Definisi
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Erupsi adalah sebuah proses pelepasan material dari dalam gunung berapi.
Proses pelepasan tersebut terjadi karena adanya endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Peristiwa ini berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi.
Aktivitas magma yang mempunyai suhu yang sangat tinggi di dalam perut bumi berusaha keluar sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi.
Material yang dikeluarkan gunung berapi ketika erupsi bisa berbentuk lava, gas, abu, dan sebagainya.
Material ini nantinya akan dilepaskan ke atmosfer atau ke permukaan bumi dalam jumlah yang tidak bisa ditentukan.
Erupsi terjadi karena adanya pergerakan magma dari dalam perut bumi.
Pergerakan magma disebabkan oleh kuatnya tekanan gas dari dalam perut bumi yang secara terus menerus sehingga mendorong magma untuk keluar.
Erupsi ini dapat diartikan sebagai letusan gunung berapi ataupun semburan minyak dan uap panas dari dalam perut bumi. (1)
Baca: Gunung Taal (Taal Volcano)
Baca: Gunung Kelud
Proses Terjadinya Erupsi
Pada umumnya erupsi terjadi karena adanya tekanan gas yang sangat kuat yang berasal dari dalam perut bumi yang secara terus menerus berusaha mendorong magma untuk keluar.
Tekanan gas tersebut perlahan membuat magma bergerak naik ke atas juga secara perlahan, hal ini terjadi karena massa magma lebih ringan dibandingkan dengan batuan padat di sekitarnya.
Dalam proses tersebut, magma yang memiliki suhu sekitar 1200 derajat Celcius ini perlahan-lahan akan melelehkan batuan yang berada di sekitarnya dan kemudian terjadi penumpukan magma dalam gunung tersebut.
Dari sinilah tekanan yang berasal dari dalam bumi akan semakin besar, hal ini terjadi karena magma tadi terhambat oleh lapisan batuan padat/litosfer yang sangat sulit untuk ditembus.
Karena adanya tekanan yang sangat kuat pada daerah ini, maka di tempat ini tersimpan tenaga yang sangat kuat sehingga lapisan batuan di sekitarnya perlahan-lahan menjadi rapuh dan retak.
Dari celah retakan inilah nantinya magma akan menjalar keluar ke permukaan bumi.
Sambil menjalar, magma ini juga akan melelehkan saluran retakan tadi sehingga akan membentuk saluran batu yang disebut sebagai pipa kepundan.
Ketika lapisan batuan tadi sudah tidak dapat membendung tenaga yang sangat kuat dari magma, maka akan terjadi sebuah ledakan dan semburan yang sangat kuat sebagai reaksi dari pelepasan energi yang berasal dari dalam bumi.
Ketika magma berhasil keluar ke permukaan bumi, inilah yang kemudian disebut sebagai erupsi. (2)
Baca: Gunung Merapi Kembali Erupsi Disertai Luncuran Awan Panas Dua Kilometer
Baca: Gunung Ijen
Jenis Erupsi
Secara umum proses erupsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu erupsi eksplosif dan efusif.
Erupsi eksplosif adalah proses keluarnya magma dan material lain dari dalam perut bumi yang disertai dengan tekanan yang kuat sehingga terkadang menimbulkan suara letusan atau dentuman yang cukup keras.
Pada umumnya erupsi ini dikenal sebagai letusan gunung berapi.
Adapun contoh dari erupsi eksplosif antara lain adalah erupsi Gunung Krakatau.
Erupsi efusif adalah proses keluarnya magma yang berbentuk lelehan lava.
Erupsi ini terjadi akibat adanya tekanan gas yang tidak begitu kuat sehingga magma kental dan lava pijar tumpah dan kemudian mengalir ke lereng puncak gunung.
Adapun contoh dari erupsi efusif adalah erupsi Gunung Merapi. (3)
Baca: Gunung Galunggung
Baca: Gunung Semeru
Tipe Erupsi
- Tipe Stromboli
- Tipe Hawaiian
Tipe ini merupakan tipe letusan yang menyebarkan meluncurnya lava ke berbagai arah.
Skala letusan ini tidak terlalu besar, namun akan terjadi secara konsisten.
- Tipe Vulkano
Tipe ini merupakan tipe letusan yang paling umum.
Skala dari letusan ini tergantung dari tingkat tekanan dari dalam perut bumi.
- Tipe Merapi
- Tipe Perret (Plinian)
Tipe ini merupakan tipe letusan yang cukup berbahaya, karena mengeluarkan gas yang meluncur ke atas dan akan membentuk seperti bunga kol pada ujungnya.
Skala letusan tipe ini cukup besar, bahkan lebih besar dari tipe merapi atatupun tipe vulkano.
- Tipe Sint Vincent
Tipe ini merupakan tipe letusan yang akan menyebabkan daerah di sekitar gunung terkena lahar panas.
- Tipe Pelee
Tipe ini merupakan tipe letusan yang biasanya terjadi apabila terdapat penyumbatan di kawah bagian puncak gunung berapi yang bentuknya seperti jarum.
Hal ini menyebabkan tekanan gas dalam perut gunung bertambah besar.
Jika penyumbatan di bagian kawah tidak kuat menahan tekanan gas tersebut, maka gunung tersebut akan meletus. (4)
Baca: Para Ilmuwan China Kembangkan Penelitian Vitamin C Dosis Tinggi Bantu Atasi Virus Corona
Baca: Pantai Pulau Merah Banyuwangi
Hasil Erupsi
Erupsi gunung berapi mengeluarkan material-material dari dalam perut gunung.
- Gas Vulkanik
- Lava
Lava yang keluar ada dua jenis, yaitu lava encer dan lava kental.
Lava encer akan keluar mengalir ke aliran sungai, sedangkan lava kental akan membeku di dekat sumber keluarnya.
- Lahar
Lahar merupakan aliran material vulkanik yang biasanya berupa campuran pasir, batu, dan kerikil.
- Hujan Abu
Hujan abu termasuk salah satu hal umum yang akan dijumpai ketika gunung api meletus.
Hujan abu ini berupa material halus yang telah disemburkan ke udara.
- Awan Panas
Awan panas merupakan material yang mengalir dari puncak gunung yang bentuknya bergulung seperti awan.
Pada awan ini terdapat batuan pijar yang panas dan beberapa material vulkanik yang memiliki suhu lebih dari 600 derajat Celcius.
Awan ini dapat menyebabkan kematian apabila terkena manusia ataupun hewan dan bahkan dapat merusak bangunan. (5)