Hal tersebut disampaikan Ayu Ting Ting saat memandu acara Brownis, Trans TV, Rabu (4/3/2020).
Ayu Ting Ting pun mengakui bahwa kabar tersebut tengah ramai diperbincangkan di kampungnya.
"Lagi rame apalagi di Kampung gue, itu masih lumayan deket," kata Ayu Ting-Ting pada Ruben Onsu, seperti dikutip Tribunnewswiki.com dari saluran Youtube TRANS TV Official.
Ayu Ting Ting menjelaskan, perumahan dua warga Depok yang kini dirawat di RSPI Sulianti Saroso itu, merupakan tempat dimana ia biasa pergi bersepeda.
"Itu tempat lalu lalang gue suka sepeda(an)," kata Ayu.
Baca: 2 Orang Warga Depok Positif Terinfeksi Virus Corona, Jokowi: Kita Tidak Perlu Terlalu Ketakutan
Kemudian Ruben Onsu dan Ivan Gunawan sedikit mundur dan menjaga jarak dari Ayu yang menceritakan hal tersebut.
Namun Ayu menegaskan bahwa dia tak pernah masuk ke kawasan perumahan tersebut.
"Kalau sepedaan selalu nglewati perumahan itu tapi tidak pernah masuk ke dalam perumahannya,"katanya.
Ayu Ting Ting mengaku sempat tak percaya dengan kabar tersebut.
Ia bahkan mengira hal itu hanya hoaks atau berita bohong saja.
Ivan Gunawan kemudian menanyakan reaksi warga Depok terkait Virus Corona tersebut.
"Yu lu kan tinggal di Depok, warga Depok sendiri menanggulangi Corona gimana?" tanya Ivan Gunawan.
"Kaget lah pastinya," jawab Ayu Ting Ting.
Baca: Kontak Langsung 2 Pasien Virus Corona, 73 Warga Depok Dalam Pantauan, Mayoritas Perawat
Ayu Ting Ting berita yang menyebut dua warga Depok terinfeksi Virus Corona adalah hoaks.
"Gua juga tadinya enggak percaya, kirain hoaks doang," kata Ayu Ting Ting.
Ia lantas memutuskan untuk memastikan kebenaran kabar itu kepada Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.
"Tapi ternyata pas gua telepon Pak Wakil bener ternyata," ucap Ayu Ting Ting.
Mendengar pengakuan Ayu Ting Ting, Wendy Cagur langsung menyeletuk kocak.
"Wakil kepala sekolah?" celetuk Wendy Cagur, disambut tawa penonton.
"Wakil Wali Kota Depok," tambah Ayu Ting Ting sambil menempuk bahu sang sahabat.
Baca: Wabah Covid-19, Turis dari Korea Selatan & 2 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia Mulai 8 Maret 2020
Ayu Ting Ting kembali menjelaskan dua orang yang terinfeksi Virus Corona, tinggal di perumahan yang hanya berbeda kecamatan dari rumahnya.
"Dua orang itu tinggalnya persis di perumahan yang beda kecamatan doang," pungkas Ayu Ting Ting.
Lihat videonya di bawah ini:
Dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pasien justru baru tahu jika dirinya mengidap Covid-19 setelah Presiden Joko Widodo memberikan pengumuman pada Senin (2/3/2020) kemarin.
Hal tersebut terungkap lewat saat wawancara khusus yang dilakukan oleh Kompas.com dengan pasien yang saat ini tengah dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso.
Pasien yang diwawancarai melalui saluran telepon tersebut mengaku dirinya mengetahui jika terinfeksi virus corona setalah ada pengumuman resmi dari pemerintah.
"Enggak ada (pemberitahuan). Sampai kemudian heboh kemarin itu (diumumkan Presiden)...," ujar pasien.
Setelah itu, barulah pasien tersebut menanyakannya ke dokter yang telah merujuk mereka ke RSPi Sulianti Saroso, Jakarta.
Sebelum ada pengumuman itu, Pasien 2 itu menjelaskan bahwa dia didiagnosis tifus. Sedangkan, anaknya yang merupakan Pasien 1 didiagnosis bronkitis pneumonia.
"Saat itu juga dokter meminta kami untuk opname. Kami sempat satu ruangan, walau kemudian minta dipisah," ujar Pasien 2.
Baca: Harga Masker Melonjak Tinggi, Masker Kain Jadi Solusi: Bisa Dibuat Sendiri di Rumah, Begini Caranya!
Baca: 2 WNI Positif Terjangkit Corona, Apakah Perawatannya Ditanggung BPJS ?
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman pun angkat bicara terkait hal tersebut.
Dilansir oleh Kompas.com, Fadjroel menjelaskan jika informasi tentang adanya orang Indonesia yang terjangkit virus corona di negeri sendiri merupakan situasi yang luar biasa.
Maka dari itui, saat diketahui pasien positif virus corona, maka Menteri Kesehatan harus langsung segera memberitahukannya kepada presiden untuk diumumkan ke public.
"Karena ini kan situasinya memang tidak biasa. Karena situasinya tidak biasa, ya jadi Menkes yang memberitahukan ke Presiden, Presiden yang mengumumkan," kata Fadjroel Rachman di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
"Pada intinya, mengapa Presiden harus menyampaikan langsung, karena beliau menganggap ini sangat serius. Karena dalam kondisi ini kan tidak main-main. Harus Presiden yang menyampaikan secara langsung dan secara teknis ditangani oleh Menkes," lanjutnya.
Fadjroel juga mengakui jika dalam menangani dua pasien yang terjangkit virus corona ini harus penuh dengan kehati-hatian.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan jika ada dua warga negara Indonesia (WNI) positif virus corona.
Kini, dua warga yang merupakan seorang ibu (64) dan anaknya (31) tengah dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.
Dua orang tersebut tertular dari warga negara Jepang yang berkunjung ke rumah mereka di Depok.
Baca: Indonesia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama, Harga Masker N95 Mencapai Rp 1,1 Juta per Boks
Baca: Restoran Amigos, Tempat Dansa WNI Positif Corona dan WN Jepang Tegaskan Karyawannya Bebas Virus
Warga Jepang itu baru terdeteksi positif corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.
Diberitakan oleh Kompas.com, warga Jepang tersebut terdeteksi terjangkit virus corona setalah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.
Jokowi pun menyatakan Indonesia telah memiliki rumah sakit dengan ruang perawatan yang sesuai standar internasional.
"Pemerintah ini benar-benar mempersiapkan. Misal rumah sakit lebih dari 100 yang siap dengan ruang isolasi corona, dengan standar isolasi yang baik. Kita juga memiliki ruang perawatan yang sesuai standar internasional," ujar Jokowi saat menyampaikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3/2020).
“Kita juga memiliki peralatan yang memadai standar internasional. Kita juga miliki reagen yang cukup. Kita juga miliki tim gabungan TNI, Polri, sipil dalam penanganan ini. Kita juga miliki SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada,” lanjutnya.
Kasus virus corona yang terjadi pada dua warga Depok tersebut merupakan kasus pertama yang dikonfirmasi Pemerintah Indonesia.
Terkait hal tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau masyarakat agar tidak paranoid dalam menghadapi kasus virus corona.
Menurutnya, paranoid justru akan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih gampang terserang penyakit.
"Imunitas akan turun jika kekhawatiran berlebihan yang tidak pada tempatnya. Itu membuat imunologis kita turun, psikoneuro imunologis," kata Terawan di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3/2020), setalah menengok dua pasien positif Corona.
Baca: Berikut Daftar 100 Rumah Sakit Rujukan Penanganan Kasus Corona di 32 Provinsi di Indonesia
Baca: Mitos Virus Corona yang Tak Perlu Dipercaya, Soal Paket dari China Tak Aman hingga Kematian
Terawan menambahkan, jika imunitas warga Indonesia menurun, tanpa sadar akan membuat ketahanan kesehatan nasional menurun.
Terawan menegaskan, tidak semua orang yang kontak langsung dengan pasien positif Corona akan tertular.
"Tidak semua yang kontak akan sakit. Yang sakit yang imunitas tubuhnya rendah. Itu yang harus menjadi prinsip," ujar Terawan.
Ia lantas mengimbau kepada warga untuk lebih fokus meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit Corona.
Namun, masyarakat diminta agar selalu waspada dan selalu menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian, apabila masyarakat merasakan gejala virus corona, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorakan, dan gangguan pernapasan parah, disarankan segera mengakses ke layanan kesehatan.
Pemerintah sendiri melalui Kemenkes telah menyediakan kontak hotline yang bisa dihubungi terkait dengan virus corona.
Informasi tersebut juga disampaikan melalui akun @KemenkesRI
Adapun hotline yang bisa dihubungi adalah 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.