Kalaupun ada, harganya melambung hingga jutaan rupiah.
Bahkan dari penelusuran Tribunnews.com, ada yang menjual masker Rp 1,8 juta per box.
Hal itu menyusul pengumuman resmi pemerintah mengenai dua WNI yang positif terkena virus corona pada Senin, (2/3/2020).
Terkait kasus ini, Kbaid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan melakukan patroli.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan oleh oknum tertentu.
"Nanti kita secara preventif saja dulu untuk bisa mempatroli, mengecek semua," kata Yusri kepada awak media, Selasa (3/3/2020).
Baca: Berikut Daftar 100 Rumah Sakit Rujukan Penanganan Kasus Corona di 32 Provinsi di Indonesia
Baca: 2 Orang yang Tinggal dengan 2 WNI Terjangkit Corona Dinyatakan Negatif, Berikut Penjelasan Kemenkes
Pengawasan itu tak hanya dilakukan di toko atau kios.
Yusri menyebut polisi akan menerjunkan tim cyber untuk memantau penjuakan masker online.
Pihaknya akan menyelidiki apakah ada penimbunan atau penjualan yang dilakukan secara tidak wajar.
"Memang banyak menjual dengan melalui media online ya, itu akan kita cek semua tim cyber kita akan menyelidiki semua. Kemudian kita akan mencari para pelaku yang menimbun, menyelidiki ini semua akan kita lakukan," pungkasnya.
Tribunnews.com mencoba mencari masker N95, Senin (2/3/2020).
Menyusuri lorong-lorong di Pasar Pramuka, bertanya dari satu kios ke kios lainnya, ternyata masker N95 masih langka.
"Kosong, adanya masker biasa," jawab penjaga toko ketika ditanya soal stok masker N95.
Tidak semua toko mempunyai stok masker N95. Kalaupun ada, harganya masih jutaan yakni Rp 1,2 hingga 1,5 juta untuk satu boxnya.
Yanti, seorang karyawan swasta di kawasan Sudirman mengaku membeli masker N95 karena memang diperintah oleh kantornya.
"Susah cari masker N95 di sini. Saya keliling Pasar Pramuka banyakan jual masker yang biasa. Sementara kantor suruh beli yang N95. Walau harganya jutaan karena kantor yang suruh, ya saya beli saja," tutur Yanti.
Untuk diketahui masker N95 atau masker respirator hanyanya meroket jadi jutaan dan langka karena disebut efektif mengantisipasi penyebaran virus corona.
Masker ini mampu menyaring udara hingga 95 persen.
Baca: Update Terbaru Virus Corona - 3 Maret 2020: Total 48.002 Pasien Sembuh, 3114 Orang Meninggal
Baca: MotoGP Qatar 2020 Resmi Dibatalkan karena Virus Corona, Valentino Rossi: Sangat Sulit Diterima