Sanders dan pendukungnya berjuang untuk membalikkan keadaan agar terpilih menjadi kandidat calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat.
Dua hari sebelum pemungutan primary di Michigan dan Missouri, Sanders menyoroti kebijakan liberal Warren untuk diselaraskan dengan manuver progresifnya.
"Kami tentu akan senang apabila mendapatkan dukungan Senator Warren, kami juga bahagia apagila memiliki jutaan orang yang mendukung Senator Warren," kata Sanders dalam CNN.
Warren yang memutuskan keluar dari dari kampanye bakal calon Presiden AS pada Kamis (5/3) sampai berita ini dibuat belum mengumumkan kepada siapa ia akan berpihak.
Baca: Unggul Telak Atas Rivalnya, Inilah Strategi Bernie Sanders Bangun Kekuatan Politik di Nevada, AS
Apakah pilihannya jatuh pada Sanders ataupun Biden, Warren masih pada putusan lamanya untuk menunda sementara keberpihakan politiknya dalam Partai Demokrat, dilansir The Telegraph.
Bersama pendukungnya, Bernie mencoba mendekati Warren pada hari yang sama saat mantan senator California, Kamala Harris mengumumkan dukungannya untuk Biden.
Diketahui beberapa senator Demokrat yang juga bakal calon Presiden AS telah memalingkan muka kepada Joe Biden, seperti Pete Buttigieg, Mike Bloomberg dan Amy Klobuchar.
Bernie dan pendukungnya sedang berusaha menyelaraskan kebijakannya dengan apa yang Warren kampanyekan.
"Senator Warren berbicara tentang pajak kekayaan, sesuatu yang saya pikir sangat penting. Kami juga punya (kebijakan) pajak kekayaan, berbeda dari miliknya tetapi prinsip kami sama dalam hal penarikan pajak untuk pendapatan besar dan ketidaksetaraan kekayaan" kata Sanders.
Baca: Donald Trump Sedang Kunjungi India, Terjadi Kerusuhan Umat Hindu-Islam, Tewaskan Lebih dari 20 Orang
Bernie berharap agar Warren mendukungnya untuk mengalahkan Donald Trump yang terlebih dahulu harus unggul dari Joe Biden.
"Kami telah mencari tahu, menjangkau dan meminta dukungan dari pendukung Senator Warren, dan berharap mereka akan datang," tambahnya.
Pria berumur 78 tahun ini dikabarkan juga menerima dukungan penting dari salah satu bekas pemuka lokal, Jesse Jackson, seorang pemimpin dan pejuang hak-hak sipili Amerika Serikat.
Jesse Jackson yang pernah menang kaukus Michigan tahun 1988 namun gagal dalam pencalonan Partai Demokrat ini merupakan tokoh yang penting bagi Bernie.
Baca: Donald Trump Donasikan Gaji Kuartal Keempatnya untuk Bantu Melawan Virus Corona di AS
Media analitik, Politico menyebut Bernie mengunci basis suara dari anak-anak muda, kelompok Latino, dan Liberalis.
Ketiga basis suara ini lebih dari cukup memperbesar raihan suaranya di sejumlah kaukus.
Kelompok pendukung Bernie tergolong multirasial dan berasal dari beragam jenis usia.
Bernie mampu merebut atensi mereka terkhusus mayoritas pemilih di bawah usia 45 tahun.
Anak-anak muda liberal yang terbuka dengan isu-isu seperti feminisme, perubahan iklim, kesehatan, dan lain sebagainya menjadi amunisi utama Bernie.
Lebih jauh lagi, ia juga berhasil menarik minat sejumlah besar kelompok Latino.
Sebuah survei menyebut para pemilih Bernie hampir sebagian besar merupakan anak-anak muda.
Baca: Aktor James Bond Daniel Craig Singgung Donald Trump Terkait Film No Time To Die, Ada Apa?
Dalam kasus di Nevada, hampir 2000 pemilih yang memberikan suaranya lebih awal, Bernie berhasil mendapatkan massa 57 persen untuk usia di bawah 45 tahun dan 65 persen dari mereka yang berusia di bawah 30 tahun.
Persentase ini lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan kaukus di New Hampshire.
Untuk usia di atas 45 tahun, Bernie hanya meraih 20 persen pendukung, hampir menyamai Joe Biden (23 persen).
Sedangkan untuk usia 65 tahun ke atas, Bernie cuma mendapatkan 11 persen pendukung.
Tiga dari sepuluh pemilih Bernie merupakan pemilih ideologis yang progresif.
Mereka tentu mempunyai kesamaan cara pandang pemerintahan dengan apa yang Bernie ingin wujudkan di AS.
-