia.
Pada bulan ini Republik Rakyat Federal Yugoslavia yang terdiri dari Serbia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Slovenia, dan Makedonia resmi diproklamirkan. [2]
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 6 April 1909, Penjelajah Robert Peary Mengklaim Berhasil Capai Kutub Utara
Perjalanan Politik (2)
Republik Rakyat Federal Yugoslavia diproklamirkan dibawah konstitusi yang dipimpin langsung oleh Tito yang menginduk pada komunis internasional.
Meskipun republik ini diberikan otonomi tersendiri atas sejumlah urusan mereka, namun Tito dinilai memerintah secara diktator dan menekan oposisinya.
Ia juga sempat berselisih dengan Soviet yang tak suka gaya kepemimpinan Tito, terutama urusan luar negeri.
Pada 1948, Joseph Stalin -yang merupakan pemimpin tertinggi gerakan komunis internasional- berusaha melakukan pembersihan terhadap kepemimpinan Yugoslavia.
Mengetahui hal tersebut, Tito tetap mempertahankan status dan kontrol kekuasaannya.
Pada tahun 1948, Partai Komunis Yugoslavia dikeluarkan dari Cominform, sebuah konfederasi partai-partai komunis Eropa Timur.
Negara Yugoslavia semakin terisolir dari Soviet dan gerakan komunis internasional.
Di sinilah kemudian negara-negara Barat pro-Demokrasi mencoba mendekati Yugoslavia dengan cara memberi bantuan ekonomi dan militer, termasuk menjalin hubungan non-formalnya dengan NATO.
Setelah Joseph Stalin meninggal pada 1953, hubungan Yugoslavia-Soviet berangsur-angsur membaik.
Namun Tito masih mengkritik kebijakan Soviet yang menginvasi Hungaria dan Cekoslovakia.
Dalam kebijakannya, Tito lebih menaruh hati pada negara-negara yang tidak pro-Amerika ataupun Soviet, seperti Mesir dan India.
Tahun 1953, Tito terpilih sebagai Presiden Yugoslavia.
Ia terpilih berulang kali hingga tahun 1963, tahun di mana ia diangkat menjadi Presiden seumur hidup.
Meskipun ia sering menggunakan pasukan polisi rahasia untuk membersihkan lawan-lawan politiknya, namun negara Yugoslavia rata-rata merupakan negara yang lebih bebas daripada negara komunis manapun di Eropa Timur.
Tito meninggal pada bulan Mei 1980, beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-88 tahun.
Setelah komunisme jatuh pada tahun 1989, muncul ketegangan antar-etnis.
Pada tahun 1991 dan seterusnya, federasi Yugoslavia resmi pecah menjadi negara-negara merdeka baru. [3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Presiden Rwanda dan Presiden Burundi Tewas Setelah Pesawatnya Ditembak Jatuh