Pria 86 tahun tersebut menyatakan hanya mengambil alih jabatan perdana menteri untuk 'menyelamatkan negara' dari kemelut politik yang berkepanjangan.
"Aku tahu ada orang yang marah padaku. Seperti yang sudah ditebak, ada pihak yang menyebutku pengkhianat" kata Muhyiddin, dilansir Malay Mail, Senin (2/3/3030).
Muhyiddin terpilih dan dilantik menjadi PM menyusul pengunduran diri Mahathir Mohamad.
"Dengarkan, saya bukanlah pengkhianat," kata Muhyiddin dalam pidato pertamanya setelah dilantik sebagai PM.
Dalam pidatonya berjudul "Seruan untuk Warga Malaysia", Muhyiddin telah menjelaskan berbagai peristiwa yang membuatnya dilantik sebagai PM.
Muhyiddin mengaku tahu bahwa Tun Dr Mahathir Mohamad kecewa padanya lantaran menganggapnya merencanakan pemerintahan tanpa Pakatan Harapan sejak lama.
Sementara Mahathir Mohamad sendiri saat ditanya apakah kecewa terhadap Datuk Seri Mohamed Azmin Ali yang berkontribusi dalam kekisruhan politik selama seminggu, menyingkir dan lebih menyerang Presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia, Muhyiddin.
Di tengah kebingungan Mahathir mengenai status kepemimpinannya di Bersatu, Muhyiddin berinisiatif menunjuk dirinya sebagai pimpinan.
Adapun demonstrasi dengan spanduk 'Save Malaysia' dan 'Menolak Pengkhianat' digelar kemarin lusa untuk memprotes penunjukkan Muhyiddin.
Para peserta aksi menyampaikan pendapat yang pada pokoknya berbunyi bahwa Muhyiddin bukanlah PM pilihan mereka.
Sejumlah tokoh aksi dari kalangan aktivis seperti Datin Paduka Marina Mahathir dan Datuk Ambiga Sreenevasan diselidiki kepolisian dengan dugaan penghasutan.
Baca: Muhyiddin Yassin
Sejumlah massa aktivis melakukan aksi di jalanan kota Malaysia menyusul dilantiknya Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri (PM) ke-8.
Sejumlah orang terlihat membawa poster bertuliskan 'Save Malaysia'.
Aksi ini muncul di tengah kemelut politik dan frustasi yang berujung terpilihnya Muhyiddin Yassin sebagai PM.
njuk rasa diselenggarakan oleh sebuah kelompok yang menamakan dirinya Save Malaysia Demonstration Committee di Sogo Mall di Jalan Tuanku Abdul Rahman, Malaysia.
"Kerusuhan politik yang sedang berlangsung telah mengikis kepercayaan rakyat terhadap institusi pemerintahan dan proses politik negara," tulis kelompok ini dalam sebuah pernyataan.
"Kami nyatakan bahwa situasi ini (terpilihnya Muhyiddin) merugikan, terutama bagi orang Malaysia. Kami sangat mengutuk tindakan politisi tertentu yang melanggar mandat oleh orang-orang selama pemilu ke-14," tambah pernyataan tersebut.
Baca: Pelantikan PM ke-8 Muhyiddin Yassin, Massa Turun ke Jalan Teriakkan Save Malaysia