Bersama dengan masyarakat Malaysia lainnya, kelompok ini telah menerbitkan empat tuntutan aksi: (1) Pimpinan harus bubarkan parlemen, (2) Adakan pemilihan umum baru, (3) Lanjutkan tuntutan kepada pejabat korup, (4) dan Hapuskan hukum yang kejam, dilansir Malay Mail, Minggu (1/3/2020).
"Kami meminta semua rakyat untuk bergabung dengan kami sebagai bentuk ekspresi penyampaian pendapat dan (kami meminta) agar ada kejelasan terkait situasi saat ini yang benar-benar tak dapat diterima," tulis pernyataan tersebut.
Aksi ini merupakan aksi lanjutkan menyusul pertemuan sejumlah kalangan aktivis Sabtu (29/2/2020).
Merespons aksi ini, Kepolisian Malaysia dilaporkan sedang menyelidiki seorang aktivis bernama Fadiah Nadwa Fikir karena dianggap memobilisasi massa untuk hadir dalam konsolidasi aksi.
Direktur Departemen Investigasi Kriminal Bukit Aman, Datuk Huzir Mohamed, dalam sebuah laporan menyebut telah mengadakan investigasi terkait undangan konsolidasi aksi atas nama Fadiah di media sosial.
Huzir menyebut bahwa Fadiah dianggap melakukan pelanggaran hukum berupa penghasutan dan penyalahgunaan media elektronik.
Baca: Tak Dukung Muhyiddin Yassin Jadi PM, Menteri Muda Malaysia Syed Saddiq Siap Diberi Sanksi, Kok Bisa?
Demonstrasi ini diadakan menyusul dilantiknya Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-8.
Tan Sri Muhyiddin Yassin merupakan anggota parlemen Malaysia dari daerah Pagoh berusia 72 tahun yang merupakan presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).
Dilansir Bernama, penunjukan Muhyiddin sejalan dengan konstitusi federal pasal 40 (2) (a) dan pasal 43 (2) (a).
Muhyiddin ditunjuk untuk memegang jabatan politik tertinggi di Malaysia menyusul mundurnya Tun Dr Mahathir Mohamad pada 24 Februari 2020 yang sempat memicu krisis politik pemerintahan koalisi Pakatan Harapan (PH) dan munculnya aliansi partai politik baru.
Sebelumnya, Parti Bersatu menunjuk pimpinannya, Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai kandidat perdana menteri pengganti Mahathir Mohamad.
Hal itu dilakukan dalam pertemuan Bersatu dengan Mahathir, pada Jumat (28/2).
Mahathir Mohamad yang sudah kembali lagi menjabat sebagai Ketua Parti Bersatu ini mengadakan pertemuan dengan anggota partai untuk membahas mengenai krisis politik yang sedang melanda negeri jiran.
Pria 94 tahun ini tiba di kantor perdana menteri dengan menggunakan mobil istana dengan nomor registrasi Rimau 1925.
Merasa tak terima dengan pengangkatan Muhyiddin, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad pun melakukan perlawanan.
Mahathir dikabarkan juga telah merilis daftar 114 anggota parlemen yang mendukungnya untuk menjadi PM Malaysia kedelapan.
Dukungan tersebut dibuktikan dengan surat, atau pun menekan deklarasi dukungan.