COVID-19 Mulai Ancam Indonesia, Berikut 5 Fakta Tentang Virus Corona: Tingkat Kesembuhan Tinggi

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Berikut 5 fakta penting yang perlu diketahui tentang virus corona.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebelumnya Indonesia terus memberi laporan nihil penderita Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19.

Hingga Senin, (3/3/2020) Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan dua WNI yang tinggal di Depok dinyatakan positif terinfeksi SARS-CoV-2.

SARS-CoV-2 adalah nama resmi dari virus corona yang diresmikan oleh WHO beberapa waktu lalu.

Penemuan ini tentu saja membuat masyarakat menjadi panik.

Banyaknya informasi yang beredar membuat masyarakat masih cukup awam dengan virus corona.

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto umumkan kasus pertama positif Corona di Indonesia, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/20) (kompas.com/ihsanuddin)

Baca: Para Ilmuwan China Kembangkan Penelitian Vitamin C Dosis Tinggi Bantu Atasi Virus Corona

Baca: Takut Terinfeksi Virus Corona, Seorang Pria Emosi karena Penumpang Kereta Batuk Tanpa Gunakan Masker

Berikut 5 fakta tentang virus corona yang bisa menjadi rujukan kecil agar masyarakat tak salah kaprah dengan isu atau informasi yang salah:

1. masker tak cukup efektif untuk cegah virus corona

Belakangan masyarakat Indonesia menjadi panik dan segera memborong masker sebagai langkah pencegahan virus corona.

Bahkan karena adanya peningkatan permintaan, harga masker melonjak hingga tembus ke angka 1,1 juta per boks berisi 50 buah.

Padahal hanya dengan memakai masker, seseorang tak akan segera terhindar dari virus corona.

Dikutip dari BBC.com, hal tersebut karena masker yang beredar di pasaran cukup longgar dan tidak melindungi seluruh wajah.

Selain itu, masker juga perlu sering diganti karena mudah robek dan memang tidak dipergunakan untuk jangka panjang.

Oleh karena itu, WHO mengimbau masyarakat yang ingin terhindar dari virus corona agar lebih memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • tutup mulut dan hidung menggunakan tissue atau lengan ketika batuk atau bersin,
  • tissue yang digunakan tersebut sebaiknya segera dibuang ke tempat sampah,
  • setelah itu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun cuci tangan atau hand sanitizer,
  • jauhi orang yang sedang batuk atau bersin terutama jika orang tersebut tak mengenakan masker, dengan jarak radius minimal satu meter.

2. manusia tak bisa tertular virus corona dari hewan peliharaan

Beberapa waktu lalu, di Hong Kong telah ditemukan seekor anjing yang tertular virus corona dari sang pemilik.

Namun WHO menegaskan SARS-CoV-2 atau virus corona tidak bisa ditularkan oleh hewan peliharaan seperti anjing atau kucing pada manusia.

Meskipun demikian, WHO tetap mengimbau para pemilik hewan selalu mencuci tangan setiap melakukan kontak dengan hewan peliharaannya.

Sebelumnya, virus corona diduga muncul pertama kali di sebuah pasar hewan di Wuhan.

Beberapa hewan memang menjadi perantara penyakit seperti pada kasus flu burung dan ebola maupun SARS.

Namun bukan berartu semua hewan berbahaya dan menjadi perantara virus corona.

3. tidak memiliki risiko kematian yang tinggi

Hingga saat ini, seperti yang diberitakan BBC.com, virus corona memiliki gejala ringan seperti batuk dan demam, serupa dengan influenza.

Sehingga penderita COVID-19 bisa dikatakan memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.

Hanya saja, COVID-19 berlangsung bersamaan di beberapa negara secara global sehingga kepanikan bisa terjadi. 

Meskipun demikian, terdapat kasus penderita COVID-19 memiliki gejala penyakt yang lebih parah hingga diikuti dengan radang paru-paru.

Kasus tersebut kemudian membuat para penderita tersebut meninggal dunia.

Prof Jonathan Ball dari Universitas Nottingham mengatakan tingkat kematian akibat virus corona masih bisa dikatakan lebih sedikit daripada penderita flu musiman.

Sehingga para ahli masih menggunakan prosedur pencegahan yang sama baik untuk virus corona maupun flu biasa.

Bentuk Virus Corona di dalam tubuh manusia yang dilihat melalui mikroskop canggih (Kompas.com)

4. anti-virus corona masih belum ditemukan

Mewabahnya virus corona lebih disebabkan karena anti-virus belum ditemukan.

Terlebih, antibiotik tidak bisa digunakan karena sumber COVID-19 adalah virus, bukan bakteri.

Jika seseorang memiliki imunitas tinggi, maka virus corona akan segera 'kalah' dan penderita bisa lekas pulih dengan cepat.

Namun untuk orang yang berusia lanjut atau memiliki masalah kesehatan lain sebelumnya memang lebih rentan terhadap corona.

Masalah kesehatan tersebut diantranya asma, penyakit jantung, kanker, hingga diabetes.

Meskipun virus corona bisa menjangkit semua golonga umur, risiko kematian leboh besar jika SARS-CoV-2 menginfeksi lansia.

5. konsumsi chinese food tidak dilarang

Konsumsi chinese food tidak akan membuat seseorang lantas tertular virus corona.

Beberapa waktu belakangan, karena terlalu panik banyak orang yang menghindari segala produk yang berhubungan dengan China.

Bahkan hingga adanya kekhawatiran virus bisa menular melalui paket yang dikirimkan dari negara tirai bambu yang menjadi asal virus corona.

Padahal virus tidak akan bertahan lama di permukaan benda mati.

Penularan hanya bisa terjadi jika seseorang melakukan kontak fisik dengan penderita COVID-19 dalam jarak dua meter selama kurang lebih 15 menit.

Orang yang memiliki risiko paling tinggi terinfeksi virus corona adalah mereka yang berpergian ke negara dengan tingkat penderita COVID-19 tinggi.

Sepeti China, Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong.

Meskipun demikian, seluruh otoritas pemerintahan negara di dunia termasuk Indonesia terus melakukan pelacakan di pintu masuk negara masing-masing.

Pihak Istana Negara mengimbau seluruh masyarakat tak panik meskipun kini Indonesia menjadi daftar baru dari negara dengan penderita COVID-19.

Hingga saat ini pemerintah telah melakukan langkah pengendalian yang tepat dalam mengantisipasi dan menangani virus corona.

Baca: Vietnam Umumkan Seluruh Penderita Virus Corona Sembuh, Apa Tipsnya?

Baca: Mitos Virus Corona yang Tak Perlu Dipercaya, Soal Paket dari China Tak Aman hingga Kematian

Baca: Restoran Paloma Bantah Wanita Positif Virus Corona Jadi Anggota Komunitas Dansa : Tamu Biasa

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer