Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Ganjar Pranowo: Masyarakat Tak Perlu Takut

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Respon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait pasien terinfeksi Virus Corona yang meinggal di RSUD Dr. Moewardi Solo

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Satu lagi pasien yang positif terinfeksi Virus Corona meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Kamis (12/3/2020).

Pasien meninggal tersebut merupakan seorang pria berusia 59 tahun, warga kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa tengah.

Dikutip dari TribunSolo.com, pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah melakukan tracking terhadap korban terduga terinfeksi Virus Corona tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat tidak perlu panik.

"Dari kemarin kita lebih dahulu melakukan tracking kepada keluarganya," katanya seusai mengisi acara di Hotel Swiss Berlin Solo, Jumat (13/3/2020).

Seusai mengisi acara seminar BUMDes di Solo, Ganjar langsung kembali ke Semarang.

Dia akan mengumpulkan semua instansi terkait untuk mengumpulkan data terkait kematian pasien positif Corona di RSUD Dr Moewardi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai melepas 450 prajurit Kodam IV Diponegoro di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Para Prajurit dikirm untuk bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur. (KOMPAS.COM/NAZAR NURDIN)

"Kita akan kumpulkan data lengkap dulu, Insya Allah nanti pukul 15.00 WIB kita lakukan konferensi pers," imbuhnya.

Dia mengimbau masyarakat tak perlu takut untuk memeriksakan diri.

"Masyarakat enggak perlu takut untuk memeriksa, dan tak usah panik."

"Siapa yang pernah bertemu atau berhubungan (orang suspect corona) bisa melaporkan secara tertutup," ucapnya.

Pemprov Jateng juga akan menyebarkan nomor interaktif agar masyarakat tidak kebingungan mencari informasi terkait pemeriksaan Corona.

"Meski pusat sudah ada, nanti kita juga akan menyebar hotlinenya," imbuhnya.

Dia berjanji Pemprov Jateng akan membantu masyarakat dalam melakukan pemeriksaan secara gratis.

Pasien terinfeksi virus Corona di Solo meninggal

Sebelum meninggal, pasien tersebut sempat mengeluh batuk, pilek dan demam usai bepergian dari kegiatan seminar di daerah Bogor, Jawa Barat.

Dilansir dari Kompas.com, Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta Harsini mengatakan dua pasien PDP yang dirawat tersebut tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dan tidak ada kontak dengan warga negara asing (WNA).

Namun, sebelumnya, keduanya sempat menghadiri acara seminar di Bogor pada 25 hingga 28 Februari 2020.

Kemudian, pada 29 Februari 2020 mengeluh batuk, pilek dan demam hingga dirawat di rumah sakit setempat.

Selanjutnya, karena demam tinggi mencapai 28 derajat, pada 8 Maret 2020 dirujuk ke RSUD Dr Moewardi dan menjalani perawatan di ruang isolasi sebagai PDP.

"Dua pasien itu sama-sama datang ke acara seminar di Bogor. Satu pasien masih dirawat di ruang isolasi, namun satu pasien meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020) pukul 13.00 WIB. Meninggal disebabkan karena gagal nafas atau pneumonia," jelas Harsini saat konferensi pers di kantor Dinkes Jateng, Kamis (12/3/2020).

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta Harsini (kiri), Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo (tengah) dan Direktur RSUD Moewardi Cahyono Hadi saat konferensi pers di kantor Dinkes Jateng, Kamis (12/3/2020) (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Harsini menyatakan, jenazah pasien laki-laki yang berusia 59 tahun itu telah dimakamkan sesuai prosedur penanganan virus corona.

"Proses pemakaman jenazah kami perlakukan seperti pasien yang meninggal di RSUP Kariadi sesuai prosedur penanganan virus corona."

"Dibungkus plastik kemudian langsung dimasukkan ke peti. Dan tidak boleh ada keluarga pasien. Hanya ada tim medis," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya saat ini masih menunggu hasil laboratorium dari pasien suspect virus corona tersebut.

"Penyebab virusnya sedang kita telusuri yang jelas karena gagal nafas atau pneumonia. Kita juga masih menunggu hasil lab dari Litbangkes yang sudah dikirim hari Selasa (10/3/2020).

"Apabila positif akan melakukan tracking tentang riwayat kontak pasien itu. Tapi mudah-mudahan hasilnya negatif," ujarnya.

Baca: Tom Hanks dan Rita Wilson Tertular Virus Corona di Australia, Chet Hanks: Orangtuaku Baik-baik Saja

Selanjutnya, keluarga korban yang meninggal saat ini masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) hal ini akan berlangsung hingga hasil swab dari Litbangkes turun.

Sementara itu, Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo menjelaskan dari informasi yang diterima sampai dengan saat ini pasien di Jateng yang masih dirawat di ruang isolasi tinggal dua orang.

Ilustrasi. Foto suasana ruang jenazah RSUD dr Moewardi Solo diambil Selasa (3/4/2018). (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO )

"Sejauh ini tinggal dua pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi satu pasien dirawat di RSUD Moewardi dan satu pasien dirawat di RSUP Kariadi," jelasnya.

Sementara, satu pasien yang meninggal di RSUD Moewardi, Yulianto melanjutkan penyebab kematiannya karena gagal nafas atau pneumonia.

"Jadi total di Jateng baru ada dua pasien PDP yang meninggal dunia, pasien yang di RSUP Kariadi dan pasien di RSUD Moewardi," katanya.

Baca: Turki Positif 2 Kasus Corona, Semua Universitas Diliburkan 3 Minggu dan Beri 3 GB Internet Gratis

Baca: Bantu Lawan Corona, China Kirim Paramedis dan 30 Set ICU ke Roma: Italia Tak Sendirian Malam Ini

(TribunnewsWiki.com/Niken, Tribun Solo)



Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer