Gejala-gejala Covid-19 yang Jarang Diketahui, Bukan Hanya Batuk Kering & Sesak Napas

Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi batuk

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Covid-19 sedang menjadi pandemi global seperti disebutkan oleh WHO.

Penyakit yang diakibatakan oleh virus corona Sars-Cov-2 menyebar dengan cepat.

Covid-19 telah menginfeksi banyak orang di hampir semua negara di Dunia.

Korban meninggal akibat Covid-19 ini juga sangat banyak.

Perlunya mengetahui gejala-gejala Covid-19 untuk mencegah infeksi lebih parah.

Selama ini gejala yang paling umum diketahui adalah batuk kering dan demam tinggi.

Baca: Umumkan 130 Kasus Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Silent Carrier di China Bisa Sepertiga Kasus Total

Namun, ada gejala-gejala ringan yang juga harus diwaspadai.

Gejala tersebut jarang diketahui oleh banyak orang.

Melansir berbagai sumber, berikut ini gejala Covid-19 yang jarang diketahui banyak orang:

1. Kehilangan indra pengecap

Ilustrasi lidah indra pengecap

Menurut penelitian ilmuwan Inggris, kehilangan indra perasa merupakan satu gejala Covid-19.

Sekitar 60 persen pasien Covid-19 tidak dapat merasa rasa makanan.

2. Kehilangan indra penciuman

Ilustrasi hidung tersumbat

Selain kehilangan indra penciuman, pasien Covid-19 juga kehilangan indra penciuman.

Bahkan gejala yang pertama kali muncul adalah menghilangnya indra penciuman.

Baca: Meski Tingkat Kematian akibat Corona Tinggi, Ini Alasan Jokowi Tak Terapkan Lockdown di Indonesia

3. Diare

Ilustrasi sakit perut. (SRIPOKU.COM/ANTON)

Sekitar 4-14 persen pasien mengalami diare saat virus corona menjakiti tubuh mereka.

Meskipun begitu, hanya 3% pasien di Tiongkok yang mengalami diare seperti disebutkan Science Alert.

4. Mual

Ilustrasi mual

Tak hanya diare, gangguan pencernaan yang diderita pasien Covid-19 adalah mual.

Sekitar 5% orang akan mengalami mual-mual.

Baca: Simak Gejala yang Muncul Selain Batuk dan Sesak Napas Berdasarkan Pengalaman Pasien Positif Covid-19

4. Kelelahan

Para pasien Covid-19 merasa kebanyakan merasa rasa lelah yang luar biasa.

Namun, gejala yang satu ini paling sering dikeluhkan pasien.

5. Nyeri Otot

Sekitar 14 orang pasien Covid-19 mengalami nyeri otot seperti dilansir businessinsider.sg

Ini adalah tanda awal dari gejala Covid-19 semakin parah atau bisa hanya indikasi infeksi ringan.

6. Kedinginan

Ilustrasi kedinginan

Belum jelas seberapa umum gejala kedingin dialami pasien Covid-19.

Namun, WHO menyebutkan sebanyak 11 orang merasa kedinginan sebelum akhirnya panas tinggi.

7. Sakit Kepala

Ilustrasi migrain atau sakit kepala. (hellosehat.com)

Menurut The Lancet, sekitar 8 persen pasien mengalami sakit kepala.

Beberapa orang merasa tiba-tiba pusing yang amat sangat.

8. Hidung Beringus

Ilustrasi hidung ingusan

Gejala yang satu ini sangatlah jarang ditemukan di pasien.

Hanya kurang dari 5 persen pasien mengalami hidung beringus.

Namun, jika hidung beringus lalu bersin itu tak ada hubungannya dengan Covid-19.

Bersin lebih mengacu pada alergi atau pilek.

Baca: Meski Laporkan Nol Kasus, Masyarakat di Tempat Ini Sudah Merasakan Dampak Pandemi Corona

Untuk mencegah penyebaran virus corona, pemerintah melalui laman covid19.go.id juga telah menentukan 3 langkah penting yang harus dilakukan masyarakat.

Tiga hal penting tersebut sebaiknya dilakukan agar virus corona tak menyebar luas.

Isinya kurang lebih sama dengan yang diberikan oleh Kemenkes RI.

Berikut ini 3 hal yang harus diketahui untuk mengurangi penyebaran Covid-19:

Langkah penting kasus virus corona.

1. Langkah pertama adalah mengetahui cara mengurangi risiko penularan.

Curiga dan takut kalau ada orang di dekatmu terkena virus corona? berikut tanda-tanda orang terkena Covid-19 dan tips cegah penularannya. (kemenkes.go.id)

Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik dan ingatkan anak untuk mencuci tangan pakai sabun secara benar. (Gunakan cara mudah mengukur durasi 20 detik, semisal menyanyi lagu Selamat Ulang Tahun 2x)

Cuci tangan pakai sabun saat tiba di rumah, tempat kerja atau sekolah, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet.

Gunakan cairan pembersih tangan (minimal 60% alkohol) bila sabun dan air mengalir tidak tersedia

Tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat saat batuk atau bersin atau gunakan tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah digunakan.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan.

Jaga jarak paling sedikit 1 meter dengan orang.

Social distancing dan work from home sangat dianjurkan untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Jangan berada dekat orang yang tidak sehat
Hindari menyentuh wajah karena mulut, hidung mata dapat menjadi pintu masuk virus.

Baca: Dituduh Tularkan Virus Corona, Perawat yang Bekerja di RSUP Persahabatan Diusir dari Kos

2. Langkah kedua yaitu mengetahui informasi tentang virus corona dengan benar.

Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan coronavirus baru yang muncul dari permukaan sel manusia (Kompas.com, Hai.Grid.id)

Saat ini, banyak media yang berbondong-bondong menjelaskan tentang COVID-19.

Masyarakat perlu mengetahui definisi, gejala, cara menggantisipasi, hingga pengobatannya.

3. Langkah terakhir adalah mengetahui apa yang harus dilakukan jika terinfeksi.

Inilah bedanya gejala virus corona dan flu biasa, gejalanya mirip namun ada perbedaan khusus. (via intisari)

Gejala utama adalah demam, rasa lelah dan batuk kering.

Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.

Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap.

Kelompok lansia (lanjut usia) dan mereka yang memiliki masalah kesehatan memiliki risiko yang lebih besar.

Segera kontak sarana kesehatan untuk konsultasikan lebih lanjut.

Baca: 80 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Sedang, Bisa Lakukan Isolasi Mandiri di Rumah

(TribunnewsWiki.com/cva)



Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer