“Kami sudah pesan sekitar 500.000 (alat rapid test). RNI lagi kerja sama dengan China itu mau produksi rapid test corona,” ujar Arya, Rabu (18/3/2020).
Arya menjelaskan, alat tes virus corona yang tengah dipesan itu menyerupai test pack untuk mengecek kehamilan.
Diharapkan, dengan adanya alat tes virus corona tersebut, pengecekan viirus corona bisa dilakukan secara massal.
Hasil tes ini juga bisa langsung didapatkan dalam waktu kurang dari tiga jam.
“Dia bisa hasilnya keluar hanya sekitar 15 menit sampai tiga jam,” ujar Arya seperti dikutip dari Kompas.com.
“Walaupun rapid test ini bukan tes terakhir, kalau dia positif (corona), dia melangkah lagi ke test lab. Paling tidka dia sudah punya kepastian awal. Jadi indikasi corona langsung ketahuan. Kalau sudah ada kecenderungan corona langsung test swab,” jelasnya.
Arya juga memastikan bahwa metode rapid test harganya akan lebih terjangkau dibanding dengan tes yang ada saat ini.
Meski begitu, Arya belum bisa merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk membeli alat tersebut.
“(Harganya) enggak mahal. Ada deh, tunggu saja. Yang pasti lebih murah dari tes di RS,” ujarnya.
Baca: Tambah 55, Kasus Corona di Indonesia Jadi 227, 11 Sembuh dan 19 Meninggal, Ini Sebaran Wilayahnya
Baca: Jaga Stok di Tengah Wabah Virus Corona, Satgas Pangan Polri Batasi Pembelian 4 Bahan Pokok Ini
Terkait pemesanan alat tes virus corona tersebut, Arya mengungkapkan jika saat ini alat tersebut masih belum masuk ke Indonesia karena masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Kita menunggu izin dari Kemenkes, kalau sudah (diizinkan) bisa langsung kirim tes corona dengan cepat di mana-mana. Izinnya sudah kami registrasi sejak 10 Maret,” jelas Arya.
Arya juga memastikan jika izin tersebut sudah dikantongi, maka alat tersebut bisa tiba di Indonesia darlam hitungan hari dari Hangzhou, China.
“ Kalau dikasih izin Kemenkes, kami langsung ambil pakai (pesawat) Garuda dari Hangzhou, kalau sudah oke, dua hari sampai (di Indonesia),” ujarnya.
Baca: Waspada, Ternyata Suhu Tubuh di Bawah 35 Derajat Justru Disebut Mematikan, Begini Penjelasannya
Baca: ‘Perlombaan Global’ Ciptakan Vaksin Corona: China Kembangkan 9 Vaksin, AS Siap Uji Coba
Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan, hingga Rabu (18/3/2020) terdaPAT 227 kasus virus corona (COVID-19) DI Indonesia.
“Ada tambahan 55 kasus, sehingga total samai sekarang, dihitung sampai kami melaporkan pada Rabu, 18 Maret 2020 pukul 12.00 ada 227 kasus,” ungkap Yurianto dalam konferensi pers di kantor BNPB, Rabu (18/3/2020).
Menurrut Yurianto, penambahan 55 kasus tersebut berlangsung sejak Selasa (17/3/2020) pukul 12.00 WIB hingga Rabu (18/3/2020) puykul 12.00 WIB.
Yurianto memaparkan, penambahan kasus terbesar ada di DKI Jakarta dengan tambahan kasus sebanyak 30 kasus pasien virus corona (Covid-19).
Wilayah berikutnya yaitu Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah.
Di Jawa Barat ada penambahan 12 kasus positif, Banten ada penambahan 4 kasus positif, dan Jawa Tengah 2 kasus positif.
Daerah lain yang memiliki 1 kasus positif Covid-19 adalah Yogyakarta, Sumatera Utara, Lampung, Riau, dan Kalimantan Timur.
Ada juga 2 kasus yang ditemukan, tapi tidak disebutkan wilayahnya.
Baca: Cegah Penyebaran Virus Termasuk Corona, Ikuti Cara Mencuci Tangan yang Benar Sesuai Panduan WHO
Baca: Virus Corona Meluas, Sejumlah Negara Ganti Jabat Tangan dengan Cara Ini, Iran Saling Sentuhkan Kaki
Menurut Yurianto, dua tambahan itu didapat dari hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan, juga atas inisiatif pasien.
Sebagaimana diketahui, penyebaran virus corona di Indonesia diketahui sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua pasien pertama yang mengidap Covid-19 pada 2 Maret 2020.
Saat itu, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa pasien kasus 01 diduga terpapar virus corona setelah melakukan kontak dekat dengan seorang warga negara Jepang yang ketika itu berada di Jakarta.
Mereka bertemu di sebuah lokasi di Jakarta Selatan pada 14 Februari 2020. Warga Jepang itu diketahui positif Covid-19 saat kembali ke tempat tinggalnya di Malaysia.
Hingga saat ini ada 11 pasien yang dinyatakan sembuh.
Sedangkan untuk jumlah korban meninggal telah mencapai angka 19 pasien.