Kehidupan Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ir. Tumiyana, M.B.A, lahir di Klaten, 10 Februari 1965.
Ia merupakan sosok pengusaha sukses Indonesia.
Tumiyana mnemepuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Borobudur, pada tahun 1994.
Selanjutnya, ia menempuh pendidikan Magister Manajemen Jakarta Institute of Management Studies tahun 1997.
Kini, ia menjabat sebagai Komisaris PT Kereta Cepat Indonesia China. (1)
Selain itu, namanya juga disebut oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon pemimpin ibu kota negara yang baru.
Bisnis Peternakan Sapi
Mantan Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) itu memiliki investasi yang bisa jadi berbeda di eksekutif lain.
Pria kelahiran 1965 ini tidak masuk ke instrumen investasi portfolio, seperti saham, obligasi, dan emas.
Ia memilih berinvestasi di bisnis peternakan sapi.
Dia memulai bisnis tersebut sejak 1995.
Untuk modal pertama, dia meminjam uang Rp 200 juta ke perbankan.
Uang tersebut dia gunakan untuk membeli 16 sapi.
Setelah 24 tahun menggeluti bisnis tersebut, sapi milik Tumiyana kini berjumlah lebih dari 38.000 ekor.
Saat menjadi Dirut WIKA, Tumiyana tak hanya mengandalkan gajinya untuk menopang hidup dirinya dan keluarga.
Pundi-pundi uang Tumiyana mengalir deras dari bisnis perternakan sapi itu.
Tak tanggung-tanggung, dalma setahun Tumiyana bisa meraup Rp 1,6 Triliun. (2)
Bisnis Komoditas
Tumiyana tak hanya bisnis peternakan sapi.
Dirinya juga menggeluti bisnis beras.
Ia mengaku tak terlalu ebrani bermain saham karena fluktuktuasinya yang tinggi.
Sementara itu, dirinya memiliki tanggungan kegiatan rutin di kantor.
Dengan demikian, ia memilih bisnis yang bisa ia lepas seperti ternak sapi.
Bermain di sektor riil tak membuat Pak Tum, sapaan akrabnya, mengategorikan diri sebagai investor konservatif.
Tumiyana mengaku ia termasuk kategori investor agresif lantaran selalu memiliki leverage diri yang tinggi.
Meski terjun ke bisnis komoditas, Tumiyana masih memfavoritkan bisnis sapi. (2)
Raih Penghargaan jadi Dirut Terbaik
Saat menjadi Dirut WIKA, Tumiyana meriah penghargaan bergengsi.
Ia dianugerahi The Best Industry Marketing Champion 2019 untuk kategori Konstruksi yang diberikan oleh MarkPlus, Inc.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Tumiyana bertepatan dengan acara The MarkPlus Conference 2019 di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pasific Place Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Tumiyana berdasarkan penilaian dewan juri dianggap sebagai sosok yang dinilai mampu memberikan dampak positif pada WIKA yang dipimpinnya.
Ia menyisihkan tiga CEO pada sektor yang sama (konstruksi) yang berasal dari sektor private dan BUMN.
Michael Hermawan, Vice President Markplus.Inc, mewakili dewan juri dalam sambutannya mengatakan terpilihnya Tumiyana tidak lepas karena dinilai telah membawa WIKA tumbuh besar.
Sementara itu, Tumiyana dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan kepadanya.
Menurut Tumiyana, apa yang ia lakukan bersama WIKA adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Marketeer of The Year sendiri adalah tradisi yang setiap tahun dilaksanakan oleh Markplus, Inc.
Sejak tahun 2006, Markplus, Inc. bekerja sama dengan Majalah Marketeers dan Indonesia Marketing Association secara konsisten memberikan pengakuan dan penghargaan kepada para tokoh di bidang pemasaran yang dipandang telah menunjukkan marketing spirit yang luar biasa dan patut diteladani.
Para tokoh tersebut juga dinilai telah membawa dampak positif signifikan khususnya terhadap kinerja perusahaannya dan masyarakat pada umumnya.
MOTY juga memiliki keunikan di mana dewan jurinya adalah peraih penghargaan di tahun-tahun sebelumnya. (3)
Calon Kepala Ibu Kota Baru
Bertempat di teras Istana Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan daftar nama calon pemimpin Ibu Kota baru, Senin (2/3/2020).
Terdapat empat orang yang masuk dalam kandidat untuk menempati posisi tersebut.
Tumiyana menjadi satu di antara keempat nama tersebut.
Sementara itu, tiga nama lain adalah Bambang Brodjonegoro, dan Azwar Anas.
Diketahui, Ibu Kota baru direncanakan akan dikelolah secara khsusus oleh Badan Otoritas yang segera dibentuk. (4)