Pesan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Rupanya, para petani melayangkan pesan itu untuk warga Jakarta yang hendak pulang kampung.
Para petani secara khusus meminta warga Jakarta untuk tidak di tengah pandemi Covid-19.
Video yang diunggah Ridwan Kamil, Sabtu (4/4/2020) memperlihatkan seorang pria yang menggunakan caping.
Ia memperkenalkan diri sebagai seorang petani menggunakan bahasa Sunda.
Petani itu meminta agar warga Jakarta tidak mudik dulu ke kampung halaman.
Sebab, para petani khawatir warga Jakarta yang mudik akan membawa virus corona atau Covid-19.
Kedatangan virus corona ke desa pun diakui sang petani akan membuat kehebohan di kampung.
Baca: Di Tengah Corona, Rocky Gerung Ungkit Jejak Digital dr Tirta dan Singgung Profesi Dokternya
Baca: Ridwan Kamil Katakan Sebanyak 226 Jemaat GBI Bandung Positif Virus Corona
Pun dengan mereka, para petani yang akan ikut tertular virus corona.
Para petani mempertanyakan jika mereka tertular virus corona maka siapa yang akan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wahai orang Jakarta, tolong pada diam dulu di rumah, sekarang di sana sudah ramai virus. Kami di sini para petani, berusaha, berikhtiar menanam padi, ikan, dan lain-lain. Buat siapa ? Untuk orang Jakarta," ujar petani tersebut.
Petani itu juga meminta agar warga Jakarta untuk berdiam diri di rumah.
Selain itu, ia meminta warga Jakarta untuk mengikuti imbauan dari pemerintah untuk beribadah di rumah dan bekerja di rumah.
"Sekarang saatnya Anda semua diam dulu di rumah. Jangan mudik, jangan pergi kesini, karena di Desa akan kesusahan bila terdampak wabah penyakit. Jika kalian datang ke sini membawa virus, nanti kalau saya sakit, siapa yang bakalan bertani ?
Anda tinggal dulu cuman sementara. Kalau kata pemerintah sekarang, jangan dulu ke masjid, itu bukan artinya dilarang sholat. Sholat di tempat masing-masing dulu. Khwatir menular, diam di rumah dulu.
Baca: Positif Virus Corona, Perawat Ini Hembuskan Nafas Terakhir Usai Sang Suami Ucapkan Hal Mengharukan
Kenapa ? Kalau kelak nanti menyebar ke para petani, kalau kami semua mati di sini, siapa yang akan bertani, menanam padi ? Kami kalau kena wabah seperti ini mungkin nanti tidak bisa kerja. Mengolah lahan, meyediakan bahan makanan, ini semua kan untuk kebutuhan orang kota
Di kota juga kalau uang melimpah, tidak ada bahan hasil tanam, apa yang mau dibeli ? Tidak enak makan duit. Apa boleh buat, diam dulu di rumah, ya," jelasnya.