Berdasarkan worldometers.info, hingga Jumat (20/3/2020) sore, jumlah angka kematian di Italia adalah sebesar 3.405.
Sedangkan jumlah kasus yang telah dikonfirmasi adalah sebanyak 41.035 dengan total kasus sembuh sebanyak 4.440.
Dikutip dari CNN, Italian Civil Protection Agency mengatakan, tingkat pertumbuhannya mencatatkan waktu tercepat dalam tiga hari terakhir.
Sementara China mencatat jumlah kasus virus corona di wilayahnya sebanyak 80.967 dengan total kematian 3.248 sejak kasus tersebut pertama kali muncul di negara tersebut pada Desember 2019 lalu.
Ketika jumlah infeksi terus meningkat, Italia pun telah memberlakukan pembatasan nasional atau lockdown guna menghentikan penyebaran covid-19.
Baca: Untuk Pertama Kalinya China Laporkan Nol Kasus Baru Virus Corona yang Berasal dari Transmisi Lokal
Baca: Eks Bos AC Milan, Silvio Berlusconi Donasi 10 Juta Euro Atasi Wabah Corona di Italia
Sistem kesehatan Italia telah ‘didorong ke jurang’ di tengah wabah tersebut, dimana bagian utara negara tersebut memiliki konsentrasi kasus tertinggi.
Orang-orang dirawat di rumah sakit lapangan dan berbaris di koridor di dalam rumah sakit umum.
Sementara itu, dokter dan perawat juga terinfeksi karena kurangnya perlindungan yang memadai.
Pihak berwenang Italia sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang penutupan sekolah yang seharusnya berakhir 3 April mendatang.
"Saya pikir kami akan melakukan perpanjangan (penutupan sekolah)," kata Menteri Pendidikan Italia Lucia Azzolina, pada Kamis (19/3/2020) seperti dikutip dari CNN.
Baca: ‘Perlombaan Global’ Ciptakan Vaksin Corona: China Kembangkan 9 Vaksin, AS Siap Uji Coba
Baca: BUMN Pesan 500 Ribu Alat Tes Virus Corona dari China yang Bisa Deteksi dalam 15 Menit
Azzolina juga menambahkan, sekolah-sekolah akan dibuka kembali begitu ada "kepastian keamanan absolut."
Dikutip Corriere della Sera, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan, langkah-langkah untuk mengatasi wabahvirus corona di Italia yang diperkiran akan mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan.
"Aturan yang kami terapkan, seharusnya diperpanjang dari tanggal sebelumnya. Kami telah menghindari keruntuhan sistem berkat tindakan pengetatan yang dilakukan," kata Conte dikutip CNN dari Corriere della Sera.
Juru bicara Perdana Menteri Italia mengatakan kepada CNN bahwa belum ada keputusan resmi yang diambil.
Para ahli medis China yang membantu penanganan virus corona di Italia telah memperingatkan bahwa lockdown di Italia tidak cukup ketat.
Wakil Presiden Palang Merah China Sun Shuopeng bahkan menyebut situasi di Italia saat ini mirip dengan Wuhan. "Situasinya mirip dengan yang kami alami dalam dua bulan lalu di Wuhan, China," kata Sun.
Menurutnya, Wuhan telah mengalami penurunan tren infeksi setelah satu bulan penguncian.
"Di kota Wuhan setelah satu bulan sejak penerapan kebijakan kuncian, kami melihat tren penurunan dari puncak penyakit," kata Sun Shuopeng.
Baca: Karantina Virus Corona, Pemain Bayern Muenchen Jalani Work From Home
Baca: Bosan di Rumah karena Wabah Corona, Alex Marquez dan Marc Marquez Bermain Menjadi Minions
Akan tetapi, Sun melihat tidak adanya penguncian ketat karena masih banyak transportasi umum yang beroperasi, warga masih bisa berpesta dan makan malam.
"Di sini di Milan, daerah yang paling parah dihantam Covid-19, tidak ada penguncian yang sangat ketat: transportasi umum masih berfungsi dan orang-orang masih bergerak, Anda masih makan malam dan berpesta di hotel dan Anda tidak memakai masker. Kami membutuhkan setiap warga untuk terlibat dalam perang melawan Covid-19," katanya.
Sun menyarankan agar warga Italia untuk menghentikan semua kegiatan ekonomi dan semua orang harus tinggal di rumah.
Dikutip Kompas.com dai Xinhua News, sebanyak 12 pakar medis dari Provinsi Zhejiang China Timur dikirim ke Italia pada Selasa (17/03/2020) untuk membantu penanganan virus corona di semenanjung Apennie, Italia.
Tim medis tersebut terdiri atas beberapa ahli rumah sakit provinsi dan pusat Zhejiang untuk pencegahan dan pengendalian penyakit.
Para ahli berasal dari berbagai departemen termasuk pernapasan, perawatan intensif, penyakit menular dan pengobatan tradisional China (Traditional Chinese Medicine).
Mereka semua akan membagi pengalaman mereka selama penanganan dan kontrol Covid-19 di China.
Tidak hanya itu, China juga diketahui telah menyumbangkan peralatan ICU dan peralatan medis lain seperti puluhan set ventilator, monitor, dan pompa infus saluran ganda.
Juga ada dua mesin ultrasound warna portabel serta 60 ribu cairan reagen untuk pengujian.
Secara keseluruhan, China telah mengirim 35,4 ton pasokan medis dan obat-obatan untuk Covid-19 ke Italia.