Menhub Positif Covid-19, Ketua DPP Demokrat Minta Pemerintah Periksa Semua Menteri hingga Presiden

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama usai mengenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Inilah gaji yang diterima oleh menteri tersebut.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Demokrat buka suara terkait wabah virus corona yang semakin meluas di Indonesia.

Apa lagi, ada menteri Kabinet Indonesia Maju yang turut terpapar Covid-19.

Ketua DPP Demokrat, Irwan, menangapi berita terpaparya Menhub Budi Karya Sumadi.

Dilansir TribunnewsWiki.com dari Tribunnews.com, menurutnya pemerintah perlu melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap seluruh menteri hingga presiden.

"Dengan adanya salah satu anggota kabinet yang positif corona, maka perlu pemeriksaan yang intensif juga pada anggota kabinet yang lain termasuk Pak Presiden," ujar Irwan kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (15/3/2020) malam.

Baca: Penumpang Demam Tinggi Dilarang Naik Kereta Api: Biaya Tiket Dikembalikan Penuh

Baca: Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 Meninggal di RS Margono Purwokerto

Menhub Budi Karya Sumadi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Irwan berpendapat pemeriksaan mendalam perlu dilakukan terhadap pejabat yang berinteraksi dengan Menhub beberapa waktu belakangan.

Pasalnya, Menhub bahkan sempat menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, pertengahan pekan ini.

"Ini menyangkut keselamatan para pejabat dan pemimpin kita. Jika memang diperlukan isolasi berdasarkan tim kesehatan, ya itu harus dilaksanakan," tutur Irwan.

Irwan juga menyebut kebijakan lockdown perlu dipertimbangkan.

Pasalnya, penyebaran virus corona di Indonesia kian meluas, bahkan menyerang pejabat eksekutif.

"Sudah saatnya pemerintah berani menyatakan Indonesia lockdown, terutama kota-kota yang sebaran suspectnya merata," ucap Irwan.

"Kita percayakan pada pemerintah, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi warga yang masih sehat agar tidak tertular dan menyembuhkan yang positif corona," sambung Irwan.

Baca: Sebut Sebagian Tenaga Medis di Jakarta Terpapar Virus Corona, Anies: Tapi Belum Ada Angkanya

Baca: Berikut Fakta-Fakta Pengujian Tes Virus Corona Bagi Masyarakat yang Ingin Melakukan Pemeriksaan

Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pemerintah Umumkan Menhub Positif Virus Corona

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno malam ini menggelar konferensi pers dan menyatakan, pasien nomor 76 yang terkonfirmasi atas nama pejabat pemerintahan di tingkat kementerian positif terkena virus Corona.

Pejabat dimaksud adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Mensesneg Pratikno menyatakan, uji laboratorium sudah dikeluarkan dan dinyatakan positif terkena covid-19.

Budi Karya Sumadi sebelumnya mengeluhkan sesak nafas dan langsung dirujuk ke RSPAD, Jakarta.

Pemicu Budi Karya Sumadi terkena virus corona diduga karena selama beberapa kali Budi Karya mengunjungi wilayah yang rawan terkena corona.

Presiden Jokowi sudah memerintahkan dilakukan tracking di mana saja daerah yang telah dikunjungi Budi Karya Sumadi.

Kondisi Budi Karya Sumadi saat ini dinyatakan makin membaik dalam perawatan intensif.

Konferensi pers yang digelar malam ini adalah dilakukan Pemerintah atas izin keluarga.

Sebelumnya, keberadaan Budi Karya Sumadi selama sepekan terakhir tidak tampak dalam aktivitas keseharian di kementerian.

Terakhir kali, aktivitas Budi Karya yang terekspos ke publik adalah ketika dia menyaksikan langsung proses pemulangan ke-69 WNI ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Senin (2/3/2020) dini hari WIB lalu.

Kemudian setelah itu, Kementerian Perhubungan memberikan keterangan pers tertulis tentang kegiatan Menhub Budi Karya Sumadi.

Saat itu keterangan pers Kemenhub menyatakan, Menteri Budi Karya memanggil Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Chandra Dwiputra, Selasa (3/3/2020), terkait pengerjaan fisik proyek kereta cepat yang dikeluhkan telah memicu banjir di sejumlah titik di ruas jalan tol jakarta - Cikampek.

Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati yang dikonfirmasi media tentang keberadaan Menhub Budi Karya sempat menyatakan, Menhub sedang beristirahat di kediamannya karena dugaan gejala tifus setelah beberapa hari sebelumnya dia melakukan sejumlah kunjungan kerja ke beberapa wilayah.

Antara lain ke Toraja, Luwuk, Wakatobi, Makassar, Pare Pare, Kertajati dan Kabupaten Indramayu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/Tribunnews.com)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer