Kirim Surat ke Moon Jae In, Kim Jong Un Semangati Korsel untuk Hadapi Virus Corona

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Virus Corona meluas, Korea Utara minta 1500 alat tes Corona ke Rusia

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menyatakan harapannya agar negara tetangganya, Korea Selatan dapat mengatasi wabah virus corona (Covid-19).

Hal tersebut diungkapkan Kim Jong Un lewat surat pribadinya yang ditujukan untuk Presiden Korea Selatan Moon Jae In, Rabu (4/3/2020) lalu.

Dalam suratnya, Kim mengaku yakin Korsel akan mampu mengatasi wabah virus corona hingga tuntas, dan menyampaikan harapannya bagi kesehatan saudara-saudara di negara itu.

Sebagaimana diketahui, ‘Negeri Ginseng’ tersebut memang tengah berjibaku mengatasi penyebaran virus corona di wilayahnya.

Dikutip dari Mirror, Kim juga menyuarakan keprihatinannya atas kondisi kesehatan Moon, dan menyuarakan pandangannya tentang Semenanjung Korea.

Hal tersebut disampaikan oleh Yoon Do-han, sekretaris pers senior Moon.

Baca: Ancaman Kim Jong Un Bagi Pejabatnya Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara: Ada Konsekuensi Serius

Baca: 22 Hari Hilang di Tengah Wabah Corona dan Penembakan Pejabat Korea Utara, Kim Jong Un Kembali Muncul

Diungkapkan pihak Gedung Biru, Moon juga telah menyampaikan rasa terima kasihnya melalui surat balasan untuk Kim Jong Un pada hari yang sama.

Ini menjadi kali pertama dalam tahun ini kedua pemimpin Korea itu saling berkirim surat.

Sejauh ini, hanya sedikit komunikasi yang terjadi antara pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan, sejak pertemuan puncak yang gagal anatara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump tahun lalu.

Minggu ini contohnya, saat saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo-jong mengkritik Moon Jae In.

Dia mengatakan Moon tidak berhak mengomentari tes rudal Korea Utara.

"Sejauh yang saya tahu, (Korea) Selatan juga menyukai latihan militer bersama, dan disibukkan dengan semua tindakan menjijikkan seperti membeli perangkat keras militer ultra-modern."

"Itu artinya mereka butuh persiapan militer, tetapi kami tidak. Pemikiran seperti gangster semacam itu tidak pernah bisa diharapkan dari mereka yang memiliki cara berpikir normal," sindir Kim Yo-jong dikutip dari FOX News.

Baca: Korea Utara Siap Tembak Mati Pasien Terjangkit Virus Corona Agar Tidak Menular ke Masyarakat

Baca: Wabah Covid-19, Turis dari Korea Selatan & 2 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia Mulai 8 Maret 2020

Kasus virus corona di Korsel dan Korut

Hingga Jumat (6/3/2020) pagi, total ada 6.088 kasus virus corona di Korea Selatan.

Sedangkan untuk jumlah korban meninggal, Korea Selatan melaporkan ada sebanyak 40 kasus.

Ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara pertama di luar daratan China dengan kasus positif corona terbanyak.

Sementara itu, Korea Utara hingga saat ini belum melaporkan satu kasuspun terkait infeksi virus corona di negaranya.

Meski begitu, negara di bawah pimpinan Kim Jong Un ini tetap waspada menghadapi wabah virus corona.

Terbukti, pada Januari lalu, Korea Utara memberi tahu agen perjalanan bahwa mereka menutup akses luar.

Media pemerintah seperti dukutip Time, mengatakan pemerintah Korea Utara memantau 7.000 orang yang telah menunjukkan gejala virus yang berasal dari China.

Baca: WHO Sebut Uang Kertas Jadi Benda yang Bisa Tularkan Virus Corona, Ini Daftar Benda Lainnya

Baca: WHO Ingatkan Jangan Ada Negara yang Beranggapan Bisa Bebas dari Virus Corona: Itu Kesalahan Fatal

Sementara Senior Fellow for Korea Studies dan Direktur Program tentang Kebijakan AS-Korea Scott Snyder menyebut Korea Utara secara diam-diam mengajukan permohonan bantuan, sambil secara terbuka masih menyatakan tidak ada kasus virus korona di negara itu.

Kemudian, pada 26 Februari, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa mereka, atas permintaan Pyongyang, memberi Korea Uatara 1.500 alat uji virus corona.

"Karena risiko yang berkelanjutan dari infeksi Covid-19 yang baru, Rusia telah menyumbangkan 1.500 alat tes diagnostik coronavirus ke Pyongyang atas permintaan Republik Rakyat Demokratik Korea. Kami berharap langkah ini akan membantu Korea Utara mencegah penularan dari negara itu," kata rilis Kementerian Luar Negeri Rusia.

Baru-baru ini, ada klaim yang belum diverifikasi bahwa Pyongyang mengeksekusi pasien koronavirus pertamanya dan seorang pejabat yang menentang perintah pemerintah dan mengunjungi pemandian umum ketika ia berada di karantina setelah kembali dari Tiongkok.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com)



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer