Kim Jong Un Dikabarkan Tinggalkan Pyongyang sejak Februari demi Hindari Tertular Virus Corona

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Supreme leader Korea Utara, Kim Jong Un. Kim Jong Un dikabarkan meninggalkan Pyongyang sejak 26 Februari 2020 lalu dengan melakukan inspeksi dan memimpin latihan militer di seluruh penjuru Korea Utara.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Spekulasi mengenai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, telah meninggalkan Pyongyang muncul di permukaan.

Hal tersebut diprakirakan adanya kekhawatiran sang pimpinan negara tersebut terhadap virus corona mengingat Pyongyang merupakan kota terpadat di Korea Utara.

Spekulasi mulai muncul ketika Kim Jong Un kini dikabarkan tengah melakukan pengawasan pelatihan militer di seluruh penjuru negara selama berminggu-minggu.

Dikutip dari The Korea News, berdasarkan pemberitaan dari media Korea Utara, Kim Jong Un mulai melakukan inspeksi militer sejak 26 Februari 2020 lalu.

Baca: Ngaku Bersih dari Virus Corona, Kini Hampir 200 Tentara Korea Utara Dilaporkan Tewas Akibat Tertular

Baca: Setelah Tutup Perbatasan, Korea Utara Diam-diam Minta Alat Tes Virus Corona ke Rusia

Pada saat itu Kim Jong Un dikabarkan menghadiri pertemuan dengan Partai Buruh.

Setelah itu Kim diketahui melakukan inspeksi militer di daerah Wonsan, sebelah timur Provinsi Kangwon pada (28/2/2020).

Sejak perjalanan tersebut, Kim Jong Un dikabarkan belum kembali ke Pyongyang.

Pada (2/3/2020), Korea Utara melakukan uji coba dua unit proyektil jarak pendek ke laut sebelah timur

Uji coba tersebut dikatakan merupakan mandat dari sang supreme leader.

Kemudian pada (9/3/2020) uji coba peluncuran 3 proyektil rudal dari daerah Sondok, Hamgyong Selatan.

Dalam uji coba tersebut, Kim Jong Un juga dikabarkan hadir.

Jumat lalu, kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan Kim memandu kompetisi dan latihan menembak untuk pasukan artileri.

Pemberitaan dari KCNA tidak menyebutkan secara gamblang dimana lokasi latihan tembak tersebut diaksanakan.

Namun ada spekulasi latihan dilakukan di sekitar bagian timur Korea Utara.

Spekulasi tersebut muncul berdasarkan adanya beberapa gambar mengenai Korps Angkatan Darat ke-7 yang bermakas di sebelah selatan Provinsi Hamgyeong dan di daerah pantai timur.

Dalam pemberitaan tersebut KCNA juga mengatakan bahwa Kim Jong Un terus gigih memimpin latihan meskipun diterpa 'angin laut yang kencang'.

Kim Jong Un cukup jarang pergi dari ibu kota dalam jangka waktu lama

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un (AFP)

Kim Jong Un memang kerap berdinas ke luar kota Pyongyang.

Namun kali ini kepergiannya yang terlalu lama membuat para analis berspekulasi Kim tengah menghindari ancaman virus corona di Pyongyang.

"Jika Kim pergi ke daerah Wonsan pada akhir Februari, berarti dirinya telah berada di daerah timur Korea Utara selama 10 hari," ucap profesor Universitas Kyungnam, Kim Dong Yub.

Di sisi lain, Asahi Shimbun mengutip pemberitaan dari Seoul, melaporkan pada Rabu Kim Jong Un mulai merasa terancam dengan adanya virus corona.

"Pyongyang memiliki populasi tertinggi dan juga kerap didatangi turis asing, jadi sepertinya Kim Jong Un sedang menghindari ibu kota," ucapnya.

Klaim nihil kasus corona

Hingga berita ini diunggah, Korea Utara belum mengkonfirmasi adanya kasus Covid-19.

Namun Korea Utara diyakini telah mengambil langkah pencegahan yang ketat sejak akhir Januari.

Misalnya menutup perbatasan Korea Utara-China, bahkan mengeluarkan kebijakan ekstrem akan menembaki siapapun yang mendekat garis perbatasan.

Tak hanya itu Korea Utara juga melakukan karantina bagi siapapun yang berasal maupun kembali dari negara lain ke Korea Utara.

Meski demikian, banyak pihak yang menduka virus corona telah sampai ke Korea Utara jauh sebelum kebijakan tersebut muncul.

Beberapa pihak mengatakan tingkat kewaspadaan yang tinggi tersebut bisa jadi menunjukkan bahwa di Korea Utara sudah terdapat banyak orang yang terinfeksi virus corona.

Korea Utara bakal tembak mati warga China yang langgar perbatasan

ILUSTRASI - Orang-orang mengenakan masker saat berjalan di daerah Pyongyang, Korea Utara, 6 Februari 2020 (KIM WON-JIN / AFP)

Wabah virus corona atau yang memiliki nama ilmiah SARS-CoV-2 menjadi ancaman darurat kesehatan global.

Status tersebut dideklarasikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, Jumat (31/1/2020).

Hingga Jumat (13/3/2020), 113 negara termasuk Indonesia terdaftar memiliki warga yang terjangkit Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Rupanya, Korea Utara juga tak luput dari kepanikan global terhadap wabah virus corona.

Sebelumnya diberitakan DailyMail dari surat kabar Dong-a Ilbo, Kamis (13/2/2020) negara yang dipimpin oleh Supreme Leader Kim Jong Un tersebut telah menembak mati seorang perjabat publik.

Hal tersebut dilakukan karena sang pegawai di bidang perdagangan Korea Utara itu diduga terinfeksi virus corona setelah melakukan perjalanan dari China.

Setelah sebelumnya menciptakan kontroversi karena menembak mati pejabatnya karena virus corona, Korea Utara kini tak ragu mengeluarkan kebijakan tegas terkait wabah Covid-19.

Dikutip dari Telegraph.co.uk, pemerintah China telah memberi peringatan kepada warga negaranya untuk tidak terlalu dekat dengan perbatasan kedua negara sekutu tersebut.

Terutama bagi masyarakat Jian dan Baishan yang berlokasi di wilayah perbatasan sebelah timur laut China-Korea Utara.

Di wilayah perbatasan tersebut terdapat sungai Yula yang ketika musim dingin tiba kerap digunakan warga Korea Utara 'kabur'.

Sungai tersebut juga kerap digunakan masyarakat Jian dan Baishan beraktivitas sepeti mencari ikan, merumput dan menggembala hewan ternak maupun membuang sampah.

Karena peringatan tertulis yang diterima otoritas China dari Korea Utara, negeri tirai bambu mengimbau warganya untuk menghentikan aktivitas di perbatasan terutama di dekat sungai.

Seperti yang diberitakan Telegraph.co.uk, pihak militer perbatasan Korea Utara tak akan segan menembak mati siapapun yang mendekat wilayah perbatasan.

Korea Utara memang cukup tegas dalam memblokade negaranya dari virus corona.

Terlebih negara yang belum makmur secara finansial tersebut bisa saja hancur seketika jika virus corona menyerang.

Baca: Korea Utara Siap Tembak Mati Pasien Terjangkit Virus Corona Agar Tidak Menular ke Masyarakat

Baca: 22 Hari Hilang di Tengah Wabah Corona dan Penembakan Pejabat Korea Utara, Kim Jong Un Kembali Muncul

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer