Hal tersebut pun membuat masyarakat heran akan jumlah pasien yang meninggal dalam satu hari itu.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan duduk perkara 11 pasien positif yang meninggal tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, Ganjar menyebut jumlah kematian itu tidak terjadi dalam waktu 24 jam.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 4 April 2020 : Gemini Terlalu Bucin, Libra Bahagiakan Keluarga
Baca: Di Tempat Isolasi Covid-19, Pangeran Charles Umumkan 4000 Kasur Baru untuk Rumah Sakit di Inggris
Tetapi besifat komulatif dari beberapa hari sebelumnya.
"Bukan hari ini meninggal sebelas, itu akumulasi sejak pertama sama yang kemarin," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).
Ganjar kaget saat mendengar pengumuman juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto terkait tambahan 11 kasus meninggal di Jateng dalam 24 jam terakhir.
Dia pun langsung menanyakan hal itu kepada jajarannya.
Baca: Skenario Buruk Ekonomi Terdampak Corona, Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp 20 Ribu per Dollar AS
Baca: Surat Terbuka Akademisi China, Minta Amerika Serikat dan China Bersatu Hadapi Pandemi Covid-19
“Sehingga kita yang sejak pertama mencatat, tiba-tiba ada angka sebelas yang dimasukkan,” kata ganjar.
“Kita juga kaget tadi membacanya, maka setelah clearance, tidak ada, itu akumulatif," jelas Ganjar.
Ganjar mengaku selalu menerima laporan dari jajarannya terkait penambahan kasus positif virus corona.
Namun, untuk pasien positif yang meninggal, rumah sakit harus melakukan sejumlah langkah sebelum memberikan laporan kepada pemerintah provinsi.
Baca: Nekat Beraksi di Tengah Corona, 33 Penjudi Sabung Ayam Diciduk, Dihukum Teriak Saya Tobat 100 Kali
Baca: Jumlah Positif Covid-19 di Indonesia Melejit, Alat Tes TBC Dikonversi untuk Pengecekan Virus Corona
"Kalau kita sudah ada datanya. Pusat baru menginformasikan ini.
Karena setiap ada yang meninggal mereka (rumah sakit) clearance dulu baru dilaporkan ke kita,” kata dia.
Oleh sebab itu terkadang laporan tersebut mengalami keterlambatan.
”Maka seringkali laporannya terlambat.
Tidak otomatis ketika ada yang meninggal laporannya langsung masuk ke kita," jelas Ganjar.
Baca: Pandemi Covid, Universitas Ini Gelar Wisuda Online dan Gunakan Robot sebagai Wakil Wisudawan
Baca: Sebaran ODP di Kabupaten Karanganyar Capai 778 Orang, Kecamatan Jatiyoso Paling Tinggi
Ganjar menjelaskan, ada dua pasien positif corona yang meninggal pada 8 Maret 2020.
Pasien tersebut merupakan laki-laki berusia 60 tahun dan perempuan berusia 59 tahun.
Lalu, satu pasien perempuan berusia 44 tahun meninggal pada 13 Maret.