Dirinya diduga menjadi korban termuda Eropa dari wabah virus corona.
Diberitakan TribunnewsWiki.com dari Daily Star, Francisco Garcia didiagnosis positif Covid-19 tetapi juga diketahui bahwa dia menderita leukemia.
Menurut laporan, dia tidak tahu dia menderita kanker yang membuatnya rentan terhadap wabah.
Baca: Ada Wabah Virus Corona, Dana White Ungkap Nasib Gelaran UFC 249: Khabib Nurmagedov vs Tony Ferguson
Baca: Benarkah Uang Kertas Jadi Media Penularan Virus Corona? Ini Penjelasan Ahli
Presiden klubnya Atletico Portada Alta, Malaga, Spanyol, mengatakan Francisco Garcia meninggal di rumah sakit.
Dia menggambarkan Garcia sebagai pelatih, tetapi dalam laporan lain dikatakan dirinya memiliki peran dalam bermain juga.
"Dia adalah anak yang sangat baik dan pelatih yang sangat baik. Kami masih dalam kondisi syok.
"Mereka memanggil saya pada jam 7 malam pada hari Minggu dengan mengatakan bahwa dia stabil setelah mereka menerimanya pada hari Jumat."
"Dan satu jam kemudian dari coronavirus dan (kanker) ... Saya tidak percaya. Sepertinya tidak mungkin bagi saya." kata Pepe Bueno
Menurut laporan, ia diyakini sebagai korban coronavirus fatal termuda di Eropa.
Malaga sendiri biasanya merupakan pusat liburan bagi orang Inggris setiap tahun.
Tetapi kini Spanyol sangat terpukul dengan adanya wabah corona yang dimulai di Wuhan, Cina.
Hingga Daily Star memberitakan kasus ini, ada lebih dari 8.000 kasus dengan lebih dari 300 kematian di Spanyol.
Sementara itu, Italia telah digemparkan dengan lebih dari 1.800 kematian dan lebih dari 24.000 kasus.
Baca: Segarang-garangnya ISIS, Ternyata Takut Virus Corona
Tak hanya Spanyol dan Italia, virus corona juga semakin meluas di Indonesia.
Bahkan, ada Menteri Kabinet Indonesia Maju yang dinyatakan positif.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno malam ini menggelar konferensi pers dan menyatakan, pasien nomor 76 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Mensesneg Pratikno menyatakan, uji laboratorium sudah dikeluarkan dan dinyatakan positif terkena covid-19.
Budi Karya Sumadi sebelumnya mengeluhkan sesak nafas dan langsung dirujuk ke RSPAD, Jakarta.
Pemicu Budi Karya Sumadi terkena virus corona diduga karena selama beberapa kali Budi Karya mengunjungi wilayah yang rawan terkena corona.
Presiden Jokowi sudah memerintahkan dilakukan tracking di mana saja daerah yang telah dikunjungi Budi Karya Sumadi.
Kondisi Budi Karya Sumadi saat ini dinyatakan makin membaik dalam perawatan intensif.
Baca: Antisipasi Dini, Seluruh Pemain Persib Jalani Tes Virus Corona
Konferensi pers yang digelar malam ini adalah dilakukan Pemerintah atas izin keluarga.
Sebelumnya, keberadaan Budi Karya Sumadi selama sepekan terakhir tidak tampak dalam aktivitas keseharian di kementerian.
Terakhir kali, aktivitas Budi Karya yang terekspos ke publik adalah ketika dia menyaksikan langsung proses pemulangan ke-69 WNI ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Senin (2/3/2020) dini hari WIB lalu.
Kemudian setelah itu, Kementerian Perhubungan memberikan keterangan pers tertulis tentang kegiatan Menhub Budi Karya Sumadi.
Saat itu keterangan pers Kemenhub menyatakan, Menteri Budi Karya memanggil Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Chandra Dwiputra, Selasa (3/3/2020), terkait pengerjaan fisik proyek kereta cepat yang dikeluhkan telah memicu banjir di sejumlah titik di ruas jalan tol jakarta - Cikampek.
Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati yang dikonfirmasi media tentang keberadaan Menhub Budi Karya sempat menyatakan, Menhub sedang beristirahat di kediamannya karena dugaan gejala tifus setelah beberapa hari sebelumnya dia melakukan sejumlah kunjungan kerja ke beberapa wilayah.
Antara lain ke Toraja, Luwuk, Wakatobi, Makassar, Pare Pare, Kertajati dan Kabupaten Indramayu.