Arema FC di bawah asuhan Mario Gomez akan menghadapi sang tamu, Persib Bandung yang diarsiteki oleh Robert Alberts.
Romansa dan reuni akan terjadi pada laga yang digelar Minggu pukul 15.30 WIB nanti ketika Robert Albert akan kembali merasakan atmosfer Stadion Kanjuruhan, Bandung.
Pendukung Arema FC, Aremania, tentu tidak akan pernah melupakan sosok pelatih asal Belanda tersebut.
Baca: Hasil Liga Inggris: Liverpool Sedikit Lagi Juara, Arsenal Masih Tak Terkalahkan di 2020
Baca: Jelang Laga Arema vs Persib, Pesan Damai Ditaburkan Kedua Pendukung di Sosial Media
Pelatih yang sering mengenakan topi tersebut berhasil mengantarkan Arema FC menjuarai Liga Indonesia pada musim 2009-10.
Sementara itu, pelatih Arema FC saat ini, Mario Gomez bukanlah sosok asing bagi Persib Bandung.
Pelatih berkebangsaan Argentina itu pernah melatih Maung Bandung dua tahun lalu.
Walau hanya semusim, tentu nama Mario Gomez cukup dikenang bagi para Bobotoh.
Gomez berhasil mengorbitkan bakat-bakat muda seperti Febri Haryadi, Gian Zola, dan Ghozali Siregar sedikit dari pemain yang dipromosikan ke tim senior Persib.
Meski dinaungi nuansa reuni bertemu mantan klub, baik Mario Gomez dan Robert Rene Alberts pun akan saling membuktikan diri dengan meraih hasil optimal bersama tim yang sekarang.
Raihan tiga poin tentu menjadi tujuan utama dari kedua pelatih tersebut di laga ini dan akan sangat krusial bagi perjalanan Arema FC atau pun Persib Bandung musim ini.
Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, Liga Inggris Larang Jabat Tangan Antar Pemain dan Ofisial Klub
Baca: Efek Virus Corona, Pertandingan Liga 1 dan Timnas Indonesia Dihentikan
Selain pelatih ada juga pemain yang akan reuni di pertandingan ini.
Esteban Vizcarra juga pernah merasakan berseragam kedua tim.
Pemain naturalisasi yang kini membela Persib Bandung juga pernah menjadi andalan dari Arema FC.
Pertemuan Arema FC dan Persib Bandung pada pekan kedua Shopee Liga 1 2020 diiringi oleh cerita seru suporter kedua tim.
Seperti diketahui, Aremania dan bobotoh merupakan dua suporter yang memiliki rivalitas tinggi di kancah sepak bola nasional.
Tak jarang, kedua suporter itu terlibat dalam kericuhan yang merugikan banyak pihak.
Namun, musim 2020 ternyata mampu menghasilkan cerita yang berbeda.
Aremania dan bobotoh memunculkan satu sinyal perdamaian setelah bobotoh diizinkan untuk datang langsung ke markas Singo Edan pada Minggu (8/3/2020).
Sinyal damai yang ditunjukkan oleh pendukung kedua kesebelasan itu mengorek satu sejarah damai yang pernah dicapai pada 2016.
Baca: Dari Liga 1 hingga Indonesia Open, Inilah Daftar Event Olahraga yang Terancam Imbas Virus Corona
Baca: Liga Spanyol Nekat Undang Klub dari Sarang Virus Corona untuk Tonton El Clasico
Saat itu, Aremania dan bobotoh mampu duduk bersama dalam final Piala Bhayangkara 2016.
Mereka fokus mendukung tim kesayangannya masing-masing selama dua kali 45 menit.
Hasilnya, Arema FC yang masih bernama Arema Cronus menjadi pemenang setelah mengalahkan Maung Bandung dengan skor 2-0.
Ketua Umum Viking Club, Heru Joko, juga menyampaikan bahwa sesungguhnya pihaknya tidak memiliki masalah apapun dengan Aremania.
Perseteruan kedua belah pihak merupakan imbas dari permasalahan lain yang sesungguhnya tidak berhubungan secara langsung.
"Sebenarnya kami dengan Arema itu tidak memiliki masalah. Ya ini kami hanya terimbas dari masalah yang lain," kata Heru dilansir Bolasport.com dari Surya Malang.
Heru lantas berharap supaya sinyal damai yang ditunjukkan pada gelaran Shopee Liga 1 2020 bisa mengubah stigma yang menempel pada bobotoh dan Aremania.
Heru memiliki keinginan supaya bobotoh dan Aremania bisa kembali harmonis seperti yang sudah ditunjukkan pada musim 2016.
"Dengan adanya izin ini ya saya berharap bisa mengubah stigma yang ada selama ini," ujar Heru Joko.
Baca Juga: Di Tengah Krisis AC Milan, Donnarumma Simpan 2 Mimpi Setinggi Langit
"Saya berharap, ini bisa membuat hubungan kami dengan Aremania kembali harmonis," katanya menandaskan.
Meski telah mendapat izin, Viking dipastikan tidak akan menghadiri laga Arema FC versus Persib Bandung.
Langkah itu diambil untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak bisa dikontrol.