Driver Ojol Tergeletak di Atas Motor Bikin Panik Dikira Kena Corona, Satpol PP Panggil Ambulans

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pengendara ojek online tengah tertidur pulas di Jalan Karang Tengah Raya. Warga pun banyak yang menaruh curiga pengendara tersebut terpapar virus pada Kamis (26/3/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kewaspadaan masyarakat terhadap lingkungan sekitar meningkat karena pandemi Covid-19.

Terlebih lagi di Jakarta, yang merupakan wilayah dengan kasus Virus Corona terbanyak di Indonesia.

Tak sedikit masyarakat menjadi lebih sensitif dan menjadi was-was ketika menemukan peristiwa yang tak wajar.

Seperti yang terjadi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (26/3) kemarin.

Seorang pengendara ojek online (ojol) ditemukan tergeletak di atas motornya.

Driver ojol itu masih lengkap mengenakan jaket dan helmnya.

Dikutip dari TribunJakarta.com, tidak ada warga yang berani mendekati driver ojol tersebut.

Anggota satpol PP yang melintas pun juga tak berani mendekat, lantaran belum memakai alat pelindung diri (APD).

"Waktu anggota Satpol PP tengah patroli, melihat warga teriak-teriak ada pengendara ojol yang pingsan di motor, warga pun teriak corona," jelas Kasatgas Satpol PP Lebak Bulus, Hamdhan saat dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Kamis (26/3/2020).

Baca: Update Pasien Virus Corona 27 Maret 2020: Total 537.042 Kasus, 123.268 Sembuh, 24.110 Meninggal

Baca: Tim Peneliti Singapura Ciptakan Alat Tes COVID-19 Tercepat di Dunia, Pengujian Hanya Dalam 5 Menit

Hamdhan menambahkan warga awalnya curiga pengendara tersebut terpapar virus Covid-19.

Anggota Satpol PP pun berinisiatif membunyikan sirine untuk membangunkan pengendara motor berjaket hijau khas ojol.

Berkali-kali dibunyikan, ia pun tak kunjung terbangun dan merespon.

"Anggota berinisiatif membunyikan sirine kendaraan agar bangun, ternyata beberapa kali dinyalakan tidak bangun-bangun. Baru setelah 15 menit kemudian bangun," tambahnya.

Seorang pengendara ojek online tengah tertidur pulas di Jalan Karang Tengah Raya. Warga pun banyak yang menaruh curiga pengendara tersebut terpapar virus pada Kamis (26/3/2020). (dokumentasi Pol PP Lebak Bulus)

Bahkan, anggota Pol PP sampai menghubungi mobil ambulans gawat darurat.

Namun, pengendara berkemeja biru itu akhirnya pun kaget mendengar bunyi sirine dan terbangun dari tidurnya. 

"Pengendara itu kemudian diimbau jangan tidur sembarangan dan membuat resah masyarakat. Ojek online itu langsung pergi tancap gas," pungkasnya.

Baca: Irfan Hakim Menangis Lihat Ikan-ikan Mahalnya Mati Massal, Ingatkan: Jangan Terlalu Banggain Dunia

Driver ojol suspect corona kabur

Dua driver ojek online suspect corona dikabarkan kabur saat dikarantina di Asrama Haji, Batam.

Namun Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana menerangkan, bahwa salah satu driver ojek online tersebut tidak sepenuhnya kabur.

Dikutip dari Kompas.com pada Jumat (6/3/2020), pengemudi ojek tersebut sempat menjalani karantina.

Hanya saja, memasuki hari kedua karantina, ia meminta izin untuk mediasi dengan keluarganya.

 "Pengakuannya kemarin dirinya ingin diskusi dengan keluarganya karena harus menjalani masa karantina selama 14 hari, namun sampai saat ini memang belum ada kembali lagi ke lokasi karantina," kata Tjetjep seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (6/3/2020).

Meski demikian, Tjetjep telah meminta petugas kesehatan baik Dinas Kesehatan Kepulauan Riau maupun Batam untuk melacak keberadaan pengemudi ojek online tersebut.

Hal itu dilakukan supaya pengemudi tersebut mau kembali dikarantina.

Tjetjep juga menjelaskan keberadaan pengemudi ojek online yang satunya.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum berhasil melacak keberadaannya.

Sebab yang bersangkutan dari awal memang tidak bisa ditemukan.

Namun, pihaknya masih terus berusaha melacak keberadaan keduanya.

“Masih terus dilacak keberadaan keduanya.

Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melacak keberadaan keduanya," terang Tjetjep.

Tjetjep mengaku, kedua driver ojek online ini memang tidak kontak langsung dengan VP, WNA Singapura yang terinfeksi virus corona.

Namun, kedua pengemudi ojek online ini telah berkontak langsung dengan asisten rumah tangga VP, berinisial Css.

Sedangkan Css sendiri saat ini tengah manjalani masa karantina di Asrama Haji Batam hingga 14 hari ke depan.

Lebih lanjutm Tjejep mengatakan untuk kondisi 14 orang yang menjalani karantina di Asrama Haji Batam dalam kondisi sehat,

Kejadian ini bermula saat ada 6 orang WN Singapura termasuk VP berkunjung ke Batam.

Keenam WNA ini diketahui masih memiliki hubungan kekeluarga dan satu dari mereka memiliki rumah di Batam.

Mereka masuk Batam pada 20 dan 21 Februari 2020.

Kemudian, keenam orang tersebut kembali ke Singapura pada 23 Februari 2020.

Setelah dilakukan pengecekan, dua dinyatakan positif terjangkit virus corona dan pada 29 Februari 2020 langsung diisolasi.

Keesokan harinya, pada 1 Maret 2020, 2 orang lagi dinyatakan positif dan juga langsung diisolasi oleh Pemerintah Singapura.

Selama tiga hari dan dua malam di Batam, keenam warga Singapura tersebut bertemu dengan satu orang pembantu dan sopir mereka.

Selanjutnya, sopir dan pembantu tersebut juga bertemu dengan keluarga mereka masing-masing.

Bahkan, pembantu juga bertemu dengan satu orang tukang ojek yang selama tiga hari itu mengantar dirinya dari rumah ke kediaman warga Singapura tersebut.

Lebih lanjut, 15 orang yang pernah besinggungan dengan VP, Css maupun supirnya itu dikarantina untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi virus corona atau tidak.

Baca: Update Pasien Virus Corona 27 Maret 2020: Total 537.042 Kasus, 123.268 Sembuh, 24.110 Meninggal

Baca: Bukan Local Lockdown, Ganjar Pranowo Tegaskan Tegal Hanya Terapkan Isolasi Terbatas

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi/Saradita, TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Driver Ojol Tergeletak di Atas Motor Bikin Panik Dikira Kena Corona, Satpol PP Panggil Ambulans



Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer