Beredar kabar bahwa orang yang memiliki golongan darah O rentan terjangkit virus corona.
Kabar tersebut beredar setelah adanya kasus 2 warga di Depok yang terindikasi positif Covid-19.
Namun kabar tersebut tidak benar atau hoaks.
Hal tersebut karena hingga saat ini tidak ada hasil penelitian medis yang menunjukkan bahwa golongan darah O lebih rentan terhadap virus dan bakteri.
Tak ada penelitian tentang berbagai golongan darah yang lebih mudah terinfeksi virus maupun yang susah terinfeksi.
Meski demikian, ternyata virus corona lebih mudah tertular untuk orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Penyakit tersebut adalah diabetes dan jantung.
Baca: Takut Wabah Corona, Korea Utara Peringatkan Bakal Tembak Mati Warga China yang Langgar Perbatasan
Baca: BREAKING NEWS: Bertambah, Jumlah Pasien Corona di Indonesia Menjadi 4 Orang
Dilansir oleh theguardian.com, orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes mudah untuk terinfeksi virus corona ini.
Hal tersebut karena kesehatan mendasar dua pasien yang memiliki riwayat penyakit itu buruk.
Profesor Emeritus penyakit menular di Sekolah Kedokteran Brighton dan Sussex, Jon Cohen mengatakan bahwa tubuh harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen ke dalam darah saat Virus Corona masuk.
Jantung dan paru-paru pun bekerja sebagai 'tim' yang terintegrasi erat, Sehingga ketika ada pneumonia, jantung harus bekerja lebih keras.
Sehingga jelas, jika ada penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya justru akan membuat tekanan ekstra pada jantung.
"Jantung dan paru-paru bekerja sebagai 'tim' yang terintegrasi erat, jadi ketika ada pneumonia, jantung harus bekerja lebih keras, dan jelas jika ada penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya yang membuat tekanan ekstra pada jantung," kata Jon Cohen dikutip TribunnewsWiki dari Theguardian.com.
Menurut laporan, orang china yang terinfeksi awal virus corona ini memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau penyakit serebrovaskular - yang mempengaruhi aliran darah di otak mereka - seperti stroke.
Namun statistik tersebut hanya menunjukkan bahwa orang dengan penyakit jantung lebih mudah mengalami komplikasi jika tertular virus ini.
"Statistik itu tidak berarti orang dengan penyakit jantung lebih mungkin untuk tertular virus corona," kata Orly Vardeny, seorang profesor kedokteran di Sistem Perawatan Kesehatan Minneapolis VA dan University of Minnesota.
"Itu hanya berarti bahwa orang-orang itu lebih cenderung mengalami komplikasi begitu mereka mendapatkannya," imbuhnya.
Selain itu, orang-orang yang memiliki penumpukan lemak atau plak di arteri juga berisiko mengalami serangan jantung.
Hal itu lantaran, penyakit yang disebabkan oleh Covid-19 ini dapat mengacaukan plak-plak tersebut yang kemudian dapat memblokir arteri yang menuju ke jantung.
Baca: Corona di Indonesia: Penimbun Masker Bekas di Bandung Digerebek, Waspada Produk Kesehatan Daur Ulang
Baca: Dunia Panik Corona, Kini Intelijen Israel Bongkar Rahasia China Terkait Virus Corona yang Ditutupi
Penderita diabetes dengan tipe 1 atau tipe 2 justru berisiko menderita Virus Corona karena alasan yang sama.
Pasien dengan diabetes tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang yang sebagus seseorang non-diabetes.
“Pasien dengan diabetes sering mengalami komplikasi yang melibatkan jantung, tetapi juga ginjal, dan dengan cara yang sama ketegangan tambahan pada tubuh dari infeksi dapat menyebabkan masalah sekunder pada organ-organ tersebut.
Selain itu, kita tahu bahwa sistem kekebalan tubuh penderita diabetes tidak sebagus melawan infeksi seperti non-penderita diabetes,” tambah Cohen.
“Coronavirus dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang lebih parah pada penderita diabetes. Jika Anda menderita diabetes dan memiliki gejala seperti batuk, suhu tinggi, dan napas pendek, Anda perlu memantau gula darah dengan cermat dan menghubungi NHS 111,” kata Dan Howarth, kepala perawatan di Diabetes UK.
Penjelasan dari ahli kesehatan tersebut membuktikan bahwa orang dengan golongan O bukanlah orang yang mudah terkena virus corona ini.
Klaim bahwa orang dengan golongan darah O rentan terinfeksi Covid-19 adalah tidak benar.
Dilansir dari health.kemenkes.go.id pada Rabu (4/3/2020), berikut ini adalah gejala dan ciri-ciri dari virus corona:
- Demam tinggi
- Batuk pilek
- Sulit bernapas/gangguan pernafasan
- Sakit tenggorokan
- Letih lesu
Untuk orang yang terjangkit virus corona ini harus segera mendapatkan perawatan khusus seperti di ICU atau perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawanya.
Virus corona dapat menyebar melalui infeksi ke orang lain dari berbagai cara.
Melalui udara dengan batuk dan bersin atau melalui kontak langsung seperti menyentuh atau berjabat tangan.
Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati dan melakukan pencegahan terhadap tersebarnya virus corona ini.
Berikut adalah cara menghindari penularan virus corona:
1. Hindari mengkonsumsi daging dan telur mentah.
2. Hindari area berasap atau merokok.
3. Minum obat segera setelah gejalanya muncul dan jangan biarkan kondisinya menjadi parah.
4. Rajin mencuci tangan setelah bersin atau batuk.
5. Tutup mulut sebelum batuk atau bersin dengan tisu atau siku, atau gunakan masker.
6. Jika Anda yakin telah terinfeksi, hindari kontak dekat dengan orang-orang.
7. Harus berolahraga dan memiliki waktu istirahat yang tepat.
8. Menjauhi area-area keramaian.
9. Bersihkan tangan dengan sabun dan air atau hand rub yang mengandung alkohol.
10. Jika memasak daging untuk dikonsumsi, sebaiknya Anda memperhatikan tingkat kematangan daging dengan baik.
11. Menggunakan perlindungan atau pengaman tubuh ketika akan melakukan kontak dengan binatang liar atau binatang peliharaan.
Jika anda memiliki pertanyaan seputar virus corona, Anda bisa menghubungi 021-5210 411 atau 0812 1212 3119, sebagai langkah kesiapsiagaan penanganan virus corona.
Baca: Ingin Sembuh dari Virus Corona, Pria Inggris Minum Whiski Dicampur Madu: Awalnya Flu dan Susah Napas
Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, Liga Inggris Larang Jabat Tangan Antar Pemain dan Ofisial Klub