Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan terdapat dua orang yang terinfeksi virus corona, Senin (2/3/2020).
Warga Indonesia pun langsung berbondong-bondong untuk membeli dan menjual masker untuk melindungi diri.
Hingga akhirnya, permintaan masker yang melonjak membuat harga masker semakin melambung tinggi.
Video pembuatan masker dengan tisu basah pun beredar di media sosial.
Dalam video tersebut terlihat seorang wanita yang memberikan pengarahan tentang pembuatan masker dari tisu basah.
Masker itu dapat dibuat sendiri dengan mudah menggunakan tisu basah.
Lembaran tisu basah itu dilipat, kemudian di bagian ujung digunting untuk membuat lobang.
Lobang tersebut difungsikan untuk mengaitkan tisu basah di kedua telinga.
Seperti diketahui, harga masker saat ini sudah mengalami kenaikan yang sangat drastis.
Baca: Harga Masker Melonjak Tinggi, Masker Kain Jadi Solusi: Bisa Dibuat Sendiri di Rumah, Begini Caranya!
Harga masker pada setiap penjualan online pun kini bervariasi.
Bahkan harganya dapat mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu untuk satu boks.
Dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (3/3/2020), Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Chrisrianto Edy Nugroho memberikan penjelasan tentang pembuatan masker tisu basah.
Menurut dokter Chrisrianto, tisu basah tidak direkomendasikan untuk dijadikan masker.
Baca: Agar Tak Salah Kaprah, Ini 11 Mitos Virus Corona yang Wajib Diketahui, Soal Masker hingga Peliharaan
"Untuk tisu basah (dijadikan masker) belum ada penelitiannya, jadi tidak direkomendasikan," ujar Christianto saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (2/3/2020).
Ia menyebut masker yang direkomendasikan untuk dipakai ialah yang sesuai dengan standar kesehatan.
"Yang direkomendasikan hanya masker bedah dan masker N95," ujarnya.
Selain itu, penggunaan masker juga harus diperhatikan dengan benar.
Hal ini untuk memaksimalkan fungsi masker sebagai penyaring udara.