Debut Jorge Lorenzo di Repsol Honda dapat dikatakan gagal total karena hanya mengakhiri musim di peringkat ke-19.
Saat ini Jorge Lorenzo berganti peran menjadi test rider pabrikan Yamaha.
Jorge Lorenzo bertugas mengembangkan Yamaha YZR-M1 agar dapat dipakai maksimal oleh Valentino, Rossi, Maverick Vinales, Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli.
Namun, pembalap berjuluk X-Fuera ini beberapa waktu yang lalu juga mengungkapkan ingin kembali membalap di kelas premier sebagai wildcard.
Baca: Jorge Lorenzo Jadi Wild Card di MotoGP Catalunya 2020, Marc Marquez Sindir X-Fuera
Baca: Jorge Lorenzo Jadi Test Rider Tim Yamaha MotoGP, Valentino Rossi: Jorge seperti Pelatih Tambahan
Dia juga mengatakan akan menjadi wildcard di seri Catalunya 2020.
Ada banyak opini mengenai alasan sebenarnya di balik pensiunnya Jorge Lorenzo, salah satunya adalah hanya karena dia ingin meninggalkan Honda.
Sementara itu, dilansir dari GPOne.com, pembalap Red Bull KTM Pol Espargaro percaya bahwa keputusan pensiun Lorenzo sudah direncanakan sebelumnya.
Juara dunia kelas premier tiga kali ini kemudian buka suara menjawab komentar Espargaro.
"Ada banyak banyak opini dan kita harus menghormati apa yang orang pikirkan. Jika ini kasusnya, Pol percaya hal ini dan mengatakannya dengan hormat, saya dapat memahami di. Secara pribadi, saya pikir jika saya ingin berkompetisi lagi, saya tidak akan kekurangan tawaran. Namun, saat ini, tidak seperti itu," kata Lorenzo dikutip dari GPOne.com.
Jadi, seandainya ingin membalap lagi, Lorenzo merasa tidak akan kekurangan tawaran.
Baca: Tak Mau Ganggu Musim 2021, Bos Dorna Carmelo Ezpeleta Putuskan Kurangi Jumlah Seri MotoGP 2020
Baca: Meski Untungkan Marc Marquez, Alberto Puig Sebut Penundaan MotoGP Tak Untungkan Honda
Hanya saja sejauh ini dia belum mengatakan akan kembali sepenuhnya ke MotoGP.
Dia hanya berkata akan tampil kembali sebagai wildcard bersama pabrikan Iwata.
Dalam sebuah wawancara, manajer Repsol Honda Alberto Puig sempat kaget Lorenzo menjadi test rider Yamaha.
Namun, dia sadar bahwa seseorang dapat mengubah kembali keputusannya.
Sementara itu, Paolo Ciabatti, direktur olahraga Ducati Corse, tidak terlalu terkejut mendengar Lorenzo akan kembali membalap sebagai wildcard.
"Aku tidak terkejut bahwa dia menerima proposal Yamaha sebagai test rider, kami tahu Jorge Lorenzo tidak merasa bagus bersama Honda dan juga mengalami cedera. Dia belum sepenuhnya meninggalkan ide untuk tetap bersama kita, jadi tidak ada hal yang lebih baik ketimbang kembali ke motor yang telah mengantarkan menjuarai MotoGP tiga kali," kata Ciabatti dikutip dari GPOne.com.
Ciabatti juga mengatakan tidak akan memberinya pintu jika Lorenzo ingin kembali ke Ducati.
"Dia sekarang pembalap Yamaha. Tidak, saya kira ini sudah cukup," dia mengungkapkan.
Selain itu, Ciabatti merasa pembalap andalan Ducati, Andrea Dovizioso, juga tidak akan pensiun dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Dovizoso menyatakan dirinya belum yakin akan lanjut membalap setelah musim 2020.
"Saya pikir Andrea masih ingin membalap," kata dia
Sementara itu sampai saat ini MotoGP 2021 masih belum jelas kapan digelar karena masih diganggu wabah corona
Umumnya, penundaan MotoGP 2020 dianggap menguntungkan Marc Marquez karena memberi waktu untuk penyembuhan cedera bahunya.
Namun, penundaan MotoGP juga memiliki dampak positif bagi pembalap Monster Energy Valentino Rossi.
Dilansir dari Crash.net, bos LCR Honda Lucio Cecchinello merasa penundaan MotoGP akan memberi waktu Valentino Rossi mengisi kembali tenaganya.
Baca: Sedih Kalender MotoGP 2020 Berantakan karena Wabah Corona, Valentino Rossi Pilih Opsi Ini
Saat ini pembalap Italia tersebut sudah berumur 41 tahun dan menjadi yang paling senior di kelas premier.
Tidak hanya Rossi, tetapi pembalap LCR Honda Cal Crutchlow juga bisa mengisi kembali tenaganya.
Sama seperti Rossi, Cal juga belum menentukan nasibnya apakah tetap lanjut setelah musim 2020 atau pensiun.
"Saya pikir jeda ini dapat mengisi kembali sedikit tenaga, khususnya bagi para pembalap yang berpikir akan berhenti membalap," kata Cecchinello dikutip dari Crash.net.
"Saya kira momen ini dapat membuat mereka berpikir lagi, karena mereka mungkin sadar bahwa tanpa motor (MotoGP) mereka akan bosan berada di rumah tanpa ada yang dikerjakan," dia menambahkan.
Mungkin Valentino Rossi juga akan merasa bosan karena beberapa waktu yang lalu dia juga mengatakan bakal rindu ritual yang selalu dilakukannya sebelum membalap.
Jika lanjut membalap, juara kelas premier tujuh kali tersebut harus segera mencari tim baru karena posisinya sudah digeser Fabio Quartarao.
Tim pabrikan Yamaha memilih mempertahankan Maverick Vinales dan merekrut Quartararo daripada menunggu Rossi yang belum mau memberi keputuskan karier setelah musim 2020.
Baca: Bisa Menang di Balap Virtual MotoGP, Alex Marquez Mengaku Dibantu Pembalap E-Sport Indonesia
Baca: Tak Mau Ganggu Musim 2021, Bos Dorna Carmelo Ezpeleta Putuskan Kurangi Jumlah Seri MotoGP 2020
Namun, Cecchinello juga berharap MotoGP 2020 juga segera bisa dimulai.
"Jika kita dapat memulai pada akhir Juni atau awal Juli, akan jadi sangat baik," ucapnya.
Hanya saja, mungkin tidak semua seri MotoGP 2020 dapat digelar.
"Penting bagi kita untuk menggelar setidaknya setengah [dari seluruh seri] dari kejuaraan itu. Jika kita dapat kembali ke sirkuit pada Juli, saya pikir kita masih punya waktu menggelar 12-14 seri," dia menjelaskan.