Viral Temulawak Disebut Bisa Cegah Virus Corona, Harga Obat Herbal Jadi Melonjak Tinggi

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi ramuan temulawak yang bisa cegah virus corona

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Temulawak akhir-akhir ini disebut sebagai obat herbal yang dapat sembuhkan dan menangkal virus corona.

Hal tersebut dikarenakan oleh kandungannya yang bernama Curcumin.

Guru Besar Universitas Airlangga dan Ketua Tim Riset Corona & Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation, Prof. Dr drh Chairul Anwar Nidom mengatakan temulawak ampuh mengatasi virus corona.

"Pada dasarnya, virus corona merupakan satu kingdom dengan influenza, yang dapat ditanggal atau dicegah dengan Curcumin," kata Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom yang dikutip dari Tribunnew, Sabtu (7/3/2020).

Temulawak (youtube)

Curcumin yang terdapat di dalam temulawak mengandung bahan antioksidan dan zat antiinflamasi yang dapat membantu meningkatkan resistensi sel terhadap kerusakan, infeksi, peradangan, dan mencegah dari beberapa penyakit degeneratif.

Tidak hanya temulawak, curcumin ternyata juga terdapat di obat herbal lainnya seperti jahe, sereh, kunyit, temulawak, dan lainnya.

Virus corona yang menyerang daya tahan tubuh orang yang lemah, bisa dihindari dengan mengonsumsi temulawak karena dipercaya dapat menjaga daya tahan tubuh.

Baca: Dua Warga Indonesia Positif Corona, UNS Lakukan Upaya Pencegahan, Kembangkan Jahe Merah

Obat-obatan herbal dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga terhindar dari virus corona (brightside.me)

Walaupun begitu, ternyata temulawak tidak bisa dikonsumsi begitu saja karena kandungan curcumi di dalam temulawak bervariasi.

Obat herbal tersebut mengandung 90 persen air yang harus diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan curcumin.

Temulawak pun juga memiliki khasiat yang banyak untuk tubuh, diantaranya mengatasi masalah pencernaan, penyakit kanker, dan menjaga kesehatan liver.

Baca: Tak Hanya Dikenal sebagai Obat Antimalaria, Sari Daun Sambiloto Juga Disebut Bisa Cegah Virus Corona

Disebut-sebut bisa mencegah virus corona, harga obat herbal pun mengalami kenaikan di wilayah Depok dan Jakarta.

Seorang pedagang di Pasar Kemiri Muka bernama Suyadi mengungkapkan banyak permintaan dari masyarakat untuk membeli obat herbal seperti temulawak dan jahe merah.

Obat herbal atau bahan jamu tersebut kini menjadi incaran banyak orang.

Ia mengatakan harga temulawak di pasar tersebut naik hingga Rp 40 ribu sejak dikonfimasinya dua warga Depok terkait virus corona pada Senin (2/3/2020) lalu.

"Harga temulawak tinggi banget, dari Ro 10.000 menjadi Rp 50.000 sejak dua hari ini, sejak corona masuk depok," ungkap Suyadi yang dilansir dari Kompas.com.

Tidak hanya temulawak, ternyata jahe, sereh, dan kunyit pun ikut mengalami kenaikan harga.

"Jahe tinggi juga, dari Rp 20.000 jadi Rp 40.000. Sereh enggak begitu, dari Rp 4.000 jadi Rp 10.000. Kalau kunyit dari kisaran Rp 5.000-6.000 jadi Rp 12.000," terangnya.

Baca: Saat Kasus Virus Corona di China Turun di Bawah 100, Kasus di Dunia Justru Naik Melebihi 100 Ribu

Baca: Pasien Virus Corona di Indonesia Menjadi 4, Awalnya Tak Alami Gejala Sesak Napas

Tidak hanya di Depok, bahan obat herbal ini pun juga menjadi tinggi di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Seorang pembeli bernama Eka menjelaskan kalau harga jahe merah berubah dari Rp 50.000 menjadi Rp 70.000 per kilogram-nya.

Melonjaknya harga jamu ini diketahui karena dibutuhkan masyarakat sebagai sarana menangkal penyakit, salah satunya virus corona.

Tidak hanya menghangatkan tubuh, namun obat-obatan herbal ini dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribunnews.com/Nuryanti, Kompas.com)



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer