Resmi, Liga Italia Dihentikan Sementara Waktu akibat Virus Corona

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Liga Italia resmi dihentikan sejak Selasa (10/3/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte resmi mengumumkan Liga Italia, ditangguhkan pada Senin (9/3/2020) malam waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.

Giuseppe Conte mengumumkan secara pasti menghentikan seluruh kompetisi olahraga, termasuk Liga Italia hingga 3 April 2020, akibat wabah virus Corona yang semakin menggejala di negara tersebut.

Keputusan ini diambil setelah kasus virus Corona meningkat sangat signifikan dalam dua hari terakhir di Italia.

Saat ini, total 7.985 orang telah positif mengidap virus Corona, mengalami peningkatan sebanyak 1.598 sejak Minggu (8/3/2020).

Ada juga peningkatan korban meninggal dunia sebanyak 97 orang, sehingga total korban meninggal dunia akibat virus Corona di Italia mencapai 463 orang.

Baca: Liga Dihentikan dan Mogok Pemain, Virus Corona Benar-benar Kacaukan Sepak Bola Italia

Baca: Hasil Liga Inggris: Manchester United Menang, Rekor Buruk Pep Guardiola Tercipta

Para pemain Milan merayakan kemenangan atas Udinese pada lanjutan Liga Italia pekan ke-20. Milan sukses menundukkan Udinese dengan skor 3-2 di Stadion San Siro, Minggu (19/1/2020). (Twitter @acmilan)

Angka tersebut menjadikan Italia sebagai negara Eropa terbanyak dengan kasus positif virus Corona.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengumumkan penundaan seluruh event olahraga, dalam sebuah konferensi pers darurat pada Senin (9/3/2020) malam waktu setempat.

"Tidak ada waktu lagi, angka-angka memberi tahu kami bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam penularan, perawatan intensif serta kematian."

"Kita harus mengubah kebiasaan, kita harus mengorbankan satu hal untuk kebaikan seluruh Italia. Inilah sebabnya kami akan mengambil tindakan lebih tegas," kata Conte dikutip Tribunnewswiki.com dari Bolasport.com, Selasa (10/3/2020).

Sebelumnya, beberapa wilayah di Italia bagian utara seperti Lombardia dinyatakan sebagai zona merah sehingga seluruh penduduk di sana mengalami lock down atau tak diperbolehkan bepergian.

Baca: Hasil Liga Inggris: Liverpool Sedikit Lagi Juara, Arsenal Masih Tak Terkalahkan di 2020

Baca: Prestasi Unik, Kakak Beradik Pesepakbola Legendaris Kuasai Liga Italia Musim Ini

Virus Corona menyebar sampai di Italia. Dua orang meninggal dunia dari total 30 kasus. Pemerintah lokal menyarakan warganya untuk mengenakan masker saat berada di luar rumah. (ANDREAS SOLARO / AFP)

Namun saat ini tidak ada lagi berlaku zona merah pada wilayah tertentu karena seluruh wilayah Italia dianggap telah dalam status waspada virus Corona.

"Tidak ada lagi zona merah, hanya satu wilayah Italia yang terlindungi."

"Kita harus mencegah perjalanan (dari suatu tempat ke tempat lain) kecuali benar-benar terbukti karena pekerjaan, kesehatan dan kewajiban lain."

"Kita tak memperbolehkan orang-orang berkumpul di tempat umum."

"Kita juga punya aturan yang lebih ketat saat menggelar acara olahraga."

"Serie A dan semua kompetisi dan turnamen lain ditangguhkan."

"Penggemar harus menerima hal itu," ujar Giuseppe Conte.

Baca: Liga Italia: Sempat Kecolongan, Milan Bekuk Udinese berkat Gol “Bintang Piala Dunia”

Baca: MotoGP Qatar dan Thailand Dibatalkan karena Wabah Corona, Semua Pendatang dari Italia Dikarantina

Keputusan ini masih akan ditinjau lebih lanjut bagaimana efeknya untuk tim-tim Italia yang berlaga di kompetisi Eropa.

Napoli dan Atalanta masih berlaga di babak 16 besar Liga Champions.

Bahkan Atalanta sudah menuju ke Valencia, Spanyol untuk pertandingan leg kedua babak 16 besar, Selasa (10/3/2020).

Adapun perwakilan Italia di Liga Europa ada AS Roma dan Inter Milan.

Keduanya sama-sama akan menghadapi wakil Spanyol, Sevilla dan Getafe. 

Baca: Hasil Liga Champions: Chelsea Alami Kekalahan Terburuk, Barcelona Kesulitan Lawan Napoli

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 2 Maret 1944 - Kereta Api Terjebak di Terowongan Italia, 520 Penumpang Tewas

Pertandingan Liga Italia, Juventus vs Inter Milan. (AFP)

Sebelumnya, AIC (Asosiasi Pemain Italia) mendesak FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) agar menghentikan Liga Italia karena penyeraban virus Corona di Italia sudah sangat mengkhawatirkan.

"Liga harus dihentikan."

"Sinyal yang dikeluarkan institusi olahraga sangat buruk."

"Berbahaya untuk bepergian masuk dan keluar dari zona merah, berbahaya untuk bermain sepak bola, berbahaya untuk berjabat tangan."

"Tim-tim bermain hari ini karena tidak kompetennya pihak yang tak punya keberanian untuk menentukan sepak bola tidak bisa lagi bersikap seolah-olah situasi darurat virus corona tidak terjadi," demikian isi pernyataan dari AIC.

Penyebab krisis corona di Italia

Persebaran virus corona atau Covid-19 ini terus meluas di beberapa negara, salah satunya di Italia, walaupun Prancis adalah negara Eropa pertama yang mengonfirmasi adanya kasus corona sebelum Italia.

Dilansir dari SCMP, Italia menjadi negara Uni Eropa pertama yang mengabaikan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait larangan penerbangan menuju dan/atau dari China.

Italia tetap membuka akses untuk para turis China yang datang ketika virus yang berasal dari Wuhan itu merebak di negara tirai bambu tersebut beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, penerbangan menuju China pun masih dibuka lebar oleh pemerintah Italia kala itu.

Sementara itu, seorang dewan lokal di Kota Prato, Tuscan, Italia, Marco Wong menyampaikan tindakan pemblokiran penerbangan adalah keputusan yang bijaksana.

Karena jika pemerintah masih membuka penerbangan menuju/dari China, maka mereka juga kehilangan kemampuan melacak orang-orang yang kembali dari China.

Ditambah, pemerintah Italia pun sempat mengabaikan saran dari WHO untuk menutup akses dengan China karena merasa tidak adil ketika melakukan pembatasan perjalanan.

Baca: Setelah Liga Italia, Kini Virus Corona Ancam Keberlangsungan Liga Spanyol

Baca: Darurat Virus Corona, Beberapa Pertandingan Liga Italia Ditunda

Tetapi keputusan itu akhirnya menjadi bumerang bagi mereka sendiri yang mengakibatkan ribuan warganya terjangkit virus Covid-19 hingga Selasa (10/3/2020).

Bahkan, penumpang Italia di pesawat yang tiba di Roma di Mauritius pada Senin (24/2/2020), diminta kembali ke Italia atau penumpang itu harus melakukan karangina selama dua minggu.

Italia juga menjadi negara yang batasi penerbangannya oleh beberapa negara Eropa lain seperti Bosnia, Kroasia, Serbia, Irlandia, hingga termasuk Indonesia. 

(Tribunnewswiki.com/Ris)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer