Viral Twitter Penjual Tawarkan Masker 325 Ribu Per Box, Panen Kritikan Netizen

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

tangkapan layar twitter

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jagad twitter dikejutkan dengan aksi seorang penjual masker yang panen hujatan netizen.

Hal ini disebabkan akun dengan username @penyembahseblak menjual satu box masker dengan harga yang fantastis.

Penjual masker yang ternyata berdomisili di Jakarta tersebut menjual satu box masker dengan harga Rp325.000 per box.

Baca: Indonesia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama, Harga Masker N95 Mencapai Rp 1,1 Juta per Boks

Lebih gilanya lagi dia mengunggah video tumpukan box maskernya dan mempromosikannya via twitter.

"Guys berhubung ini masker stocknya langka, jadi atasan gw mau jual masker nya borongan aja. Fyi ini ada 307 box lagi, jadi kalo temen2 ada yang mau borong semua, boleh dm gue nanti gue kasih special price ya. Gue ga nerima beli satuan. Jadi harus beli 307 box langsungOk . thx." cuit akun @penyembahseblak di twitter.

Tangkap layar status twitter @penyembahseblak yang viral gara-gara jual masker Rp325.000 per box (twitter)

Tak ayal, cuitan tersebut langsung mendapat banyak komentar netizen.

Dari komentar yang berisi doa hingga hujatan terlihat mewarnai kolom komentar.

"Semoga kamu sehat dan segera di berikan hati dan otak untuk berfikir," tulis akun @kelapapurut mendoakan penjual masker tersebut.

Terlihat satu akun yang menyematkan satu hadist yang menyinggung perbuatan si penjual masker tersebut.

Baca: Pakai Masker Bukan Solusi, Begini Cara Terbaik untuk Cegah Penularan Virus Corona

tangkap layar salah satu komentar (twitter)

Komentar lain yang berupa luapan kemarahan juga terlihat nangkring di kolom komentarnya.

"Sumpah marah bangettt!! kita sbg tenaga kesehatan bener2 susah nyari masker padahal kita salah satu kelompok rentan untuk tertular. Biasanya bisa beli di apotek eh malah dimanfaatlan buat ditimbun kyk gini?!?!?! Ai siaa goblog pisan anjirrrr," tulis akun @orithiia yang mengungkapkan rasa marahnya.

Nyinyiran netizen lainnya yang menyalahkannya karena terkesan menimbun masker juga mewarnai kolom komentarnya.

Ada pula netizen yang membalas dengan komentar sindiran.

Terlihat akun lain melaporkan postingan tersebut dengan men-tag Divisi Humas polri @DivHumas_Polri.

"@DivHumas_Polri pak ini tolong ada yg menimbun masker dengan tujuan mark up harga yang jauh diatas harga pasar ," lapor akun @akibathangyul.

tangkap layar komentar netizen di twitter (twitter)

Ada satu netizen yang melampirkan mengenai hukuman penimbunan barang juga.

Berikut komentar pedas lainnya yang dibubuhkan netizen di akun tersebut.

 

Lantas, pentingkah penggunaan masker untuk mengurangi risiko tertular virus corona?

Jawabannya adalah tidak.

“Meskipun ada kasus-kasus virus di luar sana, jawabannya adalah tidak. Anda tidak perlu menggunakan jenis masker apa pun, baik masker operasi, masker N95, masker pernapasan, atau masker lainnya, untuk melindungi diri dari virus corona," kata Profesor Obat dan Epidemiologi di University of Iowa's College of Medicine, Eli Perencevich, seperti dikutip Kompas.com dari Forbes.

Baca: MotoGP Thailand Resmi Ditunda karena Wabah Corona, Dorna Bersama FIM dan IRTA Lakukan Evaluasi

Baca: Indonesia Konfirmasi Dua Kasus Virus Corona, Ini 100 Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19

Menurut Perencevich, mereka yang dalam keadaan sehat tidak perlu memakai masker.

"Rata-rata orang yang sehat tidak perlu memakai masker. Tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka," kata Perencevich.

"Apalagi banyak orang memakainya dengan cara yang salah, sehingga justru bisa meningkatkan risiko infeksi, karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka," katanya.

Perencevich menambahkan, hanya gunakan masker jika kamu sedang sakit karena dimaksudkan agar tidak menularkan sakit kepada orang lain.

Sementara itu, menurut WHO, penggunaan masker saja tidak menjamin menghentikan infeksi dan harus dikombinasikan dengan langkah-langkah pencegahan lain.

Termasuk kebersihan tangan, pernapasan, dan menghindari kontak dekat, setidaknya jarak satu meter dengan orang lain.

(Tribunnewswiki.com/Kaa/Amy Heppy)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer